Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

5 Film Underrated Era 90-an yang Ternyata Masih Seru Ditonton

4 min read
5 Film Underrated Era 90-an yang Ternyata Masih Seru Ditonton
Hackers (Dok. MGM/Hackers)
  • Artikel menyoroti lima film era 1990-an yang awalnya kurang populer, tetapi kemudian diapresiasi karena cerita, karakter, dan gaya khas zamannya.
  • Pump Up the Volume, Empire Records, dan Drop Dead Gorgeous mengangkat keresahan remaja, perjuangan mempertahankan toko musik, serta satire gelap tentang kontes kecantikan.
  • Strange Days memadukan fiksi ilmiah dan konspirasi kriminal, sementara Hackers menampilkan petualangan peretasan dengan pesona budaya digital 1990-an.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Era 1990-an menjadi salah satu periode yang melahirkan banyak film ikonik dari berbagai genre, mulai dari komedi remaja hingga thriller fiksi ilmiah. Beberapa di antaranya masih sering dibicarakan dan dikenang sampai sekarang. Namun, tidak semua film dari era tersebut berhasil mendapatkan popularitas sama, bahkan ada yang perlahan terlupakan meskipun menawarkan cerita dan karakter menarik.

Menariknya, sejumlah film yang kurang mendapat perhatian saat pertama kali dirilis justru semakin diapresiasi seiring berjalannya waktu. Ada yang memiliki gaya visual khas 90-an hingga menggambarkan kehidupan anak muda dengan cara yang berbeda. Kalau sedang mencari tontonan lawas yang tidak terlalu mainstream, lima film underrated era 90-an berikut ini bisa masuk daftar tontonanmu.

  1. 1. Pump Up the Volume (1990)

    Pump Up the Volume.
    Pump Up the Volume (Dok. New Line Cinema/Pump Up the Volume)

    Sebelum podcast dan media sosial menjadi sarana untuk menyampaikan pendapat, Pump Up the Volume sudah mengangkat kisah seorang remaja yang berani bersuara melalui siaran radio anonim. Film ini mengikuti Mark Hunter (Christian Slater), siswa pendiam yang diam-diam menjadi penyiar radio dengan nama Hard Harry. Dalam siarannya, ia membahas berbagai persoalan di sekolah sekaligus menyuarakan keresahan teman-teman seusianya.

    Popularitas siaran tersebut terus meningkat, tetapi hal itu juga membuat pihak sekolah berusaha menghentikannya. Meski tidak sepenuhnya gagal secara komersial, film ini tidak berkembang menjadi tontonan remaja yang sepopuler sejumlah film lain pada masanya. Penampilan Christian Slater menjadi salah satu alasan film ini layak ditonton kembali.

  2. 2. Empire Records (1995)

    Empire Records.
    Empire Records (Dok. Regency Pictures/Empire Records)

    Empire Records menawarkan kisah tentang sekelompok anak muda yang bekerja di sebuah toko musik independen dan berusaha mempertahankan tempat yang berarti bagi mereka. Masalah muncul ketika toko tersebut terancam dijual kepada jaringan ritel besar. Salah satu pegawainya, Lucas (Rory Cochrane), mencoba menyelamatkan toko setelah mengambil keputusan berisiko terkait uang perusahaan.

    Di tengah konflik tersebut, karakter lain seperti Corey (Liv Tyler), Gina (Renée Zellweger), dan Deb (Robin Tunney) juga menghadapi persoalan pribadi, hubungan asmara, serta kebingungan menentukan masa depan. Film ini sempat kesulitan mendapatkan sambutan luas karena alurnya terasa kurang konsisten. Meski begitu, film ini perlahan menemukan penggemarnya melalui perilisan video rumahan dan penonton generasi berikutnya.

  3. 3. Drop Dead Gorgeous (1999)

    Drop Dead Gorgeous.
    Drop Dead Gorgeous (Dok. New Line Cinema/Drop Dead Gorgeous)

    Buat penonton yang menyukai komedi satir dengan humor gelap, Drop Dead Gorgeous bisa menjadi pilihan menarik. Film ini berpusat pada kontes kecantikan di sebuah kota kecil di Minnesota, tempat Amber Atkins (Kirsten Dunst) berusaha memenangkan kompetisi sambil bersaing dengan Becky Leeman (Denise Richards). Namun, persaingan tersebut berubah semakin kacau ketika sejumlah kecelakaan mencurigakan mulai menimpa para peserta.

    Perlahan, terlihat bahwa sebagian orang rela melakukan berbagai cara demi meraih kemenangan dan mendapatkan pengakuan. Ketika dirilis, film ini tidak langsung mendapat sambutan positif dari para kritikus maupun penonton secara luas. Salah satu penyebabnya adalah gaya komedinya yang sengaja berlebihan. Namun, di balik kelucuannya yang absurd, Drop Dead Gorgeous menyindir obsesi terhadap tekanan untuk selalu terlihat sempurna.

  4. 4. Strange Days (1995)

    Strange Days.
    Strange Days (Dok. Lightstorm Ent./Strange Days)

    Berlatar Los Angeles menjelang pergantian milenium pada akhir 1999, film ini mengikuti Lenny Nero (Ralph Fiennes), mantan polisi yang menjual rekaman pengalaman orang lain. Teknologi tersebut memungkinkan seseorang merasakan kembali ingatan, sensasi fisik, dan emosi milik orang lain melalui sebuah perangkat khusus.

    Namun, ketika sebuah rekaman menyeret Lenny ke dalam kasus pembunuhan, ia meminta bantuan temannya, Mace (Angela Bassett), untuk mengungkap konspirasi yang lebih besar.  Film garapan Kathryn Bigelow ini menggabungkan unsur fiksi ilmiah, kriminal, dan ketegangan politik dalam cerita yang cukup kompleks.

  5. 5. Hackers (1995)

    Hackers.
    Hackers (Dok. MGM/Hackers)

    Sebelum dikenal luas lewat film seperti Mr. & Mrs. Smith dan Lara Croft: Tomb Raider, Angelina Jolie lebih dulu tampil dalam Hackers. Film ini mengikuti Dade Murphy (Jonny Lee Miller), seorang remaja yang memiliki kemampuan meretas komputer dan kemudian bertemu dengan kelompok anak muda yang memiliki keterampilan serupa. Salah satu anggota kelompok tersebut adalah Kate Libby (Jolie), yang dikenal dengan nama Acid Burn.

    Petualangan mereka berubah menjadi masalah serius ketika sebuah aksi peretasan membawa mereka ke dalam konspirasi perusahaan yang berbahaya. Saat dirilis, Hackers kurang berhasil di box office dan menerima ulasan yang beragam, salah satunya karena penggambaran aktivitas peretasan yang jauh dari kenyataan.

    Beberapa adegannya bahkan terlihat seperti permainan video jika ditonton dengan standar teknologi masa kini. Namun, justru di situlah letak pesonanya sebagai potret budaya digital era 90-an, ketika internet belum menjadi bagian rutin kehidupan kebanyakan orang.

    Kelima film di atas membuktikan bahwa tidak semua tontonan menarik langsung mendapat tempat di hati penonton ketika pertama kali dirilis. Kalau ingin menemukan film lawas yang mungkin belum pernah ditonton atau ingin bernostalgia dengan sinema klasik, film mana yang paling ingin kamu tonton lebih dulu?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Kisah Koperasi Perempuan di Tepi Rel

Related Articles

See More