Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

5 Film A24 yang Dianggap Overrated, Kualitasnya Gak Sebanding?

5 Film A24 yang Dianggap Overrated, Kualitasnya Gak Sebanding?
Marty Supreme (dok. A24/Marty Supreme)
  • Sejumlah film A24 dinilai mendapat hype berlebih karena ekspektasi penonton tidak selalu sejalan dengan kekuatan cerita, meski tetap memiliki keunggulan tersendiri.
  • Marty Supreme, The Moment, dan Dream Scenario dikritik karena alur repetitif, konflik bertele-tele, atau penutup yang dianggap gagal memaksimalkan premis menarik.
  • The Whale dan Mid90s dipuji lewat akting, visual, serta atmosfer, tetapi dipersoalkan karena penggambaran isu sensitif, konflik suram, dan perkembangan emosional yang kurang memuaskan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Studio A24 dikenal sebagai rumah bagi berbagai film berkualitas yang berani tampil berbeda dari produksi Hollywood pada umumnya. Banyak karya mereka sukses meraih pujian dari kritikus, memenangkan penghargaan bergengsi, hingga memiliki basis penggemar yang sangat loyal. Tak heran jika setiap film baru dari A24 hampir selalu menjadi bahan perbincangan di kalangan pencinta film.

Namun, tidak semua film A24 berhasil memuaskan penonton. Beberapa judul justru dianggap terlalu dibesar-besarkan karena ekspektasi yang terlanjur tinggi tidak sejalan dengan hasilnya. Meski tetap memiliki kelebihan masing-masing, film-film berikut sering disebut sebagai karya A24 yang hype-nya dinilai melebihi kualitasnya.

  1. 1. Marty Supreme (2025)

    Marty Supreme
    Marty Supreme (dok. A24/Marty Supreme)

    Marty Supreme menjadi proyek solo pertama Josh Safdie setelah tak lagi menyutradarai film bersama saudaranya, Benny Safdie. Film ini dibintangi oleh Timothée Chalamet sebagai Marty Mauser, seorang pemain tenis meja ambisius yang rela melakukan apa pun demi meraih ketenaran. Penampilan Chalamet memang penuh energi dan berhasil membuat karakternya terasa hidup.

    Masalah utamanya terletak pada cerita yang terasa berputar-putar. Marty digambarkan sebagai sosok egois yang terus menyakiti orang-orang di sekitarnya tanpa perkembangan karakter yang berarti. Setelah durasinya melewati 2 jam, alur film mulai terasa repetitif sehingga pengalaman menontonnya menjadi melelahkan.

    Bagi sebagian orang, Marty Supreme lebih cocok disebut sebagai ajang unjuk kemampuan akting Timothée Chalamet daripada sebuah film dengan cerita yang benar-benar kuat.

  2. 2. The Moment (2026)

    The Moment
    The Moment (dok. A24/The Moment)

    The Moment mencoba mengangkat kehidupan seorang bintang pop melalui format mockumentary yang memadukan fakta dan fiksi. Charli XCX memerankan versi fiksi dirinya sendiri yang sedang menghadapi tekanan industri musik sekaligus konflik dengan orang-orang di sekitarnya. Konsep ini sebenarnya cukup menarik karena menawarkan sudut pandang yang berbeda tentang kehidupan seorang musisi terkenal.

    Sayangnya, banyak penonton merasa eksekusinya terlalu berfokus pada dunia internal sang karakter hingga sulit dinikmati penonton. Humor yang dihadirkan tidak selalu berhasil, sementara konflik yang dibangun terasa bertele-tele. Alih-alih menjadi satir industri hiburan yang tajam, The Moment justru dianggap terlalu sibuk membahas citra sang bintang sehingga emosinya kurang mampu menyentuh penonton.

  3. 3. Dream Scenario (2023)

    Dream Scenario
    Dream Scenario (dok. A24/Dream Scenario)

    Premis Dream Scenario terdengar sangat unik dan langsung mencuri perhatian sejak diumumkan. Nicolas Cage memerankan Paul Matthews, seorang dosen biasa yang tiba-tiba muncul dalam mimpi jutaan orang di seluruh dunia. Ide tersebut membuka banyak kemungkinan menarik, mulai dari kritik sosial hingga eksplorasi tentang popularitas di era modern.

    Paruh pertama film ini memang berhasil membangun rasa penasaran sekaligus menghadirkan humor absurd yang khas. Namun, ketika cerita memasuki babak akhir, banyak penonton merasa arah kisahnya mulai kehilangan fokus. Potensi besar yang dimiliki premisnya tidak berkembang menjadi penutup yang memuaskan, sehingga Dream Scenario dianggap sebagai film dengan ide luar biasa, tetapi penyelesaiannya kurang maksimal.

  4. 4. The Whale (2022)

    The Whale
    The Whale (dok. A24/The Whale)

    The Whale menjadi salah satu film A24 yang paling banyak diperbincangkan berkat keberhasilan Brendan Fraser memenangkan berbagai penghargaan atas penampilannya. Ia memerankan Charlie, seorang dosen yang hidup menyendiri sambil berjuang menghadapi obesitas ekstrem, trauma masa lalu, serta hubungan yang rumit dengan putrinya. Akting Fraser menuai pujian karena mampu menghadirkan emosi yang kuat sepanjang film.

    Meski demikian, film ini juga menuai kritik yang cukup tajam. Sebagian penonton menilai penggambaran obesitas, kesehatan mental, dan luka emosional terasa berlebihan serta kurang sensitif. Penggunaan prostetik yang sangat mencolok juga dianggap membuat karakter Charlie lebih terlihat sebagai objek tontonan daripada sosok manusia yang layak dipahami.

    Karena alasan tersebut, banyak orang menganggap The Whale memperoleh apresiasi yang terlalu besar dibandingkan dengan kualitas penyampaian ceritanya.

  5. 5. Mid90s (2018)

    Mid90s
    Mid90s (dok. A24/Mid90s)

    Lewat Mid90s, Jonah Hill mencoba menghadirkan kisah remaja yang tumbuh di tengah budaya skateboard Amerika pada era 1990-an. Film ini mengikuti perjalanan Stevie, seorang anak laki-laki yang mencari tempat untuk diterima setelah mengalami kehidupan keluarga yang kurang harmonis. Nuansa nostalgia menjadi salah satu daya tarik utama karena berhasil menggambarkan suasana masa itu dengan cukup autentik.

    Di sisi lain, tidak sedikit penonton yang merasa cerita film ini terlalu suram tanpa memberikan perkembangan emosional yang memuaskan. Berbagai konflik datang silih berganti, tetapi penyelesaiannya terasa datar sehingga meninggalkan kesan yang kurang membekas.

    Walaupun visual dan atmosfernya mendapat banyak pujian, Mid90s sering dinilai belum mampu memaksimalkan potensinya sebagai drama coming of age yang benar-benar istimewa.

    Film-film A24 memang terkenal berani mengambil risiko dan menawarkan cerita yang tidak biasa. Namun, popularitas besar tidak selalu berarti semua penonton akan memberikan penilaian yang sama. Menurutmu film A24 mana yang paling layak disebut overrated, atau justru ada yang menurutmu pantas mendapat semua pujian tersebut?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More