Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

5 Film Perang Berlatar Abad ke-19 yang Masih Seru Ditonton

5 Film Perang Berlatar Abad ke-19 yang Masih Seru Ditonton
Cold Mountain (dok. Miramax/Cold Mountain)
Intinya Sih
  • Artikel merekomendasikan lima film perang abad ke-19 yang menggabungkan pertempuran, drama emosional, pergulatan moral, dan dampak konflik bagi masyarakat.
  • Master and Commander serta The Duellists berlatar Perang Napoleon, menyoroti pengejaran kapal Prancis dan rivalitas panjang dua perwira Prancis.
  • Cold Mountain, Glory, dan Lincoln berlatar Perang Saudara Amerika, membahas dampak perang sipil, diskriminasi rasial, serta perjuangan politik menghapus perbudakan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Film perang tidak selalu identik dengan Perang Dunia I atau Perang Dunia II. Jauh sebelum konflik besar di abad ke-20, dunia telah menyaksikan berbagai peperangan yang mengubah jalannya sejarah, mulai dari Perang Napoleon hingga Perang Saudara Amerika. Berbagai peristiwa tersebut kemudian diangkat menjadi film dengan pendekatan yang berbeda-beda.

Menariknya, film-film perang berlatar abad ke-19 tidak hanya menampilkan adegan pertempuran yang megah, tetapi juga mengupas sisi emosional para prajurit, pergulatan moral, hingga dampak perang terhadap masyarakat. Jika kamu menyukai film sejarah yang dipadukan dengan cerita kuat dan sinematografi memukau, lima film perang underrated berikut layak masuk daftar tontonan.

1. Master and Commander: The Far Side of the World (2003)

Master and Commander: The Far Side of the World
Master and Commander: The Far Side of the World (dok. Miramax/Master and Commander: The Far Side of the World)

Disutradarai oleh Peter Weir, film ini membawa penonton ke tengah Perang Napoleon pada 1805. Russell Crowe memerankan Kapten Jack Aubrey yang memimpin kapal perang HMS Surprise dalam misi memburu kapal perang Prancis bernama Acheron. Setelah diserang secara tiba-tiba, Aubrey memilih untuk tidak menyerah dan justru memulai pengejaran panjang melintasi lautan bersama awak kapalnya.

Film ini berhasil menghadirkan ketegangan perang laut yang terasa realistis sekaligus memikat. Hubungan persahabatan antara Aubrey dan dokter kapal Stephen Maturin, yang diperankan Paul Bettany, juga menjadi salah satu kekuatan utama cerita. Meski berlatar sejarah yang cukup spesifik, film ini tetap mudah dinikmati bahkan oleh penonton yang tidak terlalu memahami detail Perang Napoleon.

2. The Duellists (1977)

The Duellists
The Duellists (dok. Paramount Pictures/The Duellists)

Sebelum dikenal lewat berbagai film epik, Ridley Scott memulai karier penyutradaraannya melalui The Duellists. Film ini mengambil latar Perang Napoleon dan mengikuti perseteruan dua perwira Prancis, Gabriel Féraud dan Armand d'Hubert. Konflik mereka bermula dari sebuah duel kecil yang kemudian berkembang menjadi rivalitas panjang selama lebih dari satu dekade.

Alih-alih hanya menampilkan perang berskala besar, film ini lebih menyoroti pertarungan harga diri, kehormatan, dan ambisi pribadi. Setiap pertemuan kedua tokoh selalu dipenuhi ketegangan yang membuat penonton penasaran dengan akhir konflik mereka. Visual khas Ridley Scott juga sudah terlihat sejak debutnya ini, menghadirkan suasana Eropa awal abad ke-19 yang begitu indah sekaligus suram.

3. Cold Mountain (2003)

Cold Mountain
Cold Mountain (dok. Miramax/Cold Mountain)

Berlatar Perang Saudara Amerika, Cold Mountain menawarkan kisah yang lebih emosional dibandingkan film perang pada umumnya. Cerita berfokus pada W.P. Inman, seorang prajurit Konfederasi yang memutuskan meninggalkan medan perang demi kembali kepada perempuan yang dicintainya, Ada Monroe.

Di sisi lain, Ada berjuang mempertahankan pertanian keluarganya dengan bantuan Ruby Thewes, seorang perempuan tangguh yang mengubah hidupnya. Film ini tidak hanya memperlihatkan kerasnya peperangan, tetapi juga menggambarkan bagaimana konflik memengaruhi kehidupan masyarakat sipil.

Hubungan persahabatan antara Ada dan Ruby menjadi salah satu aspek paling menyentuh dalam cerita. Penampilan Jude Law, Nicole Kidman, dan Renée Zellweger yang berhasil meraih Oscar membuat Cold Mountain terasa semakin hidup.

4. Glory (1989)

Glory
Glory (dok. Columbia Pictures/Glory)

Glory mengangkat kisah nyata Resimen Infanteri Massachusetts ke-54, salah satu pasukan pertama yang mayoritas anggotanya merupakan tentara kulit hitam dalam Perang Saudara Amerika. Matthew Broderick berperan sebagai Kolonel Robert Gould Shaw yang memimpin pasukan tersebut, sementara Denzel Washington, Morgan Freeman, Cary Elwes, dan Andre Braugher tampil sebagai para prajurit dengan latar belakang berbeda.

Film ini memperlihatkan bahwa perjuangan mereka tidak hanya melawan musuh di medan perang, tetapi juga menghadapi diskriminasi rasial dari pihak sendiri. Keberanian, pengorbanan, dan semangat untuk memperoleh kesetaraan menjadi tema utama yang membuat Glory tetap relevan hingga sekarang. Penampilan luar biasa Denzel Washington bahkan mengantarkannya meraih Oscar Aktor Pendukung Terbaik.

5. Lincoln (2012)

Lincoln
Lincoln (dok. Dreamworks/Lincoln)

Disutradarai oleh Steven Spielberg, Lincoln menghadirkan potret Abraham Lincoln pada tahun-tahun terakhir hidupnya, tepat ketika Perang Saudara Amerika mendekati akhir. Fokus cerita bukan pada pertempuran, melainkan perjuangan politik Lincoln dalam mengesahkan amendemen yang menghapus perbudakan di Amerika Serikat. Daniel Day-Lewis tampil luar biasa hingga benar-benar menjelma menjadi sosok presiden legendaris tersebut.

Meski minim adegan perang, ketegangan politik yang ditampilkan justru menjadi daya tarik utama film ini. Penonton diajak melihat bahwa keputusan di ruang sidang dapat menentukan nasib jutaan orang, sama besarnya dengan kemenangan di medan tempur.

Didukung akting Sally Field, Tommy Lee Jones, Joseph Gordon-Levitt, dan David Strathairn, Lincoln tampil sebagai drama sejarah yang cerdas sekaligus emosional. Tidak mengherankan jika film ini meraih banyak nominasi Oscar dan mengantarkan Daniel Day-Lewis memenangkan Piala Oscar ketiganya sebagai Aktor Terbaik.

Film perang berlatar abad ke-19 menawarkan sudut pandang yang berbeda dibandingkan dengan film perang modern. Dari kelima film tersebut, mana yang paling membuatmu penasaran untuk segera ditonton?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More