Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

5 Film Horor Bertema Kutukan yang Mirip Lee Cronin’s The Mummy

5 Film Horor Bertema Kutukan yang Mirip Lee Cronin’s The Mummy
film Lee Cronin’s The Mummy (dok. Warner Bros/The Mummy)
Intinya Sih
  • Artikel membahas daya tarik film horor bertema kutukan yang menonjolkan unsur supranatural, body horror, dan konflik emosional seperti dalam Lee Cronin’s The Mummy.
  • Lima film direkomendasikan: Evil Dead Rise, The Mummy (1999), Bring Her Back, Pet Sematary, dan Blood from the Mummy’s Tomb dengan tema kebangkitan roh serta kutukan kuno.
  • Masing-masing film menghadirkan kombinasi teror psikologis dan drama keluarga yang memperkuat nuansa mencekam sekaligus emosional bagi penonton pecinta genre horor.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Film horor bertema kutukan selalu punya daya tarik tersendiri. Mulai dari kebangkitan roh kuno, kerasukan, hingga kisah keluarga yang diteror kekuatan supranatural, genre ini mampu menghadirkan ketegangan sekaligus cerita emosional yang sulit dilupakan. Tak heran jika Lee Cronin’s The Mummy menjadi salah satu film horor yang paling dinantikan.

Berbeda dengan film mumi klasik yang lebih menonjolkan petualangan atau aksi, Lee Cronin’s The Mummy disebut menghadirkan nuansa horor yang lebih gelap dengan unsur body horror dan teror psikologis yang kuat. Jika kamu penasaran dengan atmosfer serupa, ada beberapa film horor bertema kutukan yang mirip Lee Cronin's The Mummy. Simak di bawah ini.

1. Evil Dead Rise (2023)

Evil Dead Rise.
Evil Dead Rise (Dok. Warner Bros/Evil Dead Rise)

Sebelum menggarap The Mummy, Lee Cronin lebih dulu menyutradarai Evil Dead Rise, film horor yang sukses membuat banyak penonton bergidik. Ceritanya mengikuti dua saudara perempuan yang kembali bertemu setelah lama berpisah. Sayangnya, reuni mereka berubah menjadi mimpi buruk ketika sebuah kitab kuno membangkitkan para Deadites, makhluk jahat yang merasuki manusia.

Film ini menghadirkan body horror yang sangat intens, lengkap dengan adegan-adegan brutal yang membuat penonton sulit berpaling dari layar. Selain menghadirkan teror berdarah-darah, Evil Dead Rise juga mengangkat konflik keluarga sebagai inti cerita. Perjuangan melawan sosok yang telah dirasuki menjadi jauh lebih menyakitkan karena monster tersebut masih memiliki wajah orang yang mereka cintai.

2. The Mummy (1999)

film The Mummy
film The Mummy (dok. Universal Pictures/The Mummy)

Bagi banyak penggemar film, versi The Mummy yang dibintangi Brendan Fraser masih menjadi salah satu adaptasi terbaik sepanjang masa. Film ini menggabungkan aksi, petualangan, komedi, dan horor dalam porsi yang seimbang. Kisahnya mengikuti Rick O'Connell bersama Evelyn dan Jonathan saat tanpa sengaja membangkitkan Imhotep, pendeta Mesir kuno yang membawa kutukan mengerikan.

Walaupun nuansanya jauh lebih ringan dibandingkan Lee Cronin’s The Mummy, film ini tetap menyuguhkan banyak adegan menyeramkan. Mulai dari kumbang pemakan daging hingga kebangkitan mayat hidup berhasil menciptakan suasana mencekam tanpa kehilangan unsur hiburannya. Jika ingin menikmati film bertema mumi klasik, karya ini masih sangat layak ditonton hingga sekarang.

3. Bring Her Back (2025)

Bring Her Back.
Bring Her Back (Dok. A24/Bring Her Back)

Bring Her Back menawarkan horor yang lebih emosional sekaligus menyayat hati. Film ini mengikuti kisah dua bersaudara yang kehilangan ayah mereka dan kemudian diasuh oleh seorang perempuan bernama Laura. Namun, rumah tersebut ternyata menyimpan rahasia kelam, terutama karena Laura masih berusaha menghadapi kehilangan anak kandungnya yang telah meninggal dunia.

Semakin lama, suasana berubah menjadi semakin mengganggu ketika muncul berbagai kejadian aneh yang melibatkan anak asuh lainnya. Film ini memadukan body horror dengan drama keluarga secara efektif sehingga rasa takut yang muncul tidak hanya berasal dari makhluk supranatural, tetapi juga dari luka batin para karakternya.

4. Pet Sematary (1989)

Pet Sematary.
film Pet Sematary (dok. Paramount Pictures/Pet Sematary)

Diadaptasi dari novel karya Stephen King, Pet Sematary merupakan salah satu film horor klasik yang membahas konsekuensi dari menghidupkan kembali orang yang telah meninggal. Setelah putranya tewas dalam kecelakaan tragis, Louis Creed memutuskan untuk menguburkannya di sebuah pemakaman misterius yang dipercaya mampu membangkitkan makhluk mati.

Keputusannya memang berhasil membawa sang anak kembali, tetapi bukan dalam wujud yang sama seperti sebelumnya. Film ini memperlihatkan bagaimana cinta seorang orangtua bisa berubah menjadi petaka ketika ia menolak menerima kenyataan. Nuansa tragis dan konflik emosional tersebut membuat Pet Sematary memiliki kesamaan tema dengan Lee Cronin’s The Mummy.

5. Blood from the Mummy's Tomb (1971)

Blood from the Mummy's Tomb.
Blood from the Mummy's Tomb (Dok. EMI Films/Blood from the Mummy's Tomb)

Jika ingin menikmati film yang lebih dekat dengan mitologi mumi klasik, Blood from the Mummy's Tomb adalah pilihan yang tepat. Film produksi Hammer ini diadaptasi dari novel The Jewel of Seven Stars karya Bram Stoker. Ceritanya mengikuti seorang perempuan muda yang perlahan dirasuki roh Ratu Mesir kuno bernama Tera setelah ayahnya menemukan makam sang ratu.

Alih-alih hanya mengandalkan monster yang bangkit dari kubur, film ini lebih berfokus pada proses kerasukan dan perubahan identitas tokoh utamanya. Teror muncul ketika keluarga menyadari bahwa sosok yang mereka kenal perlahan menghilang dan digantikan oleh kekuatan jahat dari masa lampau. Walaupun efek visualnya sederhana, ketegangannya tetap berhasil meninggalkan kesan mendalam.

Film horor bertema kutukan yang mirip Lee Cronin's The Mummy bisa menjadi pilihan menarik untuk memperpanjang pengalaman menikmati film bertema serupa. Dari kelima rekomendasi film horor di atas, nomor berapa yang paling membuatmu penasaran untuk ditonton terlebih dahulu?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Curated For You
Topics
Editorial Team
Debby Utomo
EditorDebby Utomo

Related Articles

See More