Musik Film Pulang Kampung Diracik bak Dunia Disney, Ada Nuansa Frozen

- Viky Sianipar meracik musik Pulang Kampung dengan nuansa Disney, terinspirasi Frozen untuk fantasi ceria dan The Greatest Showman untuk bagian yang lebih gelap serta enerjik.
- Film ini menghadirkan sembilan lagu Batak: delapan lagu lama yang diaransemen ulang dan satu lagu baru, agar penonton dapat bernyanyi sekaligus mengikuti kebutuhan cerita.
- Ko-sutradara Kristo Immanuel mengaku makin tertarik setelah mengenal budaya Batak melalui proses film, serta bangga dan terharu melihat kekayaan budaya yang diangkat.
Jakarta, IDN Times - Walaupun mengangkat budaya Batak, referensi musik Viky Sianipar selaku music director sekaligus komposer film musikal Pulang Kampung ternyata tidak hanya berkutat pada musik tradisional. Saat ditemui IDN Times di kawasan Jakarta Selatan pada Kamis (5/11/2026), Viky mengungkapkan bahwa ia turut mengambil inspirasi dari film animasi Frozen dalam meracik musik film garapan Bene Dion Rajagukguk tersebut, lho.
Bukan tanpa alasan, pendekatan ini ternyata sengaja dipilih untuk menghadirkan nuansa magical fantasy yang dinilai sesuai dengan perjalanan karakter dalam film. Menariknya, inspirasi tersebut juga berangkat dari pengalaman personal Viky dalam melihat dan jatuh cinta pada keindahan alam serta budaya Batak.
1. Cerita Viky Sianipar garap musik film Pulang Kampung, bangun nuansa fantasi yang terinspirasi dari Frozen hingga The Greatest Showman

potret tim produksi film musikal Pulang Kampung saat ditemui di kawasan Jakarta Selatan, Kamis (5/11/2026) (dok. IDN Times/Rani Asnurida) Viky Sianipar turut menuangkan pengalaman personalnya dalam meracik musik film Pulang Kampung. Ia mencoba menerjemahkan perasaan yang ia rasakan saat pertama kali melihat keindahan alam Batak dan perlahan jatuh cinta pada tanah leluhurnya. Nah, bagi Viky, kata yang paling tepat untuk menggambarkan pengalamannya tersebut adalah magical.
“Kisahnya kan tentang anak Jakarta pertama kali pulang kampung dan melihat sesuatu yang luar biasa. Kebetulan ini pengalaman hidupku juga. Jadi aku tahu banget sebagai yang gak ngerti Batak atau mungkin cenderung anti-Batak malah. Pertama kali melihat alam Batak itu kayak gimana, terus yang fall in love-nya kayak gimana. Nah, buat aku, wording yang pas tuh magical,” kata Viky.
Oleh karena itu, Viky pun memilih pendekatan musikal ala Disney untuk menerjemahkan perasaan tersebut. Ia ingin menghadirkan nuansa magical fantasy yang ceria dan sedikit childish, sesuai dengan karakter utama Uli yang centil dan penuh semangat. Setelah berdiskusi, Viky pun menjadikan Frozen sebagai salah satu referensi untuk membangun suasana musikalnya.
“Aku translate ke bahasa musik yang model kayak dunia Disney, magical fantasy, jadi childish banget. Kebetulan karakternya si Uli kayak begitu, centil, ceria. Akhirnya aku propose ke Bene dan ke Dipa, ‘Kita ke Disney-Disney aja, ya.’ Akhirnya secara sound-nya, aku ke Frozen,” lanjut Viky.
Gak cuma menghadirkan nuansa ceria ala film animasi Disney, Viky juga menyiapkan warna musik yang lebih gelap pada bagian tertentu dan menyebut The Greatest Showman sebagai referensinya untuk menghadirkan musik dengan karakter yang dinamis serta enerjik.
“Karena ada bagian yang harus lebih dark, itu musiknya modelnya kayak The Greatest Showman yang bumpy banget.”
2. Alasan selipkan satu lagu baru di antara delapan aransemen lagu lama

potret tim produksi film musikal Pulang Kampung saat ditemui di kawasan Jakarta Selatan, Kamis (5/11/2026) (dok. IDN Times/Rani Asnurida) Pulang Kampung menyiapkan total sembilan lagu Batak yang terdiri dari delapan lagu lama yang diaransemen ulang dan satu lagu baru. Pemilihan lagu-lagu yang sudah akrab di telinga masyarakat ini bukan tanpa alasan. Bene Dion ingin menciptakan pengalaman menonton musikal yang memungkinkan penonton dapat ikut bernyanyi bersama di bioskop.
Meski begitu, Bene merasa bahwa film ini tetap membutuhkan lagu baru agar tidak hanya mengandalkan karya-karya yang sudah ada dengan tetap menyesuaikan kebutuhan cerita.
“Ada satu lagu baru supaya tidak sekadar pake lagu-lagu lama. Jadi ada juga lagu baru yang diingat. Terus kita ngobrol sama Bang Vicky, lagu seperti apa yang mau dibikin. Jadinya kita cari cara supaya lagu ini bener-bener sesuai dengan cerita,” ungkap Bene Dion.
Menurut Bene, satu lagu baru tersebut juga membawa makna yang cukup dalam karena membahas bagaimana cinta dapat didefinisikan melalui hubungan manusia dengan sesama, alam, hingga Tuhan.
Secara spesifik, Viky menjelaskan bahwa lagu tersebut menggambarkan perasaan seseorang yang seolah mendapat panggilan untuk kembali ke tanah leluhurnya, meskipun sejak lahir tumbuh dan besar di Jakarta. Panggilan itu ternyata tidak hanya berkaitan dengan keinginan untuk pulang, tetapi juga tentang pertemuan dengan orang-orang baru, keindahan alam Toba, serta proses menemukan kembali hubungan dengan kampung halaman.
3. Kristo Immanuel akui bangga dan terharu lihat kekayaan budaya Batak di film Pulang Kampung

potret tim produksi film musikal Pulang Kampung saat ditemui di kawasan Jakarta Selatan, Kamis (5/11/2026) (dok. IDN Times/Rani Asnurida) Film Pulang Kampung turut melibatkan Kristo Immanuel sebagai ko-sutradara. Ia juga dipercaya untuk mengarahkan bagian musikal dalam film ini. Menariknya, Kristo mengaku bahwa awalnya ia tertarik bergabung bukan karena cerita tentang budaya Batak, melainkan karena kesempatan untuk menggarap film musikal yang memang sudah lama ingin ia coba.
“Awalnya memang pas diajak, gue lebih tertarik bukan gara-gara Batak. Sejujurnya karena musikalnya,” ungkap Kristo.
Namun, setelah membaca skenario dan mendengar penjelasan Bene, ketertarikannya semakin berkembang. Meski bukan berasal dari suku Batak, Kristo justru merasakan kebanggaan tersendiri ketika mengenal lebih jauh kekayaan budaya yang diangkat dalam film tersebut.
“Ini akan terdengar klise banget, tapi beneran pas nonton dan pas menjalani proses ini, rasanya kayak, ‘Gila, ya, ternyata kita punya budaya seluar biasa ini.’ Sayang sekali kalau ini tidak dilestarikan. Jadi pas ngelihatnya tuh ada rasa bangga banget dan terharu,” lanjutnya.






![[QUIZ] Tebak Cuplikan Serial dan Film 90-an Ini, Hanya Suhu yang Bisa!](https://image.idntimes.com/post/20261105/vs-youtube-gaspsinspanish-sorayamontenegroitatcantoralmaraladelbarrio19954k-youtube-002-1_64bb194a-4a0c-4673-8082-eb42d46c2744.jpg)













