Penulis Paw Patrol Andrew Guerdat Gak Lihat AI sebagai Ancaman Besar

Andrew Guerdat menilai AI belum menjadi ancaman besar bagi penulis karena hanya mampu menghasilkan sesuatu dari hal yang sudah ada sebelumnya.
Ia menegaskan AI hanya berguna untuk tugas teknis, tetapi tidak benar-benar bisa membantu penulis menemukan suara khas yang menjadi identitas unik bagi mereka dalam berkarya.
Andrew mendorong para penulis meluangkan waktu memahami sesuatu yang penting dan unik dari diri mereka agar dapat menciptakan karya orisinal yang berbeda dari orang lain.
Jakarta, IDN Times – Hadirnya teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) belakangan ini memunculkan kekhawatiran bagi para pekerja di industri kreatif. Namun, hal tersebut tampaknya tidak dipandang demikian oleh penulis cerita kawakan Andrew Guerdat.
Ketika berbincang secara eksklusif dengan IDN Times, Andrew berbagi pandangannya mengenai keberadaan AI dalam dunia kepenulisan. Menurutnya, teknologi tersebut bukanlah sebuah ancaman besar saat ini untuk para penulis.
1. Andrew Guerdat gak menganggap AI sebagai ancaman untuk penulis cerita

Andrew meyakini, AI memiliki keterbatasan karena hanya mampu menghasilkan sesuatu berdasarkan hal-hal yang sudah pernah ada atau dikerjakan sebelumnya. Oleh karena itu, ia tidak menganggap AI sebagai ancaman besar bagi penulis.
Alih-alih mengkhawatirkan keberadaan AI, pria yang menulis serial animasi PAW Patrol itu justru mendorong para kreator menemukan identitas atau suara mereka sendiri untuk berkarya. Bagi Andrew, hal tersebut merupakan kunci penting untuk seorang penulis agar bisa menciptakan karya yang orisinal dan berbeda dari yang lain.
"Aku tidak melihat AI sebagai ancaman yang besar. Kunci terpenting bagi setiap penulis, kreator adalah memiliki ciri khas. Sesuatu yang belum pernah dilakukan sebelumnya," ucap Andrew dalam wawancara eksklusif, Sabtu (11/7/2026).
2. Andrew sebut AI gak akan bisa membantu penulis menemukan suara sendiri

Melihat keterbatasan yang dimiliki AI saat ini, Andrew menilai bahwa teknologi tersebut mungkin hanya bermanfaat untuk membantu seseorang mengerjakan tugas-tugas yang bersifat teknis dan tidak lebih dari itu. Berangkat dari situlah, Andrew pun memandang AI tidak akan bisa membantu seorang penulis menemukan suara tersendiri yang menjadi pembeda bagi mereka dalam berkarya.
"Penggunaan AI mungkin saja memiliki manfaat dari segi teknis. Namun, AI tidak bisa membantu seorang penulis menemukan suaranya sendiri," tambahnya.
3. Andrew sarankan penulis luangkan waktu menemukan ciri khasnya untuk berkarya

Di tengah masifnya perkembangan AI, Andrew justru menyarankan para penulis meluangkan waktu secara khusus untuk memahami apa yang benar-benar unik dan penting bagi mereka. Dengan begitu, para penulis dapat menemukan keunikan yang menjadi identitas mereka untuk berkarya.
"Hal terbaik yang bisa mereka lakukan adalah meluangkan waktu dalam kesehariannya, untuk memikirkan apa yang benar-benar penting baginya dan apa yang membuat dirinya unik," kata Andrew.
Lantaran meyakini kekuatan terbesar seorang penulis terletak pada identitas khas, Andrew pun mendorong para kreator untuk tidak membuat karya yang mirip dengan orang lain, melainkan melahirkan sesuatu yang belum pernah ada dan hanya bisa mereka ciptakan sendiri.
"Daripada mencoba membuat serial atau film yang mirip dengan karya orang lain, mereka seharusnya berusaha menciptakan sesuatu yang belum pernah ada sebelumnya, sesuatu yang hanya bisa mereka ciptakan," tutupnya.





















