- Genre: romance, thriller, dark comedy
5 Film Asia Progresif yang Ditiru Hollywood, Kamu Sadar?

- Tokyo Fist (1995) terasa seperti inspirasi Fight Club (1999)
- Lady of Snowblood (1973) adalah film female revenge legendaris sebelum Kill Bill (2003)
- City on Fire (1987) punya banyak kemiripan dengan Reservoir Dogs (1992)
Mungkin kamu berpikir pelopor inovasi dalam industri film itu adalah Hollywood. Namun, kalau mau menilik lebih jauh, ternyata jawabannya bisa saja bukan. Beberapa film Asia lawas berikut bisa jadi bukti kalau justru inovasi dan ide segar dalam industri film itu lahir di luar Amerika Serikat.
Gak percaya? Buktikan dengan nonton setidaknya kelima rekomendasi film Asia berikut ini dan lihat betapa miripnya mereka dengan beberapa sinema Hollywood populer yang rilis beberapa tahun setelahnya.
1. Tokyo Fist (1995) terasa seperti inspirasi Fight Club (1999)

Masih terpukau dengan kecerdasan Fight Club ketika mengkritik kapitalisme, patriarki, dan mengekspos dampak fatal emosi yang dipendam? Ternyata film itu bukan yang pertama menjelajahi irisan isu tersebut. Beberapa tahun sebelumnya, Shinya Tsukamoto sempat merilis Tokyo Fist yang juga ia bintangi sendiri bersama saudara laki-lakinya, Koji. Di film itu, ia memerankan Tsuda, pegawai kantoran yang curiga kalau sahabatnya yang seorang petinju sedang mendekati calon istrinya. Ia kemudian tergerak untuk melakukan transformasi besar-besaran dan menantang si sahabat di ring tinju.
Meski terdengar sederhana, seperti Fight Club, film Jepang ini sebenarnya sedang memakai POV seseorang yang mengalami burnout dan stres kronis karena berbagai tekanan. Di sisi lain, Tokyo Fist dianggap pula punya elemen feminis. Ini dibuktikan lewat komitmen Tsukamoto mengembangkan karakter tunangan Tsuda yang juga mengalami proses penemuan diri sendiri, yakni otonomi atas tubuh serta kehendaknya sendiri.
- Pemain: Kaori Fujii, Shinya Tsukamoto, Koji Tsukamoto
- Sutradara: Shinya Tsukamoto
2. Lady of Snowblood (1973) adalah film female revenge legendaris sebelum Kill Bill (2003)

Jauh sebelum Kill Bill dikenal luas dan melegenda, sutradara Jepang Toshiya Fujita sudah lebih dulu menyuguhi kita dengan film revans berfokus perempuan berjudul Lady of Snowblood. Sinema klasik itu mengikuti petualangan perempuan muda memburu geng yang sudah menghancurkan keluarganya dan membuatnya trauma seumur hidup.
Untuk menambah keseruan dan intrikasi cerita, Fujita sengaja mengemas film ini dengan plot nonlinear. Dijamin setelah nonton Lady of Snowblood, kamu bakal terkesima dengan inovasi sinema Jepang pada masa itu. Lebih progresif dari Hollywood.
- Genre: thriller, sejarah
- Pemain: Meiko Kaji, Miyoko Akaza, Takeo Chii
- Sutradara: Toshiya Fujita
3. City on Fire (1987) punya banyak kemiripan dengan Reservoir Dogs (1992)

Sepertinya Tarantino memang terinspirasi film-film Asia, nih. Coba buktikan lewat film City on Fire karya Ringo Lam. Film itu pakai perspektif polisi yang menjalankan misi berbahaya dengan menyamar jadi bagian dari geng perampok paling prolifik di Hong Kong. Namun, penyamarannya terlalu baik sampai-sampai rekan sesama polisi di satuan lain tak bisa mengidentifikasinya.
City on Fire seperti Reservoir Dogs membahas batas kabur antara celah hukum dan kriminalitas. Korupsi dan ketidaksinkronan di tubuh kepolisian dan badan hukum ikut diekspos. Beberapa adegan dan tata letak kameranya juga terlihat cukup mirip.
- Genre: kriminal, thriller, aksi
- Pemain: Chow Yun Fat, Danny Lee, Sun Yueh
- Sutradara: Ringo Lam
4. Battle Royale (2000) bikin The Hunger Games (2012) terasa familier

The Hunger Games memang sukses berat sampai berjilid-jilid. Namun, kalau kamu perhatikan, sekitar 1 dekade sebelum film itu tayang, sudah ada sinema Asia serupa berjudul Battle Royale. Mereka sama-sama bertema survival, tetapi lengkap dengan komentar sosial yang menampar. Kalau kamu perhatikan, Battle Royale pula yang menginspirasi banyak produk hiburan serupa yang tayang setelah tahun 2000.
Namun, Hunger Games terasa lebih lekat dengan film itu karena penggunaan lakon anak-anak di bawah umur. Ini menambah kerumitan cerita serta menciptakan dan dilema moral yang menyelimuti penontonnya. Lebih suka mana?
- Genre: thriller-psikologi
- Pemain: Tatsuya Fujiwara, Chiaki Kuriyama, Aki Maeda
- Sutradara: Kinji Fukasaku
5. Paprika (2006) lebih dulu pakai konsep teror lewat mimpi sebelum Inception (2010)

Dikenal sebagai sutradara film anime yang brilian, Satoshi Kon sempat jadi perbincangan hangat gara-gara film Paprika. Film itu disebut cukup mirip dengan Inception yang rilis 4 tahun setelahnya. Mereka sama-sama pakai mimpi dan alam bawah sadar sebagai realm atau latar konflik utamanya. Paprika dimulai dengan penemuan kontroversial seorang ilmuwan yang memungkinkan seseorang masuk ke mimpi orang lain.
Tujuannya, sih, buat membantu pskiater mendiagnosa dan menganalisa kondisi pasiennya. Namun, alat itu justru dibajak orang tak bertanggung jawab yang meneror mimpi banyak orang. Cukup mirip dengan konsepnya Inception, bukan?
- Genre: surealisme, sains fiksi, thriller-psikologi
- Pemain: Megumi Hayashibara, Tōru Emori, Katsunosuke Hori
- Sutradara: Satoshi Kon
Setelah nonton kelima film Asia klasik tadi, paradigmamu soal industri film mungkin akan tergoncang. Hollywood memang menang nama, tapi soal inovasi dan kreativitas, sineas dari negara lain, termasuk Asia gak kalah progresif dan berjiwa pelopor. Mana film yang pengin kamu tonton, nih?



















