Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

5 Film Horor dengan Teror Brutal seperti Evil Dead Burn

4 min read
5 Film Horor dengan Teror Brutal seperti Evil Dead Burn
Evil Dead Burn (Dok. Warner Bros/Evil Dead Burn)
  • Infested mengikuti Kaleb saat laba-laba beracun berkembang biak dan meneror kompleks apartemen, memanfaatkan ruang sempit untuk membangun ketegangan.
  • Hokum menghadirkan penulis yang menyelidiki penginapan di Irlandia, sementara Final Destination Bloodlines menampilkan keluarga yang diburu kematian melalui kecelakaan mengerikan.
  • Send Help mengisahkan permainan psikologis penyintas pulau terpencil, sedangkan Cannibal Mukbang menyorot kreator konten dengan rahasia kelam dan aksi brutal.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Film horor punya banyak cara untuk membuat penontonnya ketakutan, mulai dari kemunculan makhluk supernatural hingga adegan berdarah yang sulit dilupakan. Namun, bagi penggemar horor ekstrem, teror yang paling memuaskan biasanya datang dari perpaduan ketegangan dan kekerasan brutal. Formula tersebut menjadi salah satu daya tarik seri Evil Dead, yang dikenal lewat adegan gore dan atmosfer mencekam.

Jika menyukai gaya horor seperti Evil Dead Burn, ada sejumlah film lain yang menawarkan pengalaman serupa dengan pendekatan berbeda. Beberapa menghadirkan serangan makhluk mengerikan, sementara yang lain mengandalkan karakter yang berubah menjadi sosok berbahaya. Berikut lima film horor dengan teror brutal yang bisa menjadi pilihan tontonan jika ingin merasakan ketegangan sekaligus kengerian ekstrem.

  1. 1. Infested (2023)

    Infested.
    Infested (Dok. Netflix/Infested)

    Sebelum menyutradarai Evil Dead Burn, Sébastien Vaniček lebih dulu menarik perhatian lewat Infested, film horor Prancis tentang laba-laba beracun yang meneror sebuah kompleks apartemen. Ceritanya berpusat pada Kaleb, seorang penggemar hewan eksotis yang tanpa sengaja membawa pulang seekor laba-laba berbahaya. Masalah muncul ketika hewan tersebut berkembang biak dengan cepat dan mulai menyerang penghuni gedung.

    Dalam waktu singkat, bangunan yang seharusnya menjadi tempat berlindung berubah menjadi perangkap yang dipenuhi makhluk mematikan. Salah satu kekuatan Infested terletak pada pemanfaatan ruang sempit untuk menciptakan ketegangan yang terus meningkat. Penghuni apartemen harus mencari jalan keluar sambil menghindari serangan laba-laba yang bisa muncul dari sudut tak terduga.

  2. 2. Hokum (2026)

    Hokum.
    film Hokum (dok. NEON/Hokum)

    Film yang dibintangi Adam Scott ini mengikuti Ohm Bauman, seorang penulis yang pergi ke Irlandia untuk menaburkan abu orangtuanya. Selama menginap di sebuah penginapan, ia mulai menyelidiki bagian bangunan yang ditutup untuk pengunjung. Rasa ingin tahunya justru membawanya ke dalam rangkaian kejadian mengerikan yang membuat batas antara kenyataan dan sesuatu yang tidak masuk akal semakin kabur.

    Berbeda dari horor yang langsung mengandalkan kekerasan ekstrem, Hokum membangun ketakutan melalui suasana gelap dan kejutan mendadak. Sosok bertopeng kelinci yang menyeramkan menjadi salah satu elemen yang memperkuat atmosfer ganjil dalam film ini. Ceritanya juga menyinggung trauma masa lalu, sehingga ancaman yang dihadapi tokoh utama terasa lebih personal.

  3. 3. Final Destination Bloodlines (2025)

    Final Destination Bloodlines.
    Final Destination Bloodlines (Dok. Warner Bros/Final Destination Bloodlines)

    Dalam Final Destination Bloodlines, sebuah keluarga harus menghadapi konsekuensi dari upaya leluhur mereka menghindari kematian puluhan tahun sebelumnya. Kejadian masa lalu tersebut ternyata meninggalkan masalah yang belum selesai dan terus membayangi generasi berikutnya. Ancaman utama dalam cerita ini bukanlah pembunuh yang bisa dilawan secara langsung, melainkan kematian yang seolah selalu selangkah lebih maju.

    Film ini mengandalkan rangkaian kecelakaan mengerikan dengan detail yang membuat penonton terus waspada terhadap benda-benda biasa di sekitar karakter. Adegan pembukanya menjadi salah satu bagian paling menegangkan. Meski premisnya berasal dari waralaba lama, Bloodlines tetap menghadirkan kreativitas dalam merancang kematian serta sentuhan humor gelap.

  4. 4. Send Help (2026)

    Send Help.
    Send Help (dok. 20th Century Studios/Send Help)

    Disutradarai Sam Raimi, sosok yang dikenal lewat trilogi orisinal Evil Dead, Send Help memadukan thriller bertahan hidup dengan humor gelap dan kekacauan yang tidak terduga. Film ini mengikuti Linda Liddle, pekerja kantoran yang terdampar di sebuah pulau terpencil bersama Bradley Preston, bosnya yang selama ini memperlakukannya dengan buruk.

    Dalam situasi tersebut, hubungan kekuasaan mereka mulai berubah karena Linda memiliki kemampuan bertahan hidup yang lebih baik. Keadaan yang awalnya tampak seperti perjuangan untuk pulang perlahan berkembang menjadi permainan psikologis yang berbahaya. Rachel McAdams dan Dylan O'Brien membawa dinamika menarik ke dalam cerita.

  5. 5. Cannibal Mukbang (2023)

    Cannibal Mukbang.
    Cannibal Mukbang (Dok. Apple TV+/Cannibal Mukbang)

    Film karya Aimee Kuge ini mengikuti Ash, kreator konten mukbang yang memiliki rahasia mengerikan di balik aktivitasnya di depan kamera. Ia memburu dan memakan para predator seksual setelah mengalami trauma akibat kekerasan yang dialaminya bersama sang saudara ketika masih kecil. Kehidupan Ash kemudian semakin rumit ketika ia menjalin hubungan dengan Mark, pria yang mulai mengenal sisi gelap dirinya.

    Daya tarik film ini terletak pada karakter utamanya yang bisa terlihat menggemaskan dalam satu momen, lalu berubah menjadi sosok yang sangat mengerikan pada momen berikutnya. April Consalo memberikan penampilan yang kontras, sementara penyutradaraan Kuge berusaha menyeimbangkan unsur komedi gelap dengan adegan yang sengaja dibuat menjijikkan.

    Kelima film di atas menawarkan jenis kengerian yang berbeda bagi penggemar Evil Dead Burn. Dari kelima film tersebut, mana yang paling ingin kamu tonton untuk merasakan teror horor berikutnya?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Kisah Koperasi Perempuan di Tepi Rel

Related Articles

See More