Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Other Mommy (dok. Blumhouse/Other Mommy)
  • Sejumlah film Barat 2026 yang diunggulkan justru gagal memenuhi ekspektasi, meski tahun ini juga diwarnai kesuksesan film waralaba dan indie.
  • Masters of the Universe serta live-action Moana terpukul pemasaran, minim relevansi nostalgia, dan pendapatan yang tidak mencapai target box office.
  • Scary Movie 6, The Dog Stars, Disclosure Day, Supergirl, dan Other Mommy menuai kritik karena kualitas cerita, eksekusi, atau ekspektasi tinggi yang tak terpenuhi.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Tahun 2026 sejauh ini merupakan tahun yang luar biasa untuk dunia perfilman. Spider-Man: Brand New Day dan The Odyssey adalah contoh film yang dari jauh-jauh hari sudah dinanti dan memang sukses. Di sisi lain, ada pula kejutan dari film-film indie, seperti Obsession dan Backrooms, yang meraih ulasan positif dan sukses besar.

Di balik keberhasilan banyak film tahun ini, ada film-film lain yang justru dicap gagal total di pasaran. Mulai dari waralaba besar yang flop secara pendapatan hingga film-film dari sutradara legendaris yang malah tampil mengecewakan.

Beberapa film Barat 2026 ini digadang-gadang akan sukses di box office, tetapi ternyata malah mengecewakan. Kenapa begitu, ya?

1. Masters of the Universe

Masters of the Universe (dok. Amazon MGM/Masters of the Universe)

Saat tayang perdana, Masters of the Universe sebenarnya masih mendapat sambutan yang cukup positif dari para kritikus maupun penonton. Sayangnya, ulasan positif belum mampu membawa film ini hingga mencapai pemasukan yang diharapkan karena film gagal menarik perhatian penonton luas.

Penyebab utama kegagalan Masters of the Universe adalah pemasaran yang memang kurang. Selain itu, serial animasi He-Man and the Masters of the Universe (1980) yang menjadi sumber inspirasi tidak lagi populer. Rendahnya pendapatan film ini cukup disayangkan karena sebenarnya berpotensi untuk dikembangkan menjadi seri yang menjanjikan.

2. Moana

Moana (dok. Disney/Moana)

Moana adalah contoh nyata film yang sebenarnya sama sekali tak butuh remake, apalagi dalam kurun waktu yang belum begitu lama sejak film orisinalnya. Jeda yang terlalu singkat ini dinilai belum cukup untuk memicu rasa nostalgia, apalagi ditambah film sekuelnya, Moana 2, yang baru dirilis 2 tahun lalu.

Dengan target nilai breakeven yang diperkirakan mencapai 500 juta dolar AS, film live action Moana hanya mengumpulkan 320 juta dolar AS. Tidak tercapainya target pendapatan membuat film live action Moana masuk dalam jajaran adaptasi film Disney yang gagal total.

3. Scary Movie 6

Scary Movie 6 (dok. Paramount Pictures/Scary Movie 6)

Lebih dari 1 dekade sejak rilisan terakhirnya, waralaba Scary Movie kembali hadir dengan film keenamnya. Dari segi pendapatan, Scary Movie 6 masih sukses, tetapi dari segi kualitas dan ulasan, filmnya terbilang mengecewakan.

Scary Movie 6 dinilai sudah kehilangan keunikannya dan dirasa tidak semenarik film-film terdahulunya. Waralaba ini awalnya lahir sebagai parodi film horor, namun pada jilid keenamnya justru terasa seperti parodi dari sebuah satir, yang akhirnya malah mengandalkan humor-humor murah demi memancing tawa.

4. The Dog Stars

The Dog Stars (dok. 20th Century Fox/The Dog Stars)

The Dog Stars seharusnya menjadi momen kebangkitan bagi sutradara Ridley Scott, tetapi malah kembali menjadi kekecewaan. Di tengah munculnya sutradara muda dengan karya-karya segar, seperti Obsession dan Backrooms, Scott tampak keteteran menghasilkan karya yang menarik dan berkualitas.

The Dog Stars masuk dalam jajaran karya terburuk Ridley Scott, dibuktikan dengan skor 41 persen di Rotten Tomatoes, dikritik oleh penonton umum, dan gagal total di box office. Film yang semula digadang-gadang akan menjadi film klasik modern justru malah mengecewakan.

5. Disclosure Day

Disclosure Day (dok. Universal Pictures/Disclosure Day)

Selain Ridley Scott, ada sutradara legendaris Steven Spielberg yang kembali dengan karya baru pada 2026. Tahun ini, Spielberg hadir dengan film fiksi ilmiah berjudul Disclosure Day. Meski punya deretan nama besar sebagai pemainnya, seperti Emily Blunt dan Josh O'Connor, film ini berakhir sebagai salah satu film paling mengecewakan dari sang sutradara.

Disclosure Day dinilai hambar dan hanya mengulang formula dari film-film terdahulu. Jalan cerita dianggap aneh dan membingungkan, serta plot twist film sudah bisa ditebak sejak awal, sehingga dicap membosankan.

6. Supergirl

Supergirl (dok. DCEU/Supergirl)

Supergirl sebenarnya menjadi salah satu film yang paling dinantikan pada 2026. Namun, sayangnya, peruntungannya berkata lain. Film yang dibintangi Milly Alcock sebagai Supergirl ini menuai kritik dari kritikus dan penonton yang berdampak buruk pada perolehan box office.

Supergirl sebenarnya tidak buruk-buruk amat. Namun, statusnya sebagai film kedua DCU era James Gunn membuat film ini mendapatkan ekspektasi yang sangat besar dan saat ekspektasi itu tidak terpenuhi, kritik pun tak bisa dielakkan.

Kegagalan Supergirl seolah menarik mundur posisi DCU kembali ke titik awal, di mana harapan kini tertumpu pada proyek-proyek mendatang lain, seperti Man of Tomorrow, untuk memulihkan kembali reputasi waralaba ini.

7. Other Mommy

Other Mommy (dok. Blumhouse/Other Mommy)

Other Mommy menyajikan teror psikologis gelap tentang kasih sayang dan obsesi dari seorang ibu yang mengerikan. Dari premis awal, film ini tampak menjanjikan, tetapi saat filmnya tayang, penonton langsung dikecewakan karena jalan cerita absurd, sehingga alih-alih merasa takut, penonton malah merasa konyol.

Other Mommy kini menjadi salah satu film dengan ulasan terburuk sepanjang 2026, dengan mengantongi skor 16 persen di Rotten Tomatoes. Meskipun demikian, akting Jessica Chastain sebagai "Mommy" masih menerima apresiasi positif.

Meskipun hadir dengan ekspektasi tinggi dan anggaran besar, tujuh film di atas menjadi bukti bahwa nama besar sutradara ataupun waralaba populer tak lagi cukup untuk menjamin kesuksesan. Pada akhirnya, cerita yang kuat dan eksekusi yang matang tetaplah kunci utama untuk memikat hati penonton.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article