Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
5 Rekomendasi Film Inggris Hasil Adaptasi Novel Sastra Klasik
cuplikan film Little Woman (dok. Pascal Pictures/Little Woman)
  • Artikel merekomendasikan lima film Inggris adaptasi novel sastra klasik: Sense and Sensibility, Pride & Prejudice, Atonement, Little Women, dan Emma.
  • Adaptasi tersebut mengangkat tema yang tetap relevan, seperti cinta, keluarga, kelas sosial, ambisi, rasa bersalah, kemandirian, serta pencarian jati diri.
  • Setiap film menerjemahkan kisah klasik dengan pendekatan berbeda, dari drama romantis emosional hingga komedi ringan, melalui konflik karakter dan visual yang menonjol.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Novel sastra klasik memiliki cerita yang tetap relevan meskipun sudah ditulis puluhan bahkan ratusan tahun lalu. Kisah tentang cinta, keluarga, kelas sosial, ambisi, hingga pergulatan batin membuat karya-karya tersebut terus menarik untuk diadaptasi ke layar lebar. Tidak heran jika banyak film Inggris mengambil inspirasi dari novel klasik dan menghidupkannya kembali melalui karakter serta visual yang mencuri perhatian.

Menariknya, setiap adaptasi memiliki pendekatan yang berbeda dalam menerjemahkan cerita dari halaman buku ke layar. Ada yang mempertahankan nuansa klasiknya, sementara yang lain memberikan sentuhan sinematik yang lebih modern dan emosional. Nah, berikut ini lima rekomendasi film Inggris hasil adaptasi novel sastra klasik yang menarik untuk ditonton, terutama buat kamu yang menyukai drama dengan kisah cinta dan konflik karakter yang kuat. Keep scrolling.

1. Sense and Sensibility (1995)

cuplikan film Sense and Sensibility (dok. Columbia Pictures/Sense and Sensibility)

Sense and Sensibility merupakan adaptasi dari novel karya Jane Austen yang pertama kali diterbitkan pada 1811. Film ini mengikuti kehidupan dua kakak beradik, Elinor Dashwood (Emma Thompson) dan Marianne Dashwood (Kate Winslet), yang memiliki kepribadian sangat berbeda dalam menghadapi cinta dan kehidupan. Setelah keluarga mereka mengalami perubahan kondisi ekonomi, keduanya harus beradaptasi dengan kehidupan baru sekaligus menghadapi berbagai persoalan percintaan.

Elinor dikenal lebih rasional dan mampu menyembunyikan perasaannya, sedangkan Marianne jauh lebih spontan dan mengikuti kata hati. Perbedaan tersebut membuat perjalanan romantis keduanya berkembang dengan cara yang sangat berbeda. Dibintangi oleh Hugh Grant sebagai Edward Ferrars dan Alan Rickman sebagai Colonel Brandon, film ini menawarkan kisah cinta yang lembut sekaligus penuh konflik emosional.

2. Pride and Prejudice (2005)

cuplikan film Pride & Prejudice (dok. Working Title Films/Pride & Prejudice)

Pride & Prejudice diadaptasi dari novel klasik Jane Austen yang pertama kali diterbitkan pada 1813. Ceritanya berpusat pada Elizabeth Bennet (Keira Knightley), perempuan muda yang hidup bersama orang tua dan empat saudara perempuannya. Kehidupannya mulai berubah ketika ia bertemu dengan Mr. Darcy (Matthew Macfadyen), pria kaya yang pada awalnya dianggap angkuh dan sulit didekati.

Hubungan Elizabeth dan Darcy menjadi daya tarik utama film ini karena keduanya sama-sama memiliki prasangka terhadap satu sama lain. Seiring berjalannya cerita, mereka perlahan menyadari bahwa penilaian pertama tidak selalu menggambarkan seseorang secara keseluruhan. Dengan visual pedesaan Inggris yang indah dan chemistry kuat antara Keira Knightley serta Matthew Macfadyen, film ini menjadi salah satu adaptasi Jane Austen yang paling populer.

