Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
5 Film Romansa Inggris dengan Cerita Right Person, Wrong Time
cuplikan film The Last Letter from Your Lover (dok. Blueprint Pictures/The Last Letter from Your Lover)

Pernah gak kamu bertemu seseorang yang terasa begitu tepat, tetapi keadaan justru membuat kalian tidak bisa bersama? Kalian mungkin saling mencintai dan membayangkan masa depan bersama. Namun, perbedaan prioritas, kesempatan yang terlewat, atau waktu yang tidak berpihak membuat hubungan tersebut harus menghadapi kenyataan pahit. Inilah gambaran kisah right person, wrong time yang sering kali terasa dekat dengan kehidupan nyata.

Film romansa Inggris punya banyak cerita yang mengeksplorasi cinta, penyesalan, dan kesempatan kedua dengan pendekatan yang emosional. Beberapa menghadirkan pasangan yang terpisah oleh keadaan, sementara yang lain memperlihatkan bagaimana waktu mengubah perasaan dan pilihan seseorang. Kalau kamu menyukai kisah cinta yang manis sekaligus menyakitkan, lima film produksi Inggris tentang right person, wrong time, khusus untukmu!

1. An Education (2009)

cuplikan film An Education (dok. BBC Films/An Education)

An Education mengikuti Jenny Mellor (Carey Mulligan), seorang siswi cerdas yang tinggal di pinggiran London pada awal 1960-an. Hidupnya berubah ketika ia bertemu David Goldman (Peter Sarsgaard), pria dewasa yang karismatik dan menawarkan pengalaman baru di luar rutinitas sekolahnya. Jenny mulai membayangkan masa depan yang berbeda, tetapi hubungan tersebut membuatnya harus mempertimbangkan kembali pendidikan, ambisi, dan pilihan hidupnya.

Seiring berjalannya waktu, Jenny menyadari bahwa perasaan cinta dan pesona seseorang tidak selalu sejalan dengan masa depan yang ia inginkan. Hubungan mereka membuka kenyataan yang membuat Jenny mempertanyakan keputusannya sendiri. Film ini cocok untuk tema right person, wrong time dari sudut pandang yang lebih getir. Karena terkadang, seseorang hadir ketika kita sedang mencari arah hidup, tetapi belum tentu menjadi pasangan yang tepat untuk masa depan kita.

2. Atonement (2007)

cuplikan film Atonement (dok. Working Title Films/Atonement)

Atonement mengisahkan Cecilia Tallis (Keira Knightley) dan Robbie Turner (James McAvoy), dua orang yang saling mencintai tetapi harus menghadapi tragedi akibat sebuah tuduhan palsu. Kesalahpahaman yang dipicu oleh Briony Tallis (Saoirse Ronan), adik Cecilia, menghancurkan masa depan Robbie dan memisahkan pasangan tersebut. Padahal, keduanya sebenarnya ingin membangun kehidupan bersama setelah melewati perbedaan status sosial.

Ketika Perang Dunia II semakin memperburuk keadaan, kesempatan Cecilia dan Robbie untuk kembali bersatu menjadi semakin kecil. Perasaan mereka tetap bertahan, tetapi cinta saja tidak cukup untuk memperbaiki kerusakan yang telah terjadi. Film ini menjadi gambaran menyakitkan tentang bagaimana sebuah kesalahan dan waktu yang terus berjalan dapat merenggut kesempatan dua orang yang seharusnya bisa bersama.

3. One Day (2011)

cuplikan film One Day (dok. Random House Films/One Day)

One Day mengikuti Emma Morley (Anne Hathaway) dan Dexter Mayhew (Jim Sturgess), dua sahabat yang bertemu pada hari kelulusan mereka pada 15 Juli 1988. Meskipun memiliki kedekatan yang istimewa, perjalanan hidup membawa mereka ke arah yang berbeda. Emma berusaha membangun kehidupan dan kariernya, sedangkan Dexter menikmati popularitas dan kesempatan yang datang kepadanya, meski harus menghadapi persoalan pribadi.

Selama bertahun-tahun, hubungan mereka terus berubah, tetapi kedekatan emosional di antara keduanya tidak pernah benar-benar hilang. Ada saat ketika salah satu siap melangkah lebih jauh, sementara yang lain belum mampu memberikan komitmen yang sama. Film ini memperlihatkan bagaimana dua orang bisa memiliki ikatan kuat, tetapi membutuhkan waktu panjang untuk memahami perasaan mereka sendiri karena tidak semua kesempatan bisa menunggu selamanya.

4. The Last Letter from Your Lover (2021)

cuplikan film The Last Letter from Your Lover (dok. Blueprint Pictures/The Last Letter from Your Lover)

Film romansa The Last Letter from Your Lover menghadirkan dua kisah cinta dari masa yang berbeda. Jennifer Stirling (Shailene Woodley) adalah perempuan yang menjalani kehidupan pernikahan penuh keterbatasan pada tahun 1960-an, ketika ia menjalin hubungan rahasia dengan Anthony O’Hare (Callum Turner), seorang jurnalis. Di masa kini, Ellie Haworth (Felicity Jones), seorang jurnalis, menemukan surat-surat lama yang mengungkap hubungan tersebut dan berusaha mencari tahu bagaimana kisah cinta mereka berakhir.

Hubungan Jennifer dan Anthony tumbuh di tengah batasan sosial serta pernikahan yang membuat mereka sulit menentukan jalan hidup sendiri. Surat-surat mereka menyimpan kerinduan, harapan, dan keputusan yang dipengaruhi keadaan pada masa itu. Melalui dua lini waktu, film ini menunjukkan bahwa cinta bisa tetap hidup selama bertahun-tahun, meskipun kesempatan untuk bersama tidak selalu datang pada saat yang tepat.

5. Rye Lane (2023)

cuplikan film Rye Lane (dok. BBC Film/Rye Lane)

Rye Lane merupakan film romansa Inggris yang mengikuti Dom (David Jonsson) dan Yas (Vivian Oparah), dua orang yang bertemu secara kebetulan di London ketika sama-sama sedang berusaha pulih dari hubungan sebelumnya. Dom masih terluka setelah putus cinta, sementara Yas juga membawa pengalaman masa lalu yang memengaruhi cara pandangnya terhadap hubungan baru. Pertemuan mereka kemudian berkembang menjadi petualangan sehari yang penuh percakapan, humor, dan ketertarikan yang tidak terduga.

Berbeda dari film-film sebelumnya, Rye Lane menghadirkan kisah yang lebih ringan dan optimistis. Dom dan Yas menunjukkan bahwa seseorang mungkin bertemu dengan orang yang tepat ketika dirinya belum sepenuhnya pulih atau siap membuka hati. Meski begitu, perjalanan mereka memberi kesempatan untuk belajar dari masa lalu dan mempertimbangkan kemungkinan cinta yang baru. Film ini cocok untuk kamu yang ingin menikmati cerita tentang waktu yang kurang ideal, tetapi masih menyisakan harapan.

Pada akhirnya, kisah right person, wrong time mengingatkan kita bahwa kecocokan dan perasaan cinta tidak selalu cukup untuk membuat dua orang bisa bersama. Ada banyak faktor yang bisa menghalangi, dan lebih dari itu, ada dua insan yang saling mencintai tapi tak ditakdirkan bersama. Kelima film ini menawarkan sudut pandang berbeda tentang cinta yang datang pada waktu yang tidak selalu tepat. Kamu mau nonton yang mana dulu, nih?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

EditorAtqo Sy

Related Article