Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

5 Film Indonesia tentang Pulang Kampung yang Bikin Rindu Rumah

5 Film Indonesia tentang Pulang Kampung yang Bikin Rindu Rumah
poster film Ngeri Ngeri Sedap (dok. Imajinari/Ngeri Ngeri Sedap)
  • Kapan Kawin? menyoroti Dinda yang pulang ke Yogyakarta menghadapi tekanan menikah, sementara kehangatan kampung halaman dan keluarga tetap menariknya kembali.
  • Keluarga Cemara dan Sampai Jadi Debu menggambarkan rumah melalui kebersamaan keluarga, dari adaptasi setelah krisis ekonomi hingga pengorbanan Damar merawat ibunya yang mengidap Alzheimer.
  • Pulang serta Ngeri-Ngeri Sedap mengangkat perjalanan dan konflik keluarga; percakapan, rahasia, jarak, serta luka lama membuka kembali kerinduan untuk berkumpul di rumah.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Ada kalanya kita baru menyadari betapa berharganya rumah setelah tinggal jauh darinya. Jalanan yang dulu terasa biasa dan suara anggota keluarga yang setiap hari terdengar bisa berubah menjadi sesuatu yang sangat dirindukan ketika kita berada di perantauan. Pulang kampung pun bukan hanya tentang kembali ke sebuah tempat, tetapi juga kembali pada orang-orang dan kenangan yang membuat tempat tersebut terasa seperti rumah.

Beberapa film Indonesia berhasil menggambarkan perasaan tersebut dengan cara yang hangat sekaligus emosional. Ceritanya tidak selalu tentang perjalanan pulang secara harfiah, tetapi menghadirkan keluarga, masa lalu, dan hubungan dengan rumah sebagai bagian penting dalam kehidupan karakter. Berikut lima film Indonesia yang bisa membuat kamu diam-diam ingin segera pulang.

  1. 1. Kapan Kawin? (2015)

    cuplikan film Kapan Kawin (youtube.com/Legacy Pictures)
    cuplikan film Kapan Kawin (youtube.com/Legacy Pictures)

    Dinda (Adinia Wirasti) adalah perempuan sukses yang tinggal dan bekerja di Jakarta. Meski kehidupannya terlihat mapan, ia terus mendapat pertanyaan dari keluarga di Yogyakarta mengenai kapan dirinya akan menikah. Situasi tersebut akhirnya membuat Dinda pulang ke kampung halaman dan menghadapi kembali berbagai dinamika bersama keluarganya.

    Kapan Kawin? memang banyak membahas tekanan untuk menikah, tetapi suasana Yogyakarta yang hadir sepanjang cerita memberikan kehangatan tersendiri. Kepulangan Dinda menunjukkan bahwa rumah bisa menjadi tempat yang penuh pertanyaan dan perbedaan pendapat, tetapi tetap memiliki daya tarik yang membuat seseorang ingin kembali. Film ini cocok untuk kamu yang pernah merasa kesal dengan keluarga, tetapi diam-diam tetap merindukan suasana rumah ketika sedang jauh.

  2. 2. Keluarga Cemara (2019)

    poster film Keluarga Cemara 2
    poster film Keluarga Cemara 2 (dok. Visinema Pictures/Keluarga Cemara 2)

    Keluarga Cemara menceritakan tentang Abah (Ringgo Agus Rahman), Emak (Nirina Zubir), Euis (Zara Adhisty), dan Ara (Widuri Puteri) harus meninggalkan kehidupan mereka yang sebelumnya serba berkecukupan setelah masalah ekonomi mengubah keadaan keluarga. Mereka kemudian pindah ke rumah sederhana di sebuah desa dan harus beradaptasi dengan kehidupan yang jauh berbeda. Di tengah berbagai kesulitan, keluarga tersebut perlahan menemukan kembali arti kebersamaan.

    Keluarga Cemara menunjukkan bahwa rumah tidak selalu ditentukan oleh ukuran bangunan atau kemewahan yang dimiliki. Rumah terasa istimewa karena ada orang-orang yang saling menjaga di dalamnya. Film ini bisa membuat kamu merindukan momen-momen sederhana bersama keluarga, terutama ketika menyadari bahwa kebahagiaan di rumah justru datang dari hal-hal yang tidak mahal.

  3. 3. Sampai Jadi Debu (2021)

    cuplikan film Sampai Jadi Debu
    cuplikan film Sampai Jadi Debu (dok. KlikFilm/Sampai Jadi Debu)

    Film ini mengikuti Damar (Wafda Saifan) yang memilih untuk mengorbankan karier dan meninggalkan kekasihnya demi bisa mengurus sang ibu. Damar merasa ini adalah kesempatan terakhir untuk berbakti pada ibunya. Ini juga menjadi waktu emas bagi Damar sebab Bu Sugeng (Cut Mini) menderita Alzheimer dan akan segera melupakan Damar.

    Pulang ke kampung halaman dan mengurus ibu yang sedang sakit adalah plot yang sangat relatable dengan banyak orang. Sampai Jadi Debu memiliki nuansa emosional yang cocok untuk kamu yang sedang berada jauh dari rumah. Film ini mengingatkan bahwa waktu bersama keluarga tidak pernah benar-benar bisa diulang, sehingga momen sederhana ketika masih dapat berkumpul memiliki arti yang besar.

  4. 4. Pulang (2022)

    cuplikan film Pulang
    cuplikan film Pulang (dok. KlikFilm/Pulang)

    Film Pulang (2022) mengisahkan tentang road trip sebuah keluarga kecil yang sedang berada di ambang kehancuran. Pras (Ringgo Agus Rahman) bersama putri sulungnya, Rindu (Ziva Magnolya), berkendara menggunakan mobil untuk menyusul sang istri dan anak bungsunya, yang sudah lebih dulu berada di rumah Eyang mereka. Di balik tujuan menyusul tersebut, perjalanan ini sebenarnya diselimuti suasana tegang karena hubungan pernikahan antara Pras dan Santi yang sedang retak serta terancam berakhir dengan perceraian.

    Sepanjang perjalanan panjang di dalam mobil, ruang yang sempit memaksa Pras dan Rindu untuk saling berbicara dan membuka diri satu sama lain. Berbagai rahasia masa lalu, kesalahpahaman, dan konflik yang selama ini dipendam perlahan mulai terungkap dan menemui titik terang. Perjalanan fisik menuju rumah Eyang tersebut akhirnya berubah menjadi sebuah perjalanan emosional yang mendalam bagi ayah dan anak ini.

  5. 5. Ngeri-Ngeri Sedap (2022)

    poster film Ngeri Ngeri Sedap
    poster film Ngeri Ngeri Sedap (dok. Imajinari/Ngeri Ngeri Sedap)

    Terakhir, ada Ngeri-Ngeri Sedap yang mengikuti Pak Domu (Arswendy Bening Swara) dan Mak Domu (Tika Panggabean) yang tinggal bersama putri mereka di kawasan Danau Toba. Ketiga anak mereka telah memiliki kehidupan masing-masing di perantauan dan jarang pulang karena hubungan mereka dengan sang ayah tak begitu baik. Keinginan untuk kembali berkumpul di rumah kemudian menjadi awal dari berbagai konflik sekaligus momen emosional dalam keluarga tersebut.

    Di balik komedi dan pertengkaran yang mewarnai ceritanya, Ngeri-Ngeri Sedap menyimpan gambaran tentang kerinduan terhadap rumah yang sangat manusiawi. Rumah bukan selalu tempat yang sempurna karena di dalamnya juga ada konflik, perbedaan pandangan, dan luka lama. Namun, ketika jarak memisahkan, hal-hal sederhana seperti makan bersama, bercanda dengan saudara, dan mendengar suara orang tua justru menjadi sesuatu yang sangat dirindukan.

    Pada akhirnya, pulang kampung bukan hanya sekadar perjalanan menuju tempat kita dibesarkan. Ada kenangan yang membuat kampung halaman kita terasa berbeda dari tempat lain. Lima film ini mengingatkan bahwa mungkin alasan kita begitu merindukan rumah bukan karena rumahnya selalu sempurna, tetapi karena di sanalah diri kita pernah bertumbuh. Masukkan lima film di atas ke dalam daftar tontonanmu, yuk!

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More