Kebanyakan film noir ditulis dari perspektif penegak hukum atau aparat, termasuk detektif yang bekerja untuk kepolisian. Ini pola yang wajar dan terbukti berhasil. Bahkan untuk film-film yang pakai pendekatan realisme seperti The Naked City (1948), POV (point-of-view) ini aman-aman saja.
Namun, pernahkah kamu tertarik untuk nonton film noir yang pakai perspektif di luar aparat? Bisa pelaku kriminal, saksi mata, atau bahkan detektif swasta yang tak punya afiliasi dengan otoritas. Film-film noir dengan protagonis proletar, alias kelas pekerja, ini bisa jadi alternatif tontonanmu malam ini.
