- “Berita Kehilangan”
- “o, Tuan”
Film Memburu Pemangsa Gelar Konser Amal, Donasi Disalurkan ke LBH APIK

- Film horor-aksi Memburu Pemangsa garapan Umay Shahab tayang 24 September 2026 dan menggelar konser amal di Pulau Satu, Senayan Park, Jakarta, pada 13 September.
- Donasi Rp50 ribu dari konser disalurkan 100% kepada LBH APIK untuk mendukung bantuan hukum kasus kekerasan terhadap anak di Indonesia.
- Konser menampilkan .Feast, Efek Rumah Kaca, Trust Orchestra, dan Supple; reservasi melalui link donasi dibuka 12 September 2026 pukul 12.00 WIB.
Sinemaku Pictures bersiap menghadirkan film terbaru berjudul Memburu Pemangsa. Disutradarai oleh Umay Shahab, film horror-action ini dijadwalkan tayang di bioskop mulai 24 September 2026.
Jelang penayangannya, Memburu Pemangsa pun tidak hanya memperkenalkan cerita hingga pemainnya, tetapi juga diumumkan akan menggelar konser amal. Berdasarkan pengumuman Umay Shahab di Instagram-nya, seluruh hasil donasi dari konser tersebut akan disumbangkan ke Lembaga Bantuan Hukum Asosiasi Perempuan Indonesia untuk Keadilan (LBH APIK). Di sisi lain, konser amal tersebut juga menghadirkan lineup musisi yang mencuri perhatian, termasuk .Feast.
1. Film Memburu Pemangsa gelar konser amal, pastikan 100% hasil donasi akan disalurkan ke LBH APIK

konser amal film Memburu Pemangsa (Instagram.com/umayshahab) Pada Jumat (11/9/2026) malam, Umay Shahab mengumumkan film Memburu Pemangsa akan menggelar konser amal bertajuk “Suara dari Perburuan: Konser Amal Memburu Mangsa”. Acara tersebut dijadwalkan berlangsung pada 13 September 2026 di Pulau Satu, Senayan Park, Jakarta.
Konser amal ini menjadi kesempatan bagi para penonton untuk berkontribusi melalui donasi sebesar Rp50 ribu. Umay menyebut, 100% dana yang terkumpul akan disalurkan ke Lembaga Bantuan Hukum - Asosiasi Perempuan Indonesia untuk Keadilan (LBH APIK) untuk mendukung bantuan hukum bagi kasus kekerasan terhadap anak di Indonesia.
“Temen-temen bisa jadi bagian dari suara perburuan dengan berdonasi 50 ribu, yang 100% dari donasi akan disalurkan ke Lembaga Bantuan Hukum - Asosiasi Perempuan Indonesia untuk Keadilan (LBH APIK) untuk bantuan hukum kasus kekerasan anak di Indonesia,” bunyi pengumuman Umay Shahab, dilansir dari Instagram-nya, @umayshahab.
2. Dimeriahkan oleh .Feast hingga Efek Rumah Kaca

konser amal film Memburu Pemangsa (Instagram.com/umayshahab) Selain membawa misi amal, konser “Suara dari Perburuan: Konser Amal Memburu Mangsa” juga menghadirkan sejumlah musisi ternama. .Feast dan Efek Rumah Kaca bahkan akan tampil dengan iringan Trust Orchestra, lho. Ada Supple juga yang ikut memeriahkan panggung.
Berikut daftar setlist yang akan dibawakan oleh masing-masing musisi.
.Feast x Trust Orchestra
Efek Rumah Kaca x Trust Orchestra
- “Manifesto”
- “Putih”
- “Seperti Rahim Ibu”
Supple
- “Nothing Can Explain”
- “Lerai Dalam Hati”
- “Terbelah Dua”
Di samping itu, sejumlah pemain film Memburu Pemangsa, yakni Taskya Namya, Andri Mashadi, dan Sadam Permana, serta sutradara Umay Shahab juga akan hadir dalam acara tersebut.
3. Link donasi untuk reservasi tiket dibuka mulai 12 September 2026

poster film Memburu Pemangsa (Instagram.com/umayshahab) Sementara itu, link donasi sekaligus reservasi tiket konser amal “Suara dari Perburuan: Konser Amal Memburu Mangsa” akan dibuka mulai Sabtu (12/9/2026) pukul 12.00 WIB. Umay menyebut informasi lebih lanjut terkait konser amal tersebut bisa dipantau melalui situs resmi memburupemangsa.com.
Memburu Pemangsa mengikuti kisah hilangnya tujuh anak di sebuah kawasan. Empat di antaranya kemudian ditemukan dalam kondisi termutilasi, sementara waktu untuk menyelamatkan tiga anak lainnya semakin menipis.
Agnes (Laura Basuki), pemimpin redaksi Daily Wave News yang skeptis terhadap hal-hal supernatural sejak kehilangan putrinya, akhirnya terpaksa terlibat dalam kasus tersebut setelah menyaksikan langsung penculikan seorang anak. Bersama tiga jurnalis, yakni Cia (Prilly Latuconsina), Brina (Taskya Namya), dan Anya (Yasamin Jasem), serta seorang polisi bernama Petra (Andi Mashadi), Agnes berusaha mengungkap kasus tersebut.
Dalam penyelidikan, mereka dihadapkan pada pilihan sulit antara menyelamatkan diri atau mempertaruhkan nyawa demi menyelamatkan para korban.



















