Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Klara and the Sun (Dok. Sony Pictures/Klara and the Sun)
  • Artikel merekomendasikan lima film bagi penggemar Klara and the Sun, dengan fokus pada kemanusiaan, emosi, dan hubungan manusia dengan teknologi.
  • A.I. Artificial Intelligence, After Yang, dan Her menampilkan robot atau kecerdasan buatan yang memunculkan pertanyaan tentang kasih sayang, ingatan, serta kedekatan emosional.
  • Hunt for the Wilderpeople dan Never Let Me Go memperluas tema kemanusiaan melalui kisah keluarga, penerimaan, serta kehidupan klon yang diperlakukan berbeda dari manusia lain.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Film fiksi ilmiah tidak selalu harus dipenuhi teknologi canggih atau pertarungan manusia melawan robot. Ada juga film yang menggunakan kemajuan teknologi sebagai cara untuk membahas hal-hal yang sangat dekat dengan kehidupan manusia. Salah satu karya yang menarik adalah Klara and the Sun, film adaptasi novel karya Kazuo Ishiguro yang mengangkat hubungan antara manusia dan sebuah robot pendamping bernama Klara.

Daya tarik cerita seperti ini terletak pada pertanyaan tentang apa sebenarnya yang membuat seseorang dianggap manusia. Apakah kemampuan merasakan kasih sayang atau menjalin hubungan emosional juga bisa dimiliki oleh kecerdasan buatan? Jika menyukai tema tersebut, ada beberapa film lain yang menawarkan cerita serupa dengan pendekatan berbeda. Berikut lima film fiksi ilmiah yang cocok ditonton oleh penggemar Klara and the Sun.

1. A.I. Artificial Intelligence (2001)

film A.I. Artificial Intelligence (dok. Warner Bros/A.I. Artificial Intelligence)

Film garapan Steven Spielberg ini awalnya merupakan proyek yang dikembangkan oleh Stanley Kubrick. Setelah Kubrick meninggal dunia, Spielberg melanjutkan proyek tersebut hingga akhirnya A.I. Artificial Intelligence dirilis pada 2001. Ceritanya berpusat pada David (Haley Joel Osment), seorang anak robot yang diadopsi oleh pasangan suami istri ketika anak kandung mereka sedang berada dalam kondisi kriogenik.

Namun, keadaan berubah ketika anak mereka kembali sadar dan David mulai kehilangan tempat dalam keluarga tersebut. Merasa tidak lagi dibutuhkan, David memulai perjalanan untuk mencari Peri Biru yang dipercaya bisa mengubahnya menjadi manusia sungguhan. Kisah ini memiliki kemiripan dengan Klara and the Sun karena sama-sama menghadirkan robot yang memiliki keyakinan dan pemahaman emosional tentang dunia di sekitarnya.

2. After Yang (2021)

After Yang (Dok. A24/After Yang)

Film ini mengikuti sebuah keluarga yang kehilangan Yang (Justin H. Min), android yang selama ini menjadi bagian penting dalam kehidupan mereka. Setelah Yang mengalami kerusakan, Jake (Colin Farrell) berusaha mencari cara untuk memperbaikinya. Namun, berbagai upaya tersebut justru membuat keluarga itu menyadari betapa besar peran Yang dalam kehidupan mereka selama ini.

Ketika mencoba mengakses ingatan Yang, mereka menemukan berbagai kenangan yang sebelumnya tidak pernah diketahui. Ternyata, android tersebut memiliki pengalaman dan sudut pandang pribadi yang membuat keberadaannya jauh lebih berarti daripada sekadar mesin pendamping. Berbeda dari film fiksi ilmiah yang penuh aksi, After Yang bergerak dengan tempo lambat dan suasana melankolis.

3. Hunt for the Wilderpeople (2016)

Hunt for the Wilderpeople (Dok. Piki Films/Hunt for the Wilderpeople)

Tidak semua film yang cocok untuk penggemar Klara and the Sun harus mengangkat teknologi atau kecerdasan buatan. Hunt for the Wilderpeople karya Taika Waititi justru menawarkan cerita komedi petualangan dengan pesan kemanusiaan yang cukup kuat. Film ini mengikuti Ricky (Julian Dennison), seorang anak yang ditempatkan di keluarga asuh baru.

Ia mulai dekat dengan Bella (Rima Te Wiata), ibu asuhnya, tetapi masih kesulitan menjalin hubungan dengan Hector (Sam Neill), suami Bella yang memiliki sifat keras dan tertutup. Kehidupan mereka berubah setelah Bella meninggal dunia dan Ricky memutuskan melarikan diri ke hutan. Hector kemudian menyusulnya, tetapi sebuah kejadian membuat keduanya harus bertahan hidup bersama di alam liar Selandia Baru.

4. Never Let Me Go (2010)

Never Let Me Go (dok. Searchlight Pictures/Never Let Me Go)

Penggemar Klara and the Sun sebaiknya tidak melewatkan Never Let Me Go, film yang juga diadaptasi dari novel karya Kazuo Ishiguro. Ceritanya mengikuti tiga sahabat, Kathy H (Carey Mulligan), Ruth C (Keira Knightley), dan Tommy D (Andrew Garfield), yang tumbuh bersama di sebuah sekolah asrama. Kehidupan mereka awalnya terlihat seperti kehidupan anak-anak pada umumnya.

Namun, seiring bertambahnya usia, mereka mulai mengetahui kenyataan mengerikan tentang asal-usul dan masa depan yang telah ditentukan bagi mereka. Ketiganya ternyata merupakan klon manusia yang diciptakan untuk menjadi donor organ bagi manusia lain. Meski memiliki perasaan, kenangan, dan kemampuan menciptakan karya seni, kehidupan mereka tetap diperlakukan seolah tidak memiliki nilai yang sama dengan manusia lainnya.

5. Her (2013)

Her (dok. Warner Bros/Her)

Her karya Spike Jonze menghadirkan kisah romansa yang tidak biasa antara manusia dan kecerdasan buatan. Film ini mengikuti Theodore Twombly (Joaquin Phoenix), seorang pria kesepian yang masih kesulitan menghadapi perceraian. Ia kemudian membeli sistem operasi canggih bernama Samantha, yang disuarakan oleh Scarlett Johansson. Awalnya, Samantha hanya menjadi asisten virtual yang membantu aktivitas sehari-hari Theodore.

Namun, hubungan mereka berkembang menjadi kedekatan emosional hingga keduanya menjalin hubungan romantis. Melalui kisah tersebut, Her mengeksplorasi bagaimana teknologi bisa menjadi tempat seseorang mencari kasih sayang ketika hubungan antarmanusia terasa sulit. Apakah perasaan yang ditunjukkan oleh kecerdasan buatan bisa dianggap sebagai cinta, atau hanya simulasi yang dirancang untuk memenuhi kebutuhan penggunanya.

Film-film di atas menawarkan sudut pandang berbeda tentang hubungan antara manusia, teknologi, dan emosi. Dari kelima film tersebut, mana yang paling menarik untuk ditonton setelah menikmati Klara and the Sun?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article