Menurut Agasyah, jika sebuah cerita dinilai menarik dan berpotensi dinikmati oleh pelanggan Netflix di Indonesia, isu sosial yang diangkat di baliknya pun menjadi nilai tambah. Namun, tetap saja hal tersebut bukan persyaratan utama dalam menentukan cerita yang akan dikembangkan menjadi konten orisinal.
Film-Series Orisinal Netflix Indonesia Gak Harus Punya Isu Sosial

Jakarta, IDN Times - Jika diperhatikan, konten orisinal Netflix Indonesia cukup banyak yang mengangkat isu sosial sebagai bagian penting dari ceritanya. Lewat berbagai film dan serial, penonton diajak untuk menyelami persoalan kehidupan hingga realitas yang terjadi di tengah masyarakat. Namun, apakah isu sosial menjadi pertimbangan utama Netflix Indonesia dalam memilih cerita untuk konten orisinalnya?
Pertanyaan tersebut terjawab dalam sesi JFW Talks bertajuk What Goes Unspoken? di Jakarta Film Week 2026, yang berlangsung di CGV Grand Indonesia, Jumat (23/10/2026). Menurut Agasyah Karim, Content Manager of Netflix Indonesia, isu sosial bukanlah syarat utama agar sebuah cerita bisa diangkat menjadi film atau serial orisinal Netflix. Menurutnya, hal terpenting adalah kekuatan cerita dan kecocokannya dengan penonton Indonesia.
1. Netflix Indonesia utamakan cerita yang dekat dengan penonton lokal

sesi JFW Talks bertajuk What Goes Unspoken? di Jakarta Film Week 2026 (dok. IDN Times/Rani Asnurida) Dalam sesi JFW Talks yang turut menghadirkan sineas di balik Secrets, film orisinal terbaru Netflix Indonesia, Agasyah Karim menjelaskan bahwa isu sosial bukanlah syarat utama dalam memilih cerita untuk konten orisinal. Menurut Content Manager of Netflix Indonesia tersebut, yang terpenting adalah kekuatan cerita serta kesesuaiannya dengan penonton lokal.
“Tidak dengan sengaja kita, 'Oh, yuk, kita harus bikin satu konten yang ada komentar atau isu sosial.' Gak seperti itu juga. Selalu saya bisa bilang, story comes first. Ceritanya apakah memang kita pikir bisa dinikmati oleh pelanggan Netflix di Indonesia?” kata Agasyah.
Ia melanjutkan, “Jadi, kita gak pernah berpikir untuk membuat sebuah cerita yang udah langsung diterima oleh penonton Netflix dunia. Jadi, local for local. Kita kalau bikin konten itu selalu buat penonton Indonesia pertama terlebih dahulu.”
2. Dampingi proses kreatif demi hasil terbaik

sesi JFW Talks bertajuk What Goes Unspoken? di Jakarta Film Week 2026 (dok. IDN Times/Rani Asnurida) Selain mempertimbangkan kekuatan cerita, Agasyah juga menjelaskan bahwa keterlibatan Netflix Indonesia dalam produksi konten orisinal berbeda dengan konten yang hanya mereka lisensikan. Dalam proyek orisinal, Netflix terlibat lebih intens karena berinvestasi dan membiayai produksi tersebut sebagai pihak studio.
“Tentu kita membedakan antara konten Netflix orisinal dengan konten yang non-orisinal, yang kalau di Indonesia itu kebanyakan kita license, gitu, ya. Tapi kalau buat konten Netflix orisinal, tentunya karena kita sepenuhnya berinvestasi di situ, kita sepenuhnya membiayai di situ, keterlibatan Netflix sebagai pihak studio juga jauh lebih intens,” ungkapnya.
Ia menilai keselarasan visi antara Netflix dan para pembuat film juga menjadi bagian penting dalam proses kreatif. Sejak awal, kedua pihak perlu memahami cerita seperti apa yang ingin diwujudkan sehingga masukan selama proses produksi tetap mengarah pada tujuan yang telah disepakati bersama.
Ia pun tak menampik bahwa Netflix juga sering memberikan masukan, termasuk dalam proses penggarapan film Secrets. Namun, Agasyah menegaskan, hal tersebut bukan bertujuan untuk mengubah cerita secara sembarangan. Sebaliknya, komentar dan diskusi diberikan untuk membantu sutradara, penulis, serta tim produksi mewujudkan visi awal mereka demi melahirkan karya yang lebih baik.
“Kita pengin, ‘Eh, ingat gak visi kita di depan? Itu kita berusaha mewujudkan visi itu, loh.’ Jadi gak ngadi-ngadi istilahnya. Ya emang tujuannya untuk membuat film atau series ini menjadi versi terbaiknya.”
3. Netflix Indonesia melihat potensi cerita film Secrets

sesi JFW Talks bertajuk What Goes Unspoken? di Jakarta Film Week 2026 (dok. IDN Times/Rani Asnurida) Netflix Indonesia sendiri saat ini sedang menyiapkan film orisinal terbaru berjudul Secrets yang dibintangi oleh Sha Ine Febriyanti dan Abimana Aryasatya. Film ini mengangkat isu yang cukup sensitif melalui kisah Parni, mantan pekerja seks yang berusaha membangun kehidupan yang tenang bersama putrinya. Namun, masa lalu kelam kembali menghantuinya ketika mantannya yang kejam kembali muncul.
Menurut Agasyah, konflik tersebut memiliki sisi emosional yang bisa dipahami oleh banyak orang. Meski tidak semua penonton memiliki pengalaman hidup seperti Parni, keinginan untuk melindungi orang-orang tercinta merupakan perasaan universal yang dapat menghubungkan cerita dengan penonton dari berbagai latar belakang.
Hal inilah yang membuat Netflix melihat potensi cerita film Secrets. Bagi Agasyah, sebuah kisah tidak harus memiliki latar belakang yang sama dengan kehidupan penonton untuk terasa dekat. Selama emosi dan pengalaman manusia yang dihadirkan bisa dipahami, cerita tersebut berpeluang meninggalkan kesan bagi mereka yang menyaksikannya.
“So, that’s something yang kita pikir bisa jadi sesuatu yang bisa di-relate oleh semua orang. Maksudnya, gak semua berperan jadi pekerja seks, tapi keinginan untuk melindungi orang-orang tercinta itu pasti sesuatu yang kita semua miliki, apa pun profesi kita.”






















