6 Fakta Unik IKN Terbaru 2026: Ada Tap Water hingga Beruang Madu

- Perpres Nomor 79 Tahun 2025 memproyeksikan IKN sebagai ibu kota politik Indonesia pada 2028, sementara pembangunan infrastruktur di Kalimantan Timur terus dipercepat.
- Tiga hotel telah beroperasi di IKN, yakni Nusantara Inn, Qubika Boutique Hotel Nusantara, dan Swissotel Nusantara; Taman Safari serta Nusantara Park permanen juga direncanakan.
- Transportasi masih memadukan kendaraan listrik dan konvensional, air keran tertentu siap minum, sementara jembatan satwa dibangun untuk menjaga jalur perlintasan fauna liar.
Ibu Kota Nusantara (IKN) diproyeksikan menjadi ibu kota politik Indonesia pada 2028. Ketetapan tersebut tercantum dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 79 Tahun 2025 tentang Pemutakhiran Rencana Kerja Pemerintah Tahun 2025 yang diundangkan pada 30 Juni 2025.
Sejalan dengan rencana tersebut, Otorita IKN terus mempercepat pembangunan berbagai infrastruktur di kawasan ibu kota baru yang berada di Kalimantan Timur. Pembangunan tidak hanya mencakup kantor pemerintahan dan rumah susun, tetapi juga hotel, transportasi, fasilitas publik, destinasi wisata, hingga jembatan khusus satwa liar.
Dalam kunjungan IDN Times ke IKN untuk mengikuti rangkaian perayaan HUT Kemerdekaan RI ke-81 pada 14-17 Agustus 2026, terdapat sejumlah perkembangan terbaru yang menarik diketahui. Di antaranya seperti jumlah hotel yang sudah beroperasi, rencana pembangunan Taman Safari, hingga fasilitas air minum bak negara maju.
Lantas, apa saja fakta unik IKN terbaru 2026? Simak informasi lengkapnya di bawah ini, ya!
1. Hotel di IKN saat ini

Potret Qubika Boutique Hotel Nusantara dan Qubika Resto, IKN, Kalimantan Timur (IDN Times/Dhiya Awlia Azzahra) Hotel menjadi salah satu fasilitas penting bagi wisatawan yang berkunjung ke suatu daerah. Saat ini, terdapat tiga hotel yang menjadi pilihan menginap di kawasan IKN. Ada Nusantara Inn, Qubika Boutique Hotel Nusantara, dan Swissotel Nusantara.
Jika kamu mencari penginapan dengan harga yang lebih terjangkau, Nusantara Inn bisa menjadi pilihan. Hotel ini memiliki fasilitas yang cukup lengkap dan nyaman. Lokasinya juga dekat dengan minimarket dan masjid.
Ada pula Qubika Boutique Hotel Nusantara yang dikenal sebagai hotel kontainer pertama di IKN. Hotel bintang tiga ini mengusung konsep industrial modern dengan bangunan berbahan kontainer yang dipadukan dengan konsep ramah lingkungan.
Sementara itu, bagi yang ingin merasakan pengalaman menginap lebih premium, ada Swissotel Nusantara. Hotel bintang lima ini menawarkan fasilitas akomodasi, kuliner, kesehatan, dan rekreasi di kawasan IKN. Selain ketiganya, sejumlah hotel lain masih dalam tahap pembangunan, seperti Hotel Nusantara, Hotel Vasanta, Four Points by Sheraton, dan lain-lain.
2. Taman Safari akan dibangun di IKN

Potret kebun binatang (pexels.com/Rudy Kirchner) Tak hanya akomodasi, destinasi wisata di IKN juga terus dikembangkan. Salah satunya rencana pembangunan Taman Safari. Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono, menyebut pembangunan Taman Safari menjadi salah satu proyek yang ditunggu di IKN.
Hal tersebut disampaikannya setelah mengikuti upacara HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) IKN, Kalimantan Timur, pada Senin (17/8/2026). Rencana tersebut merupakan bagian dari komitmen Garibaldi Thohir, pengusaha dan investor Indonesia.
"Yang kita tunggu-tunggu itu Taman Safari. Itu sudah komitmen betul dari grupnya Pak Boy Thohir. Ketika bertemu saya beliau bilang, 'Saya tetap mau bangun (Taman Safari), saya tetap komit untuk bangun'," ucap Basuki. Kehadiran Taman Safari nantinya dapat menambah pilihan aktivitas wisata bagi masyarakat yang berkunjung ke IKN.
3. Transportasi di IKN

Potret bus di IKN, Kalimantan Timur (IDN Times/Dhiya Awlia Azzahra) IKN mengusung konsep transportasi yang mendukung gagasan smart city dan smart mobility. Pemerintah sebelumnya telah merencanakan penggunaan kendaraan listrik otonom sebagai salah satu moda transportasi di kawasan ibu kota baru.
Namun, penggunaan kendaraan listrik di IKN saat ini belum sepenuhnya diterapkan. Kendaraan berbahan bakar konvensional masih digunakan untuk menunjang mobilitas, termasuk bagi masyarakat dan pekerja yang beraktivitas di kawasan tersebut.
"Karena listrik itu, kan, service-nya masih susah, jadi dipadupadankan. Untuk busnya saat ini masih gratis," tutur Risa Astuti, salah satu warga asal Sepaku yang ditemui IDN Times di IKN, pada Senin (17/8/2026). Artinya, transportasi di IKN saat ini masih menggunakan kombinasi kendaraan konvensional dan listrik sesuai kebutuhan mobilitas di kawasan.
4. Ada tap water seperti di negara maju

