Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

4 Film Indonesia Coming of Age Tayang 2026, Terbaru Nobody Loves Kay

4 Film Indonesia Coming of Age Tayang 2026, Terbaru Nobody Loves Kay
Nobody Loves Kay (dok. Visinema Pictures/Nobody Loves Kay)
Intinya Sih
  • Empat film Indonesia bergenre coming of age dijadwalkan tayang pada 2026, menyoroti perjalanan emosional dan pencarian jati diri para karakter muda.
  • Suka Duka Tawa, Esok Tanpa Ibu, dan Para Perasuk menghadirkan kisah unik tentang hubungan keluarga, teknologi, serta tradisi mistis yang membentuk kedewasaan tokohnya.
  • Nobody Loves Kay menjadi film terbaru yang mengangkat dunia esports dan konflik persahabatan dalam perjuangan seorang pro player mencapai impian besarnya.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Berbeda dengan genre drama romantis, horor, ataupun komedi, genre coming of age bisa dibilang masih cukup jarang di Indonesia. Genre satu ini biasanya menampilkan kisah tentang proses transisi atau perjalanan psikologis, moral, dan emosional dari karakter utamanya dalam masa menuju kedewasaan.

Untuk kamu yang suka dengan genre ini, pada 2026 ada beberapa film yang mengusung genre coming of age, lho. Terbaru Nobody Loves Kay, berikut ini empat film Indonesia yang tayang pada 2026 bergenre coming of age.

1. Suka Duka Tawa

Suka Duka Tawa
Suka Duka Tawa (dok. Bion Films/Suka Duka Tawa)

Suka Duka Tawa menceritakan kisah Tawa (Rachel Amanda), seorang komika muda yang mencoba naik daun dari panggung ke panggung. Keseharian Tawa tidak jauh dari panggung dan mikrofon, tempat dirinya melakukan aksi stand-up comedy, serta mencari sumber keresahan terbaru sebagai bagian komedinya.

Suatu hari, Tawa memperoleh popularitas setelah video stand-up-nya terkenal. Dalam video itu, ia menjadikan kisah pahit masa kecil dan aib ayahnya, Pak Keset (Teuku Rifnu Wikana), sebagai materi.

Dalam materinya, Tawa menceritakan mengenai sang ayah yang merupakan pelawak senior. Pak Keset kerap beraksi di dalam sketsa sebagai punchline, sehingga membuat Tawa kerap mendapat perundungan dari orang di sekitarnya. Berada di layar televisi juga membuat Pak Keset kerap absen dalam perannya sebagai orangtua. Tawa berkata bahwa meski Pak Keset membuat penonton tertawa, pekerjaannya membuat ibu Tawa, Cantik (Marissa Anita), tak lagi tersenyum.

Dengan bahan materi tersebut, Tawa berhasil meraih popularitas. Di sisi lain, karier Pak Keset justru hancur karena cerita yang Tawa sampaikan di panggung. Suatu hari, Tawa akhirnya bertemu lagi dengan sang ayah. Pak Keset kini rela membuka semua aibnya demi membantu Tawa. Akan tetapi, Pak Keset berniat menukar info tersebut demi bersatu kembali dengan keluarganya.

2. Esok Tanpa Ibu

Esok Tanpa Ibu
Esok Tanpa Ibu (dok. Base Entertainment/Esok Tanpa Ibu)

Esok Tanpa Ibu mengikuti kisah Rama (Ali Fikry), seorang remaja yang memiliki hubungan kurang harmonis dengan ayahnya (Ringgo Agus Rahman). Di tengah jarak emosional tersebut, Rama justru sangat dekat dengan ibunya (Dian Sastrowardoyo), yang menjadi satu-satunya tempat ia merasa dipahami.

Namun, kehidupan Rama berubah ketika ibunya tiba-tiba jatuh koma. Kondisi tersebut membuat Rama terpuruk dan diliputi rasa kesepian yang mendalam.

Di tengah keputusasaan, Rama menemukan bantuan tak terduga dari i-BU, sebuah kecerdasan buatan (AI) ciptaan temannya. Melalui i-BU, Rama bisa melihat wajah dan mendengar suara yang menyerupai ibunya, sekaligus menggunakan teknologi tersebut sebagai alat bantu untuk merangsang kerja otak sang ibu. Di antara harapan dan kenyataan, Rama berjuang menghadapi luka batin dan mempertanyakan apakah teknologi mampu menyembuhkan kesepian dan kerinduannya kepada sang ibu.

3. Para Perasuk

Para Perasuk
Para Perasuk (dok. Rekata Studio/Para Perasuk)

Para Perasuk berpusat pada sosok Bayu (Angga Yunanda), seorang pemuda dari Desa Latas yang memiliki cita-cita unik dan menjadi seorang perasuk andal. Di desa tempat tinggalnya, peristiwa kerasukan bukanlah hal yang menakutkan, melainkan sebuah tradisi bertajuk “pesta kerasukan” yang menjadi hiburan sekaligus pemersatu warga. Kehidupan warga Desa Latas bernapas di sekitar sebuah mata air keramat yang dipercaya sebagai sumber kekuatan mistis.

Namun, ketenangan desa terusik saat pihak luar mulai mengincar mata air tersebut untuk digusur demi kepentingan tertentu. Bayu pun mengambil langkah berani. Ia bertekad menjadi Perasuk Utama dalam pesta sambetan besar demi mengumpulkan dana untuk menyelamatkan tanah kelahirannya.

Namun, perjalanan Bayu tak semulus itu. Ia harus menghadapi ujian fisik dan mental yang berat, sembari menyadari bahwa menjadi perasuk bukan sekadar urusan keberanian, melainkan soal menjaga kepercayaan masyarakat yang mempertaruhkan nasib padanya.

4. Nobody Loves Kay

Nobody Loves Kay
Nobody Loves Kay (dok. Visinema Pictures/Nobody Loves Kay)

Nobody Loves Kay berpusat pada Kay (Bima Azriel), seorang pro player Mobile Legends. Kisah dimulai ketika kompetisi tingkat dunia Mobile Legends sedang berada di puncak kemeriahan. Di tengah atmosfer turnamen yang begitu intens tersebut, Kay justru terlempar kembali ke kenangan masa lalunya dan mengingat momen-momen saat cita-citanya kerap dipandang sebelah mata dan hanya dianggap sebagai fantasi kosong orang-orang di sekitarnya.

Masa lalu Kay sebetulnya diwarnai kehadiran dua sahabat karibnya, Ido (Rey Bong) dan Aurelio (Joshia Frederico). Ketiganya sempat berjanji dan bermimpi untuk mengguncang panggung esports dunia bersama-sama.

Namun, tekanan kompetisi yang tinggi serta ambisi buta perlahan mulai mengikis hubungan pertemanan mereka hingga akhirnya memicu perpecahan yang mendalam. Didorong amarah dan ambisi, Kay pun mulai mengorbankan orang-orang terdekatnya satu per satu demi masuk kompetisi besar dan mewujudkan mimpinya menjadi pro player.

Untuk kamu yang sedang berada di fase pencarian jati diri, deretan film-film di atas pastinya bisa banget jadi rekomendasi, nih. Film Nobody Loves Kay sendiri telah tayang di bioskop Indonesia pada 4 Juni 2026 kemarin.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Naufal Al Rahman
EditorNaufal Al Rahman

Related Articles

See More