Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

5 Film Jepang Lawas Karya Mikio Naruse, Underseen Parah!

4 min read
5 Film Jepang Lawas Karya Mikio Naruse, Underseen Parah!
Yearning (dok. Toho/Yearning)
  • Mikio Naruse, sutradara Jepang yang dinilai selevel dengan Akira Kurosawa dan Yasujiro Ozu, memiliki banyak film terpuji meski popularitas karyanya masih terbatas.
  • Lima rekomendasi film Naruse mencakup Yearning, Two in the Shadow, When a Woman Ascends the Stairs, Repast, dan The Approach of Autumn, dengan drama sebagai benang utama.
  • Karya Naruse kerap menyoroti perempuan Jepang yang terhimpit pernikahan, status sosial, dan norma masyarakat, serta menghadirkan dilema hidup secara realistis.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Kalau harus membandingkan Mikio Naruse dengan sutradara Jepang lain, ia selevel dengan Akira Kurosawa dan Yasujiro Ozu. lho. Sayang, secara popularitas, film-filmnya masih underseen alias terlupakan. Kalau kamu mengaku pencinta film yang gak bisa tidur sebelum nonton satu film dalam sehari, coba ulik karya Naruse.

Naruse sudah merilis puluhan film yang hampir semuanya mendapat pujian penonton. Kalau harus memilih 5, ini mungkin yang terbaik dan wajib masuk watchlist-mu sekarang. Spesialis dilema hidup, bersiaplah dibikin bimbang dengan cerita-cerita buatan Naruse.

  1. 1. Yearning (1964)

    Yearning
    Yearning (dok. Toho/Yearning)

    Yearning bisa jadi pengantar untuk menyelami semesta sinematik Mikio Naruse. Ceritanya soal Keiko, janda yang masih tinggal di rumah mertua sambil mengurus bisnis toko kelontong keluarga suaminya. Sudah hampir 10 tahun Keiko sendiri, dan kepelikan mulai muncul ketika toko mulai sepi karena kalah saing dengan supermarket baru.

    Kerabat suaminya mulai resah dan berniat menjual toko itu dan mendorong Keiko untuk menikah lagi. Masalahnya, adik ipar Keiko, Koji, jatuh cinta dan berniat melamarnya. Namun, Keiko bimbang dan khawatir akan penerimaan keluarga mertuanya. Keduanya hanya bisa mendamba satu sama lain.

    • Genre: drama, romance
    • Pemain: Hideko Takamine, Yuzo Kayama
    • Sutradara: Mikio Naruse

  2. 2. Two in the Shadow (1967)

    Two in the Shadows
    Two in the Shadows (dok. Toho/Two in the Shadows)

    Dikenal juga dengan judul Scattered Clouds, film romantis lawas Jepang ini berlakonkan Yumiko, perempuan yang sedang berduka atas kematian suaminya karena kecelakaan. Merasa bersalah, Shiro, yang didakwa sebagai penyebab kecelakaan, memberi Yumiko uang ganti rugi. Yumiko yang tersinggung bersumpah tak akan mau melihat wajah Shiro sampai mereka dipertemukan lagi di sebuah penginapan.

    Yumiko, sepeninggal suaminya, sempat hidup terlunta-lunta karena dicoret dari klan suaminya. Ia diselamatkan oleh kakak iparnya yang juga janda dan diajak bekerja mengelola penginapan. Di sanalah ia bertemu Shiro dan keduanya membentuk koneksi yang mungkin sulit diterima. Namun, melihat nasib Yumiko yang hampir menjadi gelandangan karena statusnya sebagai janda di negeri patriarki seperti Jepang, kita mulai bisa melihat benang merahnya.

    • Genre: drama, romance
    • Pemain: Yuzo Kayama, Yōko Tsukasa
    • Sutradara: Mikio Naruse

  3. 3. When a Woman Ascends the Stairs (1960)

    When a Woman Ascends the Stairs
    When a Woman Ascends the Stairs (dok. Criterion/When a Woman Ascends the Stairs)

    Keiko adalah pramuria berusia 30-an yang bekerja untuk menafkahi ibu dan adiknya. Sadar kariernya tak lama, Keiko sedang menimbang beberapa opsi untuk tetap bisa mendapat nafkah setelah ia tak lagi dilirik klien. Mulai dari menikah sampai membuka bar sendiri. Namun, keduanya juga mengandung konsekuensi yang perlu dipertimbangkan.

    When a Woman Ascends the Stairs tak menawarkan cerita ala dongeng, sentuhan realismenya bikin film ini terasa suram dan tragis. Memang ternyata tidak mudah untuk melakukan mobilitas sosial dengan sistem yang tak mendukung.

    • Genre: drama
    • Pemain: Hideko Takamine, Tatsuya Nakadai
    • Sutradara: Mikio Naruse

  4. 4. Repast (1951)

    Repast
    Repast (dok. Toho/Repast)

    Repast adalah cerita Michiyo, istri seorang pekerja kantoran yang meninggalkan Tokyo untuk tinggal di Osaka mengikuti pekerjaan suaminya. Ia kira hidupnya akan tentram sampai adik iparnya datang dan menyadarkan Michiyo betapa banyak peluang dan potensi yang ia sia-siakan hanya untuk "mengabdi" kepada suaminya. Seperti biasa, meski tak gamblang, Mikio Naruse menggambarkan kenyataan hidup perempuan Jepang era itu yang statusnya bergantung kepada pria.

    • Genre: drama
    • Pemain: Setsuko Hara, Ken Uehara
    • Sutradara: Mikio Naruse

  5. 5. The Approach of Autumn (1960)

    The Approach of Autumn
    The Approach of Autumn (dok. Toho/The Approach of Autumn)

    Dikenal lewat film-film drama romantis dengan lakon orang dewasa, Naruse, dalam The Approach of Autumn, mencoba melihat dunia dari POV anak-anak. Hideo, nama bocah yang dimaksud, pindah ke Tokyo bersama ibu tunggalnya yang harus segera mencari kerja.

    Sementara ibunya sibuk ke sana-sini, Hideo dititipkan di rumah pamannya. Terabaikan dan terasing, Hideo mencoba mencari hiburan sendiri dan bertemu seorang teman sebaya bernama Junko. Perlahan, kita ikut berkenalan dengan karakter baru ini, bocah yang latar belakangnya tak kalah pelik dibanding Hideo.

    • Genre: drama, coming of age
    • Pemain: Kenzaburo Osawa, Futaba Ichiki
    • Sutradara: Mikio Naruse

    Kalau boleh dirangkum, Mikio Naruse cukup sering membahas kehidupan perempuan Jepang yang hidup dalam berbagai kekangan yang diinstitusionalisasi dalam beragam bentuk. Baik ikatan pernikahan, status sosial, maupun norma tertulis dan tak tertulis. Menarik karena Naruse tidak pula menyatakan diri sebagai feminis, tetapi filmnya menginspirasi orang untuk mendiskusikan posisi perempuan dalam masyarakat Jepang.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Di Balik Produksi Operasi Pesta Copet

Related Articles

See More