Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Dian Sastro Nostalgia Masa Kuliah Buat Kinan, Pernah Ikut Pergerakan!

3 min read
Dian Sastro Nostalgia Masa Kuliah Buat Kinan, Pernah Ikut Pergerakan!
Dian Sastro dalam konferensi pers pada Selasa (20/10/2026) (IDN Times/Elizabeth Chiquita)
  • Dian Sastrowardoyo memandang peran Kinan dalam film Laut Bercerita sebagai karakter berbobot yang harus dimainkan serius dan tidak boleh dilakukan sembarangan.
  • Untuk mendalami Kinan, Dian mengingat keterlibatannya dalam kegiatan mahasiswa pada 2000–2001 yang menyuarakan keresahan, ketika atmosfer pasca-Reformasi 1998 masih terasa.
  • Dian mengasah kepekaan terhadap ketidakadilan melalui gerak tubuh dan cara bicara Kinan; Laut Bercerita, adaptasi novel Leila S. Chudori, tayang 29 Oktober.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Dian Sastrowardoyo buka-bukaan dalam melakukan pendekatannya untuk memerankan Kinan di film Laut Bercerita. Untuk mendalaminya, aktris kelahiran 1982 ini mengingat kembali pengalamannya saat masih duduk di bangku kuliah. Ia mengungkapkan bahwa pernah terlibat dalam kegiatan mahasiswa yang menyuarakan keresahan mereka.

Pengalaman tersebut menjadi salah satu referensi Dian untuk memahami perasaan Kinan, terutama ketika berhadapan dengan ketidakadilan. Berikut selengkapnya.

  1. 1. Dian Sastro merasa gak bisa main-main dalam memerankan Kinan

    Dian Sastro dalam konferensi pers pada Selasa (20/10/2026)
    Dian Sastro dalam konferensi pers pada Selasa (20/10/2026) (IDN Times/Elizabeth Chiquita)

    Sudah mengincar untuk memerankannya sejak film panjang, Dian Sastrowardoyo menganggap Kinan sebagai karakter yang harus diperankan dengan penuh keseriusan. Ia merasa peran tersebut memiliki bobot yang besar sehingga dirinya gak ingin sembarangan dalam membawakannya.

    "Saya sama sekali tidak menganggap enteng kalau menjawab yang diberikan kepada saya, karena buat saya ini karakter yang bagus banget, dan saya gak boleh salah-salah memerankannya. Ini benar-benar harus bagus jadinya," ujarnya dalam konferensi pers pada Selasa (20/10/2026).

  2. 2. Kenang masa kuliah saat aktif di gerakan mahasiswa demi mendalami tokoh Kinan

    Dian Sastro dalam konferensi pers pada Selasa (20/10/2026)
    Dian Sastro dalam konferensi pers pada Selasa (20/10/2026) (IDN Times/Elizabeth Chiquita)

    Salah satu pendekatan Dian untuk mendalami karakter Kinan adalah dengan mengingat kembali masa mudanya saat masih menjadi mahasiswa. Pada masa itu, ia sempat mengikuti kegiatan bersama mahasiswa lain untuk menyuarakan keresahan yang mereka rasakan.

    "Approach saya pada karakter Kinan itu banyak. Saya jadi ingat juga sama zaman saya waktu kuliah dulu, karena waktu saya kuliah itu juga saya sempat tergabung dalam kegiatan-kegiatan bersama teman-teman mahasiswa yang lain untuk ikut menyuarakan perasaan-perasaan kita yang waktu itu kita rasain," ujarnya.

    Dian juga mengenang masa kuliahnya pada 2000–2001, ketika dampak gerakan Reformasi 1998 masih terasa di lingkungan mahasiswa. Ia menyebut kakak-kakak tingkatnya yang mengalami langsung peristiwa tersebut turut memengaruhi suasana dan berbagai kegiatan mahasiswa pada masa itu.

    "Jadi waktu itu anak-anaknya masih habis dari 98 terus, habis itu kakak-kakak kelas 98 juga masih jadi kakak-kakak senior buat angkatan kita. Dan itu tuh masih banyak sekali kegiatan-kegiatan yang menyusul dari 98, dan saya ikut tergabung menyuarakan keresahan-keresahan kita dalam berbagai kegiatan," kenang Dian.

  3. 3. Dian Sastro mengasah kepekaan terhadap ketidakadilan lewat nostalgianya

    Dian Sastro dalam konferensi pers pada Selasa (20/10/2026)
    Dian Sastro dalam konferensi pers pada Selasa (20/10/2026) (IDN Times/Elizabeth Chiquita)

    Selain mengingat pengalaman masa kuliah, Dian juga berusaha mengasah kepekaannya terhadap ketidakadilan yang dialami Kinan. Menurutnya, perasaan tersebut perlu diterjemahkan melalui bahasa tubuh dan cara berbicara agar karakternya terasa hidup di layar.

    "Yang pasti approach kepada Kinan itu adalah mengasah rasa peka terhadap ketidakadilannya Kinan, dan bagaimana itu dihidupkan lewat gerak tubuh dan juga cara berbicara yang akhirnya menghidupkan karakter Kinan," pungkasnya.

    Dalam kesempatan sebelumnya, Dian juga pernah menjelaskan perbedaan sudut pandangnya terhadap peristiwa Reformasi 1998 dan pengalamannya memerankan karakter dalam Laut Bercerita. Saat peristiwa tersebut terjadi, ia masih duduk di bangku SMA dan belum memahami situasi politik secara mendalam.

    "Angle-nya berbeda. Waktu saya dulu ngalamin 1998, saya adalah anak SMA. Yang gak tahu apa-apa, yang belajar apa-apa itu dari berita. Dan berita itu kan, pemberitaan juga sangat diorkestrasi juga, ya," ujarnya saat konferensi pers trailer perdana film Laut Bercerita pada Selasa (24/2/2026).

    Film Laut Bercerita diadaptasi dari novel karya Leila S. Chudori dan mengangkat kisah perjuangan serta kehilangan dalam masa pergolakan politik Indonesia. Dalam film ini, Dian memerankan Kinan, sementara Reza Rahadian berperan sebagai Biru Laut. Kamu bisa menyaksikan filmnya di bioskop pada 29 Oktober mendatang.

Share Article
Editorial Team

Kisah Koperasi Perempuan di Tepi Rel

Related Articles

See More