3. Atonement (2007)

cuplikan film Atonement (dok. Working Title Films/Atonement)

Atonement merupakan adaptasi dari novel karya Ian McEwan yang terbit pada 2001. Film ini menceritakan Briony Tallis (Saoirse Ronan), seorang gadis muda yang melakukan sebuah kesalahan besar setelah salah memahami hubungan antara kakaknya, Cecilia Tallis (Keira Knightley), dan Robbie Turner (James McAvoy). Kesalahannya tersebut kemudian mengubah kehidupan ketiga karakter tersebut secara drastis.

Cerita Atonement tidak hanya membahas percintaan, tetapi juga rasa bersalah, penyesalan, dan dampak sebuah kebohongan terhadap kehidupan seseorang. Hubungan Cecilia dan Robbie harus menghadapi berbagai rintangan yang jauh lebih besar daripada sekadar perbedaan status sosial. Dengan nuansa emosional yang kuat, film ini menjadi salah satu adaptasi sastra yang menghadirkan kisah cinta tragis sekaligus menggugah.

4. Little Women (2019)

cuplikan film Little Woman (dok. Pascal Pictures/Little Woman)

Lalu, ada film Little Women yang diadaptasi dari novel klasik karya Louisa May Alcott yang pertama kali diterbitkan pada 1868–1869. Film ini berfokus pada empat saudara perempuan keluarga March, yaitu Jo March (Saoirse Ronan), Meg March (Emma Watson), Amy March (Florence Pugh), dan Beth March (Eliza Scanlen). Meskipun tumbuh dalam keluarga yang sama, keempatnya memiliki impian, kepribadian, dan pandangan hidup yang berbeda.

Jo memiliki ambisi menjadi penulis dan menolak gagasan bahwa perempuan harus mengikuti kehidupan yang sudah ditentukan masyarakat. Sementara itu, Meg mendambakan kehidupan keluarga, Amy mengejar kesempatan untuk berkembang, dan Beth lebih menikmati kehidupan sederhana bersama keluarganya. Film yang juga dibintangi Timothee Chalamet sebagai Theodore Laurence ini tidak hanya membahas percintaan, tetapi juga persaudaraan, kemandirian, dan perjalanan menemukan kehidupan yang benar-benar diinginkan.

5. Emma. (2020)

cuplikan film Emma. (dok. Working Title Films/Emma.)

Emma. merupakan adaptasi novel Jane Austen yang diterbitkan pada 1815. Film ini mengikuti Emma Woodhouse (Anya Taylor-Joy), perempuan muda kaya dan cerdas yang gemar mencampuri urusan percintaan orang-orang di sekitarnya. Karena merasa dirinya pandai memahami hubungan romantis, Emma sering berusaha menjadi mak comblang meskipun keputusan-keputusannya justru menimbulkan berbagai masalah.

Kehidupan Emma mulai berubah ketika ia perlahan menyadari bahwa dirinya sendiri tidak selalu memahami perasaan orang lain maupun perasaannya sendiri. Hubungannya dengan George Knightley (Johnny Flynn) juga berkembang secara perlahan melalui berbagai perdebatan dan kesalahpahaman. Dengan kostum yang cantik, visual yang cerah, serta humor yang cukup kuat, Emma. menghadirkan versi adaptasi klasik yang terasa lebih ringan dan menyenangkan.

Film-film adaptasi sastra klasik di atas menunjukkan bahwa cerita lama tidak selalu terasa kuno ketika dibawa ke layar lebar. Konflik tentang cinta, keluarga, status sosial, pilihan hidup, dan pencarian jati diri masih sangat mudah untuk dirasakan oleh penonton masa kini. Kalau kamu menyukai film dengan nuansa klasik, kisah romantis yang kuat, dan karakter perempuan yang menarik, lima film ini bisa masuk daftar tontonanmu.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article