Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
5 Film Sci-Fi Tahun 80-an Adaptasi Novel Ikonik, Sudah Nonton?
Blade Runner (dok. Sunset Boulevard/Blade Runner)
  • Blade Runner mengadaptasi novel Philip K. Dick, mengikuti Rick Deckard memburu replicant sambil mempertanyakan batas manusia dan makhluk buatan, dengan nuansa film berbeda dari novel yang lebih menyoroti kehancuran lingkungan.
  • 1984 karya Michael Radford mengisahkan Winston Smith yang mempertanyakan rezim totaliter Oceania; adaptasi novel George Orwell ini dinilai cukup setia, mempertahankan atmosfer muram, dingin, dan menekan.
  • The Running Man, Dune, dan Alien from L.A. menunjukkan adaptasi dengan tingkat kebebasan berbeda: dari aksi distopia Stephen King, intrik Arrakis Frank Herbert, hingga versi longgar petualangan Jules Verne.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Film fiksi ilmiah era 1980-an memiliki tempat khusus dalam sejarah perfilman. Pada masa ketika teknologi efek visual belum secanggih sekarang, para sineas tetap berhasil menciptakan dunia futuristis, makhluk aneh, hingga kisah distopia yang terasa begitu meyakinkan. Menariknya, tidak sedikit film sci-fi populer dari dekade tersebut yang punya cerita panjang di baliknya karena diadaptasi dari novel.

Beberapa adaptasinya bahkan berasal dari buku yang kemudian dianggap sebagai karya penting dalam genre fiksi ilmiah. Ada yang cukup setia mengikuti sumber aslinya, sementara yang lain justru mengambil banyak kebebasan hingga hasilnya terasa sangat berbeda. Meski begitu, film-film tersebut tetap menarik untuk ditonton, terutama jika kemudian dibandingkan dengan novel yang menjadi sumber ceritanya.

Tertarik menontonnya? Berikut ini rekomendasi film sci-fi tahun 80-an yang diadaptasi dari novel ikonik. Mau nonton yang mana dulu, nih?

1. Blade Runner (1982)

Blade Runner (dok. Warner Bros./Blade Runner)

Blade Runner diangkat dari novel karya Philip K. Dick berjudul Do Androids Dream of Electric Sheep? yang terbit pada 1968. Versi filmnya disutradarai oleh Ridley Scott dan dibintangi oleh Harrison Ford sebagai Rick Deckard, seorang pemburu android yang harus memburu sejumlah replicant yang melarikan diri. Meski filmnya terkenal dengan nuansa cyberpunk, novel aslinya justru menghadirkan dunia masa depan yang lebih suram.

Perbedaan ini membuat keduanya sama-sama menarik untuk dinikmati dari sudut pandang yang berbeda. Baik film maupun novelnya sama-sama mempertanyakan batas antara manusia dan makhluk buatan. Deckard perlahan dihadapkan pada pertanyaan tentang apa yang sebenarnya membuat seseorang bisa disebut manusia. Novel karya Dick juga lebih banyak mengeksplorasi kehancuran lingkungan.

2. 1984 (1984)

1984 (dok. MGM/1984)

Tidak banyak film yang punya tahun rilis sekaligus menjadi bagian penting dari judulnya sendiri. 1984 karya Michael Radford memang dirilis tepat pada tahun yang menjadi judul novel George Orwell tersebut. Film ini mengikuti Winston Smith, seorang pria yang hidup di bawah pemerintahan totaliter Oceania dan mulai mempertanyakan sistem yang mengatur hampir setiap aspek kehidupan masyarakat.

John Hurt memberikan penampilan kuat sebagai Winston, sementara Richard Burton tampil sebagai O'Brien dalam salah satu peran film terakhirnya. Sebagai adaptasi, film ini cukup setia terhadap novel dan tidak terlalu berusaha mengubah cerita menjadi tontonan blockbuster. Justru karena itulah suasananya terasa muram, dingin, dan menekan.

3. Alien from L.A. (1988)

Alien from L.A. (dok. MGM/Alien from L.A.)

Kalau dua film sebelumnya merupakan contoh adaptasi yang cukup serius, Alien from L.A. berada di sisi yang jauh lebih nyeleneh. Film ini sebenarnya terinspirasi secara sangat longgar dari novel klasik Jules Verne, Journey to the Center of the Earth. Ceritanya mengikuti Wanda, seorang perempuan yang pergi mencari ayahnya hingga akhirnya menemukan dunia bawah tanah dan kerajaan Atlantis.

Dari premis tersebut saja sudah terlihat bahwa film ini mengambil banyak kebebasan dibandingkan dengan cerita asli Verne. Produksinya juga sangat terasa seperti film B-movie khas era 80-an dengan konsep yang aneh dan visual yang tidak selalu meyakinkan. Bahkan, film ini sempat menjadi bahan lelucon dalam Mystery Science Theater 3000.

Meski begitu, keberadaannya tetap menarik jika ingin melihat bagaimana satu novel klasik bisa diubah menjadi sesuatu yang nyaris tidak dikenali lagi. Sementara itu, novel Journey to the Center of the Earth masih layak dibaca karena menawarkan petualangan bawah tanah yang penuh misteri.

4. The Running Man (1987)

The Running Man (dok. Sony Pictures/The Running Man)

Arnold Schwarzenegger dan Stephen King adalah dua nama besar yang sama-sama populer pada era 80-an, sehingga kolaborasi keduanya dalam The Running Man terdengar seperti kombinasi yang sulit ditolak. Film ini mengisahkan Ben Richards, seorang pria yang dipaksa mengikuti acara televisi brutal ketika masyarakat menyaksikan para peserta diburu demi hiburan.

Premis tersebut terasa seperti tontonan aksi khas Schwarzenegger, tetapi sebenarnya berasal dari novel karya Stephen King dengan nama yang sama. Menariknya, film dan novel memiliki perbedaan yang cukup besar dalam detail ceritanya. Dalam versi novel, Ben Richards mengikuti permainan tersebut karena membutuhkan uang untuk pengobatan putrinya.

Sementara itu, film mengubah latar belakangnya menjadi mantan polisi yang dijebak dan kemudian dipaksa tampil dalam acara tersebut. Konsep acara televisinya pun dibuat berbeda, dengan film lebih menonjolkan aksi dan karakter para pemburu.

5. Dune (1984)

Dune (dok. Universal Pictures/Dune)

Sebelum Denis Villeneuve membawa Dune kembali ke layar lebar dengan teknologi modern, David Lynch sudah lebih dulu mencoba mengadaptasi novel besar karya Frank Herbert tersebut pada 1984. Ceritanya berpusat pada Paul Atreides, pewaris keluarga bangsawan yang terlibat dalam konflik politik dan perebutan planet Arrakis. Dunia Dune dipenuhi intrik, peperangan, serta sumber daya berharga bernama spice.

Versi Lynch memang sering dianggap sebagai adaptasi yang sulit dipahami, terutama karena harus merangkum cerita yang sangat kompleks ke dalam satu film. Namun, justru di situlah daya tariknya bagi penggemar film sci-fi klasik. Gaya visual Lynch yang unik dan cenderung aneh membuat beberapa bagian dari dunia Dune terasa sangat berbeda dari adaptasi modern.

Film sci-fi era 80-an ternyata tidak hanya mengandalkan imajinasi para pembuat film, tetapi juga mengambil inspirasi dari sejumlah novel yang sudah lebih dulu membangun dunia dan gagasannya. Dari kelima film sci-fi era 80-an ini, mana yang paling membuatmu penasaran untuk membaca novel aslinya?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article