Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
5 Film Sci-Fi Adaptasi Novel Populer yang Seru buat Ditonton
Poor Things (Dok. Searchlight Pictures/Poor Things)
  • Tak hanya mengandalkan efek visual memukau, film-film ini juga menawarkan tema besar seperti teknologi, masa depan, hingga dilema moral.

  • Film sci-fi adaptasi novel populer berikut ini layak untuk ditonton karena berhasil menerjemahkan kisah dari novel ke layar lebar dengan apik.

  • Film sci-fi adaptasi novel membuktikan bahwa perpaduan antara karya sastra berkualitas dan kreativitas sineas dapat menghasilkan tontonan yang luar biasa.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Film fiksi ilmiah selalu punya daya tarik tersendiri karena mampu membawa penonton ke dunia yang terasa mustahil. Menariknya, banyak film sci-fi terbaik justru berasal dari novel yang lebih dulu sukses memikat pembaca. Dengan fondasi cerita yang matang, adaptasi semacam ini sering menghadirkan pengalaman menonton yang lebih mendalam dan berkesan.

Tak hanya mengandalkan efek visual memukau, film-film ini juga menawarkan tema besar seperti teknologi, masa depan, hingga dilema moral yang membuat penonton terus berpikir setelah film berakhir. Jika sedang mencari tontonan sci-fi berkualitas, lima film sci-fi adaptasi novel populer berikut ini layak untuk ditonton karena berhasil menerjemahkan kisah dari novel ke layar lebar dengan apik.

1. Poor Things (2023)

film Poor Things (dok. Searchlight Pictures/Poor Things)

Poor Things diadaptasi dari novel karya Alasdair Gray yang terinspirasi dari kisah klasik Frankenstein. Disutradarai Yorgos Lanthimos, film ini menghadirkan dunia yang unik, aneh, sekaligus memikat lewat desain produksi yang artistik dan cerita tidak biasa. Emma Stone tampil luar biasa sebagai Bella Baxter, seorang perempuan yang dihidupkan kembali melalui eksperimen ilmiah.

Perjalanan Bella mengenal dunia menjadi inti cerita yang dipenuhi humor gelap, kritik sosial, dan eksplorasi tentang identitas serta kebebasan perempuan. Film ini tidak hanya memukau dari sisi visual, tetapi juga menawarkan perkembangan karakter yang sangat menarik. Berkat kualitas tersebut, Poor Things berhasil memenangkan empat Academy Awards, termasuk penghargaan Aktris Terbaik untuk Emma Stone.

2. Children of Men (2006)

film Children of Men (dok. Universal Pictures/Children of Men)

Meskipun hanya mengambil premis utama dari novel The Children of Men karya P.D. James, film garapan Alfonso Cuarón ini berhasil berkembang menjadi salah satu film sci-fi terbaik abad ke-21. Berlatar masa depan ketika umat manusia tidak lagi bisa memiliki keturunan, dunia digambarkan berada di ambang kehancuran akibat konflik, pengungsian, dan hilangnya harapan.

Tokoh utama Theo kemudian terlibat dalam misi melindungi perempuan pertama yang berhasil hamil setelah hampir dua dekade. Perjalanan tersebut dipenuhi ketegangan, aksi realistis, dan adegan panjang tanpa banyak potongan kamera yang hingga kini masih dikagumi. Di balik aksi tersebut, film ini menyampaikan kritik sosial mengenai kemanusiaan dan diskriminasi.

3. A Clockwork Orange (1971)

film A Clockwork Orange (dok. Warner Bros/A Clockwork Orange)

Diadaptasi dari novel karya Anthony Burgess, A Clockwork Orange menjadi salah satu film sci-fi paling kontroversial yang pernah dibuat. Disutradarai oleh Stanley Kubrick, film ini menampilkan kisah Alex DeLarge, seorang remaja yang gemar melakukan kekerasan sebelum akhirnya menjadi objek eksperimen pemerintah.

Ceritanya penuh adegan yang mengganggu, tetapi justru itulah yang membuat film ini terus diperbincangkan hingga sekarang. Penonton mungkin akan membenci tokoh utamanya, tetapi seiring cerita berjalan, muncul dilema tentang apakah seseorang boleh dipaksa menjadi baik. Kombinasi cerita berani dan penyutradaraan yang luar biasa membuat A Clockwork Orange tetap relevan meski telah berusia lebih dari lima dekade.

4. Stalker (1979)

Stalker (dok. Mosflim/Stalker)

Bagi pencinta film yang penuh makna dan tidak terburu-buru dalam bercerita, Stalker adalah pilihan yang sulit dilupakan. Film garapan Andrei Tarkovsky ini diadaptasi secara longgar dari novel Roadside Picnic karya Arkady dan Boris Strugatsky. Alih-alih fokus pada teknologi atau aksi, film ini lebih banyak mengeksplorasi sisi filosofis tentang keinginan manusia dan pencarian makna hidup.

Ceritanya mengikuti seorang pemandu yang membawa dua orang menuju sebuah wilayah misterius bernama The Zone, tempat yang diyakini mampu mengabulkan keinginan terdalam seseorang. Perjalanan tersebut dipenuhi dialog reflektif dan visual yang memanjakan mata. Walaupun ritmenya lambat, Stalker dianggap sebagai salah satu film sci-fi paling berpengaruh.

5. The Wild Robot (2024)

The Wild Robot (Dok. Universal Pictures/The Wild Robot)

The Wild Robot merupakan adaptasi dari novel anak-anak karya Peter Brown yang berhasil mencuri perhatian berkat visual animasinya yang luar biasa indah. Alih-alih mengejar tampilan terlalu realistis, film ini memilih gaya artistik menyerupai lukisan sehingga setiap adegan terasa hidup sekaligus hangat. Dipadukan dengan cerita emosional, film ini menjadi tontonan yang cocok dinikmati semua usia.

Di balik tampilannya yang lembut, The Wild Robot juga berani mengangkat tema yang cukup berat. Kisah Roz, robot yang tanpa sengaja menyebabkan induk seekor angsa mati, lalu merawat anaknya. Film ini tidak banyak menjelaskan lewat dialog panjang, melainkan membiarkan gambar dan emosi berbicara sendiri. Hasilnya adalah sebuah petualangan sci-fi yang menyentuh hati.

Film sci-fi adaptasi novel membuktikan bahwa perpaduan antara karya sastra berkualitas dan kreativitas sineas dapat menghasilkan tontonan yang luar biasa. Menurutmu, dari kelima film sci-fi adaptasi novel populer ini, mana yang paling menarik untuk ditonton terlebih dahulu?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article