Mengenal Matt Hagen, Aktor yang Bernasib Tragis di Film Clayface

- Film Clayface (2026) mengisahkan Matt Hagen, aktor Gotham yang wajahnya dirusak kriminal lalu menjalani perawatan eksperimental Caitlyn Corr, memicu bencana dalam hidupnya.
- Dalam komik, Hagen adalah Clayface kedua setelah Basil Karlo; ia mendapat kemampuan berubah wujud dari kolam protoplasma, yang harus diakses berkala agar kekuatannya bertahan.
- Versi film mengubah Hagen menjadi aktor yang didorong balas dendam, terinspirasi antara lain dari Batman: The Animated Series; karakter ini sebelumnya muncul di Creature Commandos.
Clayface (2026) merupakan film terbaru dari jagat DC Universe (DCU) yang disutradarai oleh James Watkins dengan naskah yang ditulis oleh Mike Flanagan dan Hossein Amini. Berbeda dengan Superman (2025) dan Supergirl (2026) yang berfokus pada superhero, film ini bakal memperkenalkanmu pada Clayface, salah satu supervillain Batman yang cukup ditakuti. Clayface seolah mengingatkanmu pada film Catwoman (2004) dan Joker (2019) yang sama-sama mengangkat kisah sang villain tanpa menampilkan superhero ikonik DC yang kerap dijuluki Kesatria Kegelapan.
Clayface akan memperkenalkanmu pada Matt Hagen (Tom Rhys Harries), seorang aktor Hollywood asal kota Gotham yang tengah naik daun. Kehidupannya berubah 180 derajat setelah sekelompok kriminal merusak wajahnya. Demi memulihkannya, Hagen nekat menjalani perawatan eksperimental yang dikembangkan Caitlyn Corr (Naomie Ackie) yang justru membawa bencana besar bagi hidupnya.
Nama Hagen mungkin terdengar asing bagi fans DC awam, padahal sosoknya sudah lama malang-melintang di komik dan adaptasi film. Berikut beberapa fakta menarik tentang Matt Hagen yang patut kamu ketahui.
1. Matt Hagen adalah orang kedua yang menjadi Clayface

kemunculan perdana Matt Hagen sebagai Clayface (dok. DC Comics/Detective Comics) Tahukah kamu bahwa Matt Hagen bukanlah orang pertama yang menyandang identitas Clayface? Yap, Basil Karlo, aktor kelas B yang debut dalam Detective Comics #40 (1940), adalah orang pertama yang menggunakan identitas ini. Alih-alih menjadi monster tanah liat, Karlo hanya mengenakan kostum dan topeng karakter penjahat untuk membalas dendam kepada para pemeran serta kru yang tidak melibatkan dia dalam remake salah satu film yang pernah dia bintangi.
Hagen baru menampakkan batang hidungnya dalam Detective Comics #298 (1961). Dialah sosok Clayface pertama dengan wujud monster tanah liat ikonik hingga sekarang. Usut punya usut, Hagen merupakan salah satu pengguna identitas Clayface paling terkenal bersama Karlo.
2. Matt Hagen mendapatkan kekuatan Clayface dari kolam protoplasma

Matt Hagen menjadi Clayface (dok. DC Comics/Detective Comics) Matt Hagen awalnya bukan seorang aktor Hollywood seperti yang digambarkan dalam film Clayface. Pada kemunculan pertamanya, dia justru diceritakan sebagai seorang petualang sekaligus pemburu harta karun. Hagen berubah menjadi Clayface setelah terjatuh ke dalam kolam yang berisi zat protoplasma.
Sebagai Clayface, Hagen memperoleh kekuatan untuk mengubah wujud tubuhnya sesuka hati. Namun, kekuatan tersebut hanya bertahan selama 48 jam atau 2 hari. Oleh karena itu, dia mesti menyebarkan diri ke dalam kolam protoplasma secara berkala supaya kekuatan Clayface yang dia miliki tetap bertahan.
3. Matt Hagen sudah beberapa kali keluar masuk penjara

Superman melawan Clayface yang meniru dirinya (dok. DC Comics/World's Finest Comics) Usai memperoleh kekuatan Clayface, Matt Hagen menjelma menjadi salah satu penjahat kelas kakap di Gotham. Dia sering berhadapan dengan Batman dan Robin sampai beberapa kali dijebloskan ke penjara. Meski begitu, Hagen tidak pernah kapok dan kembali melancarkan aksi kriminal setiap kali berhasil melarikan diri.
Dalam komik berjudul Batman #159 (1963), Hagen sempat berseteru dengan Joker untuk membuktikan siapa yang lebih unggul di antara mereka. Dia bahkan pernah menyulitkan Superman dalam World's Finest Comics #140 (1964) dengan meniru wujud dan kekuatan sang Kryptonian.
Kemudian, dalam World's Finest Comics #264 (1980), Hagen kembali berulah dengan menculik Lois Lane untuk menjebak Batman dan menantang Superman. Namun, rencananya gagal dan kolam protoplasma yang menjadi sumber kekuatannya pun dihancurkan oleh sang Man of Steel.
4. Matt Hagen dalam komik dan film Clayface memiliki perbedaan motivasi

Matt Hagen (dok. Warner Bros. Pictures/Clayface) Melihat sepak terjangnya dalam komik, Matt Hagen rupanya memanfaatkan kekuatan Clayface untuk kepentingