- Genre: thriller, satire, misteri
- Pemain: Julianne Moore, Xander Berkeley
- Sutradara: Todd Haynes
5 Film Feminis Klasik yang Sindir Stigma Gender

- Artikel merekomendasikan lima film feminis klasik alternatif yang mengkritik stigma terhadap perempuan dan peran gender tradisional, dari era sekitar Feminisme Gelombang Kedua hingga 1995.
- Safe dan A Woman Under the Influence menyoroti perempuan yang tetap dibebani tuntutan sebagai istri serta ibu ketika menghadapi kondisi fisik atau trauma psikologis.
- Saute ma ville, The Gold Diggers, dan The Meetings of Anna memakai pendekatan eksperimental atau perjalanan tokoh perempuan untuk membahas kemandirian, uang, status sosial, serta interaksi sosial.
Bosan dengan rekomendasi film feminis yang itu-itu lagi?Tenang, skena film feminis tidak sesempit yang kamu kira. Kalau mau kembali ke masa lalu, kamu bisa menemukan judul-judul yang mungkin belum pernah kamu dengar, padahal kualitasnya gak bercanda.
Coba cek lima rekomendasi film feminis alternatif berikut. Semuanya kompak menyenggol stigma tentang perempuan dan peran tradisional berbasis gender. Ini sejalan dengan periode perilisannya yang berkisar pada periode pergerakan Feminisme Gelombang Kedua (1960-1980-an).
1. Safe (1995)

Safe (dok. Criterion/Safe) Safe berorbit pada seorang ibu rumah tangga kelas menengah atas bernama Carol White. Ia sedang tak enak badan dan kondisinya terus memburuk, tetapi tak ada satu dokter pun yang bisa menegakkan diagnosis. Carol pun tergolek lemah di rumah dengan indikasi alergi dan flu, tetapi sepertinya itu bukan jawaban yang memuaskan.
Pada saat bersamaan, ia tetap harus menjalankan tugasnya sebagai ibu bagi anak tirinya dan istri bagi suaminya. Sebuah film yang cukup menarik, memadukan thriller, satir, misteri, dan sindiran untuk peran gender tradisional.
2. Saute ma ville (1968)

Saute ma ville (dok. Criterion/Saute ma ville) Film feminis alternatif lain yang mungkin belum pernah kamu dengar adalah Saute ma ville, salah satu karya terawal sutradara Chantal Akerman. Premisnya sederhana saja, yakni satu hari dalam kehidupan perempuan lajang yang ia pilih untuk dihabiskan di dalam apartemennya.
Si lakon pulang dengan riang dari luar dengan bunga di tangan dan beberapa barang belanjaan. Ia kemudian masuk ke dalam dapur, lalu menyegel pintu dapurnya dengan selotip cokelat. Tak sampai di sana, keanehan lain muncul karena bukannya memasak, ia justru mengobrak-abrik dapur sambil terus bersenandung senang.
- Genre: drama, satire
- Pemain: Chantal Akerman
- Sutradara: Chantal Akerman
3. The Gold Diggers (1983)

The Gold Diggers (dok. British Film Institute/The Gold Diggers) The Gold Diggers bukan film biasa. Dengan pendekatan avant-garde-nya, Potter mengajakmu melihat perempuan dari sudut pandang yang beda. Ia memakai dua karakter, perempuan dari ras dan latar belakang yang berbeda. Satu hal yang menyamakan mereka adalah aktivitas ekonomi yang mereka lakukan dan persepsi masyarakat tentang keduanya.
Lewat dua lakon ini, Potter sebenarnya mencoba mengeksplorasi hubungan perempuan dengan uang dan status sosial. Tentunya, ini berbeda dengan pandangan orang ketika melihat aktivitas ekonomi dilakukan oleh pria. Menarik!
- Genre: avant-garde, musikal
- Pemain: Â Julie Christie, Kassandra Colson
- Sutradara: Sally Potter
4. A Woman Under the Influence (1974)

A Woman Under the Influence (dok. Criterion/A Woman Under the Influence) Mabel baru saja mengalami kejadian traumatis yang membuatnya bingung dan linglung. Semua terjadi begitu cepat dan sulit baginya untuk memproses semuanya. Parahnya, ia masih dituntut untuk tetap berfungsi normal sebagai ibu dan istri di rumah.
Ketika ia melakukan kesalahan, sang suami justru menganggapnya sebagai keteledoran daripada mencoba mencari tahu apa yang terjadi pada pasangannya. Relasi Mabel dan suaminya bikin merinding, apalagi ketika para pria menggunakan stigma untuk menghakimi perempuan, bahkan perempuan terdekat mereka.
- Genre: drama-psikologi
- Pemain: Gena Rowlands, Peter Falk
- Sutradara: John Cassavetes
5. The Meetings of Anna (1978)

The Meetings of Anna (dok. Criterion/The Meetings of Anna) Bisa masuk kategori film episodic encounters, The Meetings of Anna adalah sebuah rekaman perjalanan seorang sineas perempuan. Ia sedang melakukan tur untuk promosi film terbarunya di beberapa negara Eropa sekaligus.
Selama perjalanan, ia bertemu dan berinteraksi dengan beberapa orang asing: pria, perempuan, keluarga. Namun, semuanya justru memberinya konfirmasi mengapa ia jadi sosok yang pesimis dan antisosial. Apa kira-kira revelasi yang ia dapatkan dari orang-orang itu?
- Genre: drama, episodic encounters
- Pemain: Aurore Clément, Helmut Griem
- Sutradara: Chantal Akerman
Kalau butuh rekomendasi film feminis yang gak pasaran, kelima film di atas jawabannya. Dijamin bikin kamu ketagihan untuk mengulik lebih banyak film serupa yang mungkin terlewat dari pengetahuanmu. Semua bakal jadi sinefil pada waktunya, nih.












![[QUIZ] Tebak Cuplikan Serial dan Film 90-an Ini, Hanya Suhu yang Bisa!](https://image.idntimes.com/post/20261105/vs-youtube-gaspsinspanish-sorayamontenegroitatcantoralmaraladelbarrio19954k-youtube-002-1_64bb194a-4a0c-4673-8082-eb42d46c2744.jpg)







![[OPINI] Sutradara Pria Sering Gagal Bikin Film Feminis](https://image.idntimes.com/post/20260921/mv5bmtg2ntq1ndkwnf5bml5banbnxkftztgwota3ndyymdeat_4d830c3d-43db-4b5f-b2e0-a12ff308b8a1.jpg)
