Respons Derry Sulaiman Soal Sertifikat Mualaf Richard Lee Dicabut MCI

- Mualaf Centre Indonesia mencabut sertifikat mualaf Richard Lee karena dinilai tidak digunakan untuk keperluan administrasi, meski pencabutan ini bersifat administratif dan tidak memengaruhi status keislamannya.
- Pihak Richard Lee menanggapi dengan menghormati keputusan MCI, menegaskan bahwa keyakinan adalah urusan pribadi antara manusia dan Tuhan, serta berkomitmen menjalani hidup dengan nilai-nilai positif.
- Ustaz Derry Sulaiman menyatakan tidak ada pihak yang berhak membatalkan keislaman seseorang dan menjelaskan bahwa Richard Lee masih dalam proses belajar memperdalam ajaran Islam.
Richard Lee kembali menjadi sorotan. Kali ini, ia menjadi perbincangan karena kabar sertifikat mualafnya dicabut oleh Mualaf Centre Indonesia (MCI). Keputusan ini diambil setelah pihak lembaga menilai sertifikat tersebut tidak dimanfaatkan sebagaimana mestinya.
Menanggapi polemik ini, Ustaz Derry Sulaiman yang membimbing Richard Lee dalam proses mualafnya pun turut angkat bicara. Berikut penjelasannya.
1. Alasan MCI cabut sertifikat mualaf Richard Lee

Mualaf Centre Indonesia (MCI) telah memutuskan untuk mencabut sertifikat mualaf Richard Lee. Pendiri MCI, Hanny Kristianto, menjelaskan bahwa sertifikat mualaf seharusnya dapat digunakan untuk keperluan administrasi kependudukan, seperti perubahan data agama pada dokumen resmi. Namun, dalam kasus ini, sertifikat tersebut dinilai tidak digunakan untuk tujuan tersebut.
Salah satu hal yang menjadi sorotan adalah status agama pada Kartu Tanda Penduduk (KTP) Richard Lee yang disebut belum mengalami perubahan, meski ia sudah sekitar satu tahun menyatakan memeluk Islam.
Meski begitu, pencabutan sertifikat mualaf ini lebih berkaitan dengan aspek administratif dan kebijakan internal lembaga. Secara keyakinan, status keislaman seseorang tidak ditentukan oleh keberadaan sertifikat, melainkan oleh pernyataan iman yang diyakini secara pribadi.
2. Respons pihak Ricard Lee

Tak lama setelah kabar soal sertifikat mualafnya dicabut oleh Mualaf Centre Indonesia, pihak Richard Lee menyampaikan pernyataan melalui Instagram. Mereka menyebut akan menghargai setiap proses dan keputusan yang ada.
Bagi mereka, keyakinan merupakan perjalanan pribadi antara manusia dan Tuhan, bukan sekadar label atau dokumen. Selain itu, disebutkan pula bahwa Richard Lee akan tetap fokus menjalani hidup dengan nilai-nilai yang baik dan terus belajar menjadi pribadi yang lebih baik.
“Dr. Richard tetap fokus menjalani hidup dengan nilai yang baik, berbuat yang terbaik untuk orang lain, dan terus belajar menjadi pribadi yang lebih baik. Terima kasih untuk semua yang tetap mendukung dengan bijak. By Admin,” dikutip dari akun Instagram @dr.richard_lee.
3. Tanggapan Derry Sulaiman, sebut Richard Lee masih dalam proses belajar

Menanggapi polemik ini, Ustaz Derry Sulaiman yang membimbing Richard Lee dalam proses mualafnya pada tahun lalu turut memberikan tanggapan. Ia menyebut telah melakukan tabayyun terkait kabar pencabutan sertifikat oleh Mualaf Centre Indonesia. Menurut penjelasan yang ia terima dari Hanny Kristianto, tidak ada pihak yang memiliki hak untuk membatalkan keislaman seseorang. Selama seseorang mengaku beragama Islam dan telah bersyahadat, maka ia pun harus diperlakukan sebagai seorang Muslim.
“Saya gak tahu, dicabut apa gaknya, tapi saya sudah tabayyun, kata beliau, ‘Tidak ada hak saya untuk membatalkan keislaman seseorang.’ Dan memang tidak ada satu orang manusia pun yang bisa mengatakan kamu bukan islam kalau orang itu mengaku saya islam dan bersyahadat. Nah, ketika orang itu bersyahadat, ya kita harus memuliakan dia sebagai seorang islam,” kata ustaz Derry Sulaiman di Instagram-nya, @derrysulaiman.
Menurutnya, mualaf merupakan individu yang masih dalam tahap awal pembelajaran, sehingga wajar jika masih menghadapi berbagai keterbatasan, baik dalam keyakinan, pemahaman, maupun praktik ibadah. Ia kemudian mengungkapkan bahwa Richard Lee sendiri pernah menyampaikan masih dalam proses belajar dan belum mampu menjalankan ajaran agama secara sempurna.
“Berkali-kali juga dr. Richard Lee mengaku kepada saya masih belum mampu mengamalkan agama dengan sempurna, saya pun belum mampu, dan pernah berjanji nanti bulan Ramadan saya akan mulai sholat 5 waktu. Bahkan bikin konten dengan ustaz Khalid Basalamah selama satu bulan full, selama bulan Ramadan. Saya rasa, tidak ada alasan kita untuk membatalkan keislaman siapapun juga, termasuk dr. Richard Lee,” lanjutnya.


















