Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Review Film Foufo, Perpaduan Sci-Fi dan Budaya Madura yang Fresh

Review Film Foufo, Perpaduan Sci-Fi dan Budaya Madura yang Fresh
Foufo (dok. SKAK Studios/Foufo)
Share Article

Di tengah dominasi film horor yang terus memenuhi bioskop Indonesia, Foufo (2026) hadir sebagai angin segar. Film terbaru SKAK Studios dan SinemArt ini mengisahkan sesosok alien yang terdampat di tengah lingkungan Madura, tetapi alih-alih berfokus pada invasi luar angkasa atau kisah kontak pertama seperti Disclosure Day (2026), cerita justru berkembang menjadi drama keluarga yang hangat, lucu, sekaligus emosional.

Sebagai sutradara, Bayu Skak kembali menunjukkan kepiawaiannya mengangkat budaya lokal dengan cara yang terasa autentik. Lewat balutan komedi dan fiksi ilmiah, Foufo menghadirkan potret kehidupan masyarakat Madura tanpa terjebak dalam stereotip. Hasilnya adalah sebuah film yang unik, menghibur, sekaligus menyentuh hati. Berikut kelebihan dan kekurangannya!

Sinopsis Foufo (2026)

Foufo mengikuti kisah Muslim (Tretan Muslim), seorang pemuda Madura yang bekerja sebagai pengepul besi bekas demi menghidupi keluarganya. Di tengah keterbatasan ekonomi, ia memiliki satu impian besar, yaitu memberangkatkan sang ibu, Saiqonah, untuk menunaikan ibadah haji.

Namun hidup Muslim berubah drastis ketika sebuah pesawat luar angkasa mendarat dan menghadirkan seekor alien yang kemudian diberi nama Foufo. Ternyata, makhluk tersebut membutuhkan bantuan agar bisa kembali ke kapal induknya.

Di sisi lain, tenggat waktu pelunasan biaya haji sang ibu semakin dekat. Pertemuan tak terduga antara keluarga sederhana asal Madura dengan makhluk luar angkasa itu pun melahirkan berbagai situasi kocak, mengharukan, sekaligus penuh makna tentang keluarga, persahabatan, dan pengorbanan.

Foufo
2026
3/5
Directed by Bayu Skak
Producer

Ricky R. Setiyawan

Writer

Achmad Faishol

Age Rating

R13

Genre

Comedy, sci-fi

Duration

120 Minutes

Release Date

9 Juli

Theme

Alien, adventure, animation, family drama

Production House

SKAK Studios, Sinemart

Where to Watch

Cinema XXI, CGV, Cinépolis Indonesia

Cast

Tretan Muslim, Bayu Skak, Benidictus Siregar, Hari Otong, Fuad Sasmita, Anggun Dwi Lestari, Siti Kamariyah, Mieke Shahir, Sangat Mahendra, Moh. Rifqi, Ina Pogang, Kiano Shakeel, Karina Afandi, Habib Ja'far, Ade Kurniawan

Trailer Foufo (2026)

Cuplikan film Foufo (2026)

1. Berhasil mengawinkan fiksi ilmiah dengan budaya Madura

Kekuatan terbesar Foufo terletak pada keberaniannya memadukan genre yang jarang bersanding di perfilman Indonesia. Bayu Skak menggabungkan science fiction, budaya Madura, komedi, hingga drama keluarga ke dalam satu cerita yang tetap terasa membumi.

Menariknya, unsur alien bukan dijadikan pusat perhatian. Foufo justru hanya berfungsi sebagai "orang luar" yang membuat penonton melihat kembali hubungan antarmanusia dari perspektif berbeda. Pendekatan ini membuat film tetap mudah dinikmati bahkan bagi penonton yang bukan penggemar sci-fi.

Yang paling patut diapresiasi adalah bagaimana budaya Madura ditampilkan secara natural. Dialek, nilai kekeluargaan, kebiasaan masyarakat, hingga interaksi sehari-hari terasa hidup tanpa dibuat-buat. Keputusan menggunakan sekitar 90 persen pemain asli Madura juga membuat setiap percakapan terdengar lebih autentik dan memberikan identitas yang kuat bagi film ini.

2. Lucu, hangat, tetapi beberapa humornya masih kurang mengena

Sepanjang pemutaran perdana di XXI Epicentrum, Jakarta, Jumat (3/7/2026), studio bioskop berkali-kali dipenuhi gelak tawa setiap kali Foufo muncul. Salah satu kejutan paling menyenangkan adalah suara Foufo yang diisi Ade "Bibier" Kurniyawan, yang lekat dengan karakter SpongeBob. Kehadiran alien imut tersebut sukses menjadi sumber humor sekaligus karakter paling menggemaskan di sepanjang film.

Namun, Foufo tidak hanya mengandalkan komedi. Memasuki babak akhir, suasana perlahan berubah menjadi lebih emosional ketika konflik keluarga mencapai puncaknya. Film ini mengingatkan bahwa sosok paling penting dalam kehidupan bukanlah alien atau keajaiban luar angkasa, melainkan keluarga, terutama sosok ibu yang selalu berkorban di balik layar kehidupan kita.

Meski demikian, tidak semua humor berhasil mendarat dengan mulus. Beberapa lelucon terasa terlalu dipaksakan, terutama humor yang menyinggung isu politik maupun candaan seputar dunia kerja yang justru terasa kurang relevan dengan cerita utama. Selain itu, ritme film sesekali melambat dan beberapa adegan emosional sebenarnya masih bisa diperdalam lagi agar dampaknya terasa lebih kuat.

3. Apakah Foufo recommended untuk ditonton?

Kalau kamu mengharapkan film alien penuh ledakan, peperangan antargalaksi, atau efek visual spektakuler khas film-film Steven Spielberg, Foufo mungkin bukan film yang kamu cari. Namun, jika ingin menyaksikan tontonan keluarga yang ringan dan unik, film ini layak masuk watchlist.

Bayu Skak berhasil membuktikan bahwa science fiction tidak harus selalu megah. Lewat cerita sederhana tentang keluarga Madura dan sesosok alien yang tersesat, ia menyajikan kisah yang terasa dekat dengan kehidupan sehari-hari. Kehangatan hubungan keluarga, budaya lokal yang autentik, serta perpaduan komedi dan drama menjadi alasan mengapa Foufo terasa berbeda dari kebanyakan film Indonesia saat ini.

Memang masih ada beberapa kekurangan pada ritme cerita dan sebagian humornya tidak selalu kena. Namun secara keseluruhan, Foufo menjadi salah satu karya Bayu Skak yang paling berani dan unik karena berhasil mempertemukan identitas lokal dengan genre yang masih sangat jarang dieksplorasi di perfilman nasional. Foufo tayang mulai 9 Juli 2026 di seluruh bioskop Indonesia.

Share Article
Topics
Editorial Team
Triadanti N
EditorTriadanti N

Related Articles

See More

8 Meme Anime tentang Buang-Buang Uang, Habis buat Hobi

09 Jul 2026, 05:44 WIBHype