Potret tap water di IKN, Kalimantan Timur (IDN Times/Dhiya Awlia Azzahra) Fakta menarik lainnya, air keran alias tap water di beberapa fasilitas IKN memiliki kualitas air minum yang aman dikonsumsi langsung. Fasilitas tersebut antara lain keran di wastafel rusun dan sejumlah tap water yang ada di area taman.
Air tersebut bersumber dari Bendungan Sepaku Semoi dan intake Sungai Sepaku. Sebelum dialirkan kepada para pengguna, air terlebih dahulu melalui proses pengolahan di instalasi Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Sepaku. Sistem tersebut disiapkan untuk memenuhi kebutuhan air minum di IKN. Air yang telah diolah kemudian disalurkan melalui jaringan pipa berkualitas food grade sehingga aman untuk dikonsumsi.
5. Pembangunan Nusantara Park

Potret Nusantara Park, IKN, Kalimantan Timur (IDN Times/Dhiya Awlia Azzahra) IKN juga memiliki area kuliner untuk masyarakat dan pengunjung. Salah satunya Nusantara Park yang sementara ini berada di samping Plaza Seremoni. Para pedagang yang berjualan di lokasi tersebut saat ini tidak menyewa tenant. Sistem yang diterapkan berupa bagi hasil sebesar 20 persen dengan Artha Graha Network.
Artha Graha Network akan membangun kawasan Nusantara Park secara lebih permanen di lahan seluas 3,8 hektare. Lokasinya direncanakan berada di depan Rumah Sakit Umum Pusat IKN milik Kementerian Kesehatan.
Dalam sesi pemaparan yang sama, Basuki mengatakan konsep kawasan tersebut nantinya akan menyerupai SCBD Park di Jakarta. Desainnya juga akan menyesuaikan kawasan Sumbu Kebangsaan IKN. "Itu nanti jadi miniatur dari Nusantara Park-nya dari Artha Graha," tutur Basuki.
6. Ada beruang madu dan banyak ular

Potret beruang (pexels.com/Janko Ferlic) Meski pembangunan IKN terus berjalan, kawasan ini masih menjadi habitat bagi sejumlah satwa liar. Sebelumnya, kawasan IKN didominasi hutan tanaman industri monokultur eukaliptus. Di tengah proses pembangunan kota hingga saat ini, satwa liar masih dapat ditemukan di habitat sekitarnya dan hutan sekunder di wilayah IKN.
Salah satu satwa yang masih kerap terlihat adalah beruang madu. Menurut Risa Astuti, warga asal Sepaku, beruang madu beberapa kali terlihat di sekitar Hunian Pekerja Konstruksi (HPK) hingga kawasan bendungan.
"Beruang sering keliatan di HPK, keliling-keliling cari makan. Sering muncul di bendungan juga,” kata Risa Astuti saat ditemui IDN Times di IKN, Senin (17/8/2026).
Meski sering muncul di sekitar kawasan aktivitas manusia, Risa mengatakan beruang madu tersebut tidak mengganggu. Ia juga menyebut masih ada sejumlah burung endemik Kalimantan yang dapat ditemukan di sekitar kawasan IKN.
Keberadaan satwa liar juga terpantau di kawasan sungai hingga rusun ASN. Humas Otorita IKN, Luqman Abdul, menyebut salah satu lokasi yang masih menjadi area perlintasan satwa berada di sekitar DAS Sanggai hingga Rusun ASN 3. “Biasanya juga di area Das Sanggai hingga rusun ASN 3,” tambah Luqman.
Selain beruang madu dan burung, satwa lain seperti ular juga masih dapat ditemukan. Menurut Risa, ular yang terlihat umumnya berukuran kecil dan sejauh ini tidak menimbulkan korban. "Paling ular-ular kecil, ular besar kayak gitu aman-aman aja gak ada yang jadi korban," jelas Astuti.
Pembangunan IKN juga dibarengi dengan upaya menjaga keberadaan satwa liar. Salah satunya melalui pembangunan jembatan satwa di atas jalan tol IKN. Infrastruktur ini dirancang sebagai jalur perlintasan satwa, agar dapat berpindah dari satu habitat ke habitat lainnya tanpa harus melintasi jalan tol yang ramai kendaraan. Beberapa satwa yang diperkirakan dapat melintasi jalur tersebut antara lain beruang madu, orangutan Kalimantan, hingga bekantan.
Demikian beberapa fakta unik IKN terbaru 2026. Berbagai pembangunan tersebut menunjukkan bahwa IKN masih terus berkembang, mulai dari fasilitas, akomodasi, hingga destinasi wisatanya. Siap rencanakan liburanmu ke IKN?









![[QUIZ] Member ATEEZ yang Menemanimu Nonton Event Dieng Culture](https://image.idntimes.com/post/20240622/img-20240622-104621-fb3eae35599fb8471cb9a2073c1b2b0f.jpg)
![[QUIZ] Taman Hiburan di Jepang yang Sesuai dengan Kepribadianmu](https://image.idntimes.com/post/20260320/f36d770a-450f-4aee-8c95-2f20175cdc60_5d6f2aa3-84c9-4006-bb08-984f29cf9f4c.jpeg)









