5 Film Sci-Fi Era 90-an yang Terlupakan, Masih Seru Ditonton!

- Lima film sci-fi 1990-an yang kurang populer kembali disorot karena menawarkan gagasan teknologi dan masa depan yang masih terasa menarik saat ini.
- Strange Days, Virtuosity, eXistenZ, dan The Thirteenth Floor mengeksplorasi rekaman pengalaman, pembunuh virtual, realitas game, serta simulasi yang mengaburkan kenyataan.
- The Arrival mengikuti astronom radio yang menyelidiki bukti kehidupan alien hingga menemukan konspirasi mengancam dunia, dengan ketegangan tanpa produksi berskala besar.
Era 1990-an menjadi salah satu periode yang menarik bagi perkembangan film fiksi ilmiah. Pada masa ini, para sineas mulai mengeksplorasi berbagai gagasan tentang teknologi hingga kemungkinan masa depan yang terasa semakin dekat dengan kehidupan manusia. Tidak semuanya berhasil menjadi film populer, tetapi beberapa judul yang kurang mendapat perhatian justru menyimpan ide cerita yang sangat menarik.
Sebagian film sci-fi dari era tersebut mungkin kalah populer dibandingkan dengan judul-judul besar seperti The Matrix atau film blockbuster lainnya. Padahal, ada sejumlah karya yang menawarkan konsep unik dan bahkan terasa semakin relevan ketika ditonton sekarang. Jika sedang mencari film fiksi ilmiah lawas yang berbeda dari judul-judul mainstream, lima film berikut layak untuk ditemukan kembali.
1. Strange Days (1995)

Strange Days (dok. Lightstorm Ent./Strange Days) Strange Days membawa penonton ke dunia masa depan yang terasa kacau dan penuh ketegangan. Lenny Nero, mantan polisi yang mencari nafkah dengan menjual rekaman ilegal bernama SQUID yang memungkinkan seseorang merasakan kembali pengalaman dan ingatan orang lain. Masalah dimulai ketika Lenny mendapatkan sebuah rekaman yang memperlihatkan pemerkosaan dan pembunuhan dari sudut pandang pelakunya.
Dari sana, ia terseret ke dalam konspirasi kriminal yang jauh lebih besar daripada yang awalnya ia bayangkan. Film arahan Kathryn Bigelow ini terasa semakin menarik jika ditonton di zaman sekarang. Meski teknologi SQUID masih merupakan fiksi, gagasan tentang rekaman pengalaman orang lain terasa tidak terlalu asing di tengah perkembangan deepfake, livestream, media sosial, dan teknologi digital.
2. Virtuosity (1995)

Virtuosity (dok. Paramount Pictures/Virtuosity) Virtuosity mungkin tidak setenar film-film lain yang dibintangi Denzel Washington, padahal konsepnya cukup menarik. Washington berperan sebagai Parker Barnes, seorang polisi Los Angeles yang harus menjalani hukuman penjara setelah membunuh seorang teroris yang bertanggung jawab atas kematian keluarganya. Ketika berada di penjara, Barnes dilibatkan dalam program simulasi virtual reality untuk melatih polisi menghadapi kriminal berbahaya.
Situasinya berubah drastis ketika SID 6.7, sosok pembunuh virtual yang dibuat dari gabungan karakter para pembunuh berantai, berhasil masuk ke dunia nyata. Daya tarik Virtuosity justru semakin terasa jika dilihat dari perspektif masa kini. Walaupun tidak semua prediksinya terasa realistis, film ini tetap menyenangkan karena memadukan aksi dan teknologi.
3. eXistenZ (1999)

eXistenZ (dok. Natural Nylon Ent./eXistenZ) Kalau mencari film sci-fi yang benar-benar aneh dan berani, eXistenZ patut dicoba. Film David Cronenberg ini mengikuti Allegra Geller, seorang desainer game virtual reality yang menjadi sasaran pembunuh setelah memperkenalkan permainan barunya. Bersama Ted Pikul (Jude Law), Allegra kemudian masuk semakin jauh ke dalam dunia permainan yang membuat batas antara kenyataan dan simulasi menjadi sulit dibedakan.
eXistenZ memang bukan tontonan untuk semua orang karena Cronenberg memasukkan unsur body horror yang cukup intens. Namun, justru pendekatan tersebut membuat film ini berbeda dari kebanyakan film tentang virtual reality. Teknologi di dalam ceritanya terasa aneh dan tidak nyaman, tetapi gagasan mengenai manusia yang begitu larut dalam dunia digital terasa semakin relevan di masa sekarang.
4. The Thirteenth Floor (1999)

The Thirteenth Floor (dok. Columbia Pictures/The Thirteenth Floor) The Thirteenth Floor berpusat pada Douglas Hall, pria yang terlibat dalam proyek simulasi virtual reality milik seorang ilmuwan komputer yang baru saja meninggal secara misterius. Ketika Douglas menjadi tersangka dalam kasus pembunuhan tersebut, ia mulai mencari jawaban sendiri. Penyelidikannya kemudian membawanya ke berbagai lapisan realitas yang membuatnya semakin sulit menentukan mana yang dunia nyata dan mana yang hanya simulasi.
Film ini memang sempat berada di bawah bayang-bayang The Matrix yang dirilis tidak lama sebelumnya. Padahal, The Thirteenth Floor memiliki pendekatan sendiri dalam membahas realitas virtual dan identitas manusia. Ceritanya menggabungkan misteri pembunuhan dengan konsep simulasi, bahkan memasukkan permainan dengan waktu dan realitas yang membuat alurnya semakin sulit ditebak.
5. The Arrival (1996)

The Arrival (dok. Mediaworks/The Arrival) Jangan sampai tertukar dengan Arrival yang dibintangi Amy Adams dan dirilis pada 2016. The Arrival versi 1996 dibintangi oleh Charlie Sheen sebagai Zane Zaminsky, seorang astronom radio yang bekerja untuk proyek pencarian kehidupan cerdas di luar Bumi. Ketika menemukan bukti bahwa terdapat kehidupan alien yang berjarak sekitar 14 tahun cahaya dari Bumi, Zane justru kehilangan pekerjaannya.
Tidak puas dengan keadaan tersebut, ia memutuskan untuk menyelidiki penemuannya sendiri dan akhirnya menemukan sebuah konspirasi yang mengancam dunia. Salah satu kelebihan film ini adalah kemampuannya membangun ketegangan tanpa harus mengandalkan skala produksi yang terlalu besar. Charlie Sheen juga memberikan penampilan menarik sebagai seorang ilmuwan yang awalnya hanya ingin membuktikan penemuannya.
Film-film sci-fi era 1990-an di atas membuktikan bahwa tidak semua karya bagus harus menjadi blockbuster atau terus dibicarakan selama bertahun-tahun. Dari kelima film tersebut, mana yang paling membuatmu penasaran untuk ditonton kembali?
![[INFOGRAFIS] AI Jadi Tempat Curhat: Tren Baru Gen Z & Milenial](https://image.idntimes.com/post/20260429/upload_9c2883de31fbc7ad993691764c90e6e3_dfc3c6ee-e42f-48f6-9f1a-cde1ce74477c.jpg)























