6 Film Horor Garapan Constantin Film selain Resident Evil

- Constantin Film, studio di balik Resident Evil sejak 2002, juga memproduksi enam horor lain dengan tema beragam, dari kanibalisme hingga teror luar angkasa.
- Waralaba Wrong Turn menampilkan kelompok tersesat yang diburu keluarga kanibal, sementara reboot 2021 mengubah ancaman menjadi komunitas tertutup bernama The Foundation.
- Daftar lainnya mencakup The Dark, Skinwalkers, Pandorum, The Silence, dan Psycho Killer, yang mengangkat psikologis, manusia serigala, misteri antariksa, makhluk peka suara, serta pembunuh berantai.
Resident Evil (2026) tengah menjadi perbincangan di kalangan penggemar horor dan game setelah mendapat respons positif dari sejumlah kritikus. Film garapan Zach Cregger (Barbarian, Weapons) ini membawa kembali waralaba tersebut ke layar lebar dengan pendekatan yang lebih dekat dengan nuansa survival horror dari gimnya.
Di baliknya, ada Constantin Film yang sudah terlibat dalam waralaba Resident Evil sejak film pertama yang dibintangi Milla Jovovich pada 2002. Namun, meski Resident Evil menjadi karya mereka yang paling populer, studio produksi asal Jerman tersebut ternyata juga pernah menggarap sejumlah film horor lain yang gak kalah menarik.
Kalau kamu sudah menonton semua seri Resident Evil dan penasaran dengan film horor lain dari Constantin Film, enam judul berikut bisa jadi pilihan tontonan. Ada teror keluarga kanibal hingga makhluk mengerikan di luar angkasa!
1. Wrong Turn (2003–2021)

adegan dalam film Wrong Turn (dok. Constantin Film/Wrong Turn) Selain Resident Evil, Wrong Turn juga menjadi waralaba horor yang pernah diproduksi oleh Constantin Film. Film pertamanya yang dirilis pada 2003 mengikuti sekelompok orang yang tersesat di hutan dan harus berusaha bertahan hidup dari keluarga kanibal.
Waralaba ini terus berlanjut lewat beberapa sekuel yang masih mengangkat teror dari keluarga kanibal tersebut. Namun, versi reboot-nya, Wrong Turn (2021), hadir dengan cerita yang berbeda dari enam film sebelumnya. Kali ini, ancaman datang dari komunitas tertutup bernama The Foundation yang tinggal di kawasan pegunungan.
2. The Dark (2005)

adegan dalam film The Dark (dok. Constantin Film/The Dark) Kalau Wrong Turn lebih mengandalkan teror dan situasi survival, The Dark punya cerita yang jauh lebih muram dan pelan. Film horor psikologis yang diadaptasi dari novel Sheep karya Simon Maginn ini memasukkan unsur cerita rakyat ke dalam kisahnya.
Menceritakan Adèlle (Maria Bello) yang membawa putrinya, Sarah (Sophie Stuckey), ke sebuah rumah pantai terpencil di Wales. Liburan tersebut berubah menjadi petaka ketika sang putri menghilang secara misterius di laut. Adèlle kemudian harus menyusuri Annwyn, alam kematian dalam mitologi Wales, demi menukar kembali jiwa anaknya.
3. Skinwalkers (2006)

adegan dalam film Skinwalkers (dok. Constantin Film/Skinwalkers) Kalau kamu suka film manusia serigala yang banyak adegan aksinya, film produksi Constantin Film satu ini bisa jadi pilihan. Skinwalkers gak cuma menampilkan manusia serigala sebagai sosok yang memburu manusia, tapi juga sebagai dua pihak yang saling berkonflik.
Timothy (Matthew Knight) adalah anak laki-laki yang menjadi bagian penting dari konflik tersebut. Ia dibesarkan oleh ibunya, Rachel (Rhona Mitra), bersama kelompok manusia serigala yang sedang mencari obat untuk kutukan mereka. Menjelang ulang tahunnya yang ke-13, Timothy mulai diburu oleh kelompok lain yang ingin mempertahankan kehidupan mereka sebagai manusia serigala.
4. Pandorum (2009)

adegan dalam film Pandorum (dok. Constantin Film/Pandorum) Pandorum membawa penonton ke sebuah pesawat luar angkasa yang menyimpan banyak rahasia. Di sana, dua awak kapal bernama Bower (Ben Foster) dan Payton (Dennis Quaid) terbangun dari tidur panjang tanpa mengingat apa yang terjadi selama perjalanan. Situasi semakin mencekam ketika keduanya sadar kalau mereka ternyata gak sendirian.
Film garapan Christian Alvart ini memadukan horor dengan fiksi ilmiah dan misteri. Alih-alih menjadikan planet asing sebagai sumber teror, Pandorum lebih banyak memanfaatkan ruang sempit di dalam pesawat untuk menciptakan suasana terisolasi yang menegangkan sepanjang film.
5. The Silence (2019)

adegan dalam film The Silence (dok. Constantin Film/The Silence) Kalau pernah menonton A Quiet Place (2018), konsep The Silence mungkin terasa gak asing. Keduanya sama-sama menempatkan suara sebagai sesuatu yang bisa mengancam nyawa. Bedanya, film adaptasi novel karya Tim Lebbon ini punya makhluk sendiri bernama Vesps yang menjadi sumber terornya.
Di pusat cerita ada Ally (Kiernan Shipka), remaja yang kehilangan pendengarannya sejak kecil dan berusaha mencari tempat aman bersama keluarganya di tengah kekacauan. Di sini, kemampuan Ally berkomunikasi menggunakan bahasa isyarat menjadi salah satu hal yang membantu keluarganya bertahan.
6. Psycho Killer (2026)

adegan dalam film Psycho Killer (dok. Constantin Film/Psycho Killer) Gak cuma Resident Evil, tahun ini Constantin Film juga punya film horor baru berjudul Psycho Killer. Film ini memadukan horor dan thriller kriminal melalui kisah seorang polisi yang memburu pembunuh berantai. Menariknya, skenarionya ditulis oleh Andrew Kevin Walker, penulis Se7en (1995), yang namanya tentu gak asing buat penggemar thriller kriminal.
Dalam Psycho Killer, Georgina Campbell berperan sebagai Jane Thorne, polisi yang nekat mengejar Satanic Slasher, sosok yang bertanggung jawab atas kematian suaminya. Gak disangka, pengejaran itu malah membawanya ke kasus yang jauh lebih besar dan mengerikan.
Resident Evil boleh jadi merupakan proyek mereka yang paling hype, tapi enam judul di atas menunjukkan kalau film horor garapan Constantin Film juga cukup beragam. Dari Wrong Turn hingga Psycho Killer, mana yang bakal kamu tonton dulu?
![[INFOGRAFIS] AI Jadi Tempat Curhat: Tren Baru Gen Z & Milenial](https://image.idntimes.com/post/20260429/upload_9c2883de31fbc7ad993691764c90e6e3_dfc3c6ee-e42f-48f6-9f1a-cde1ce74477c.jpg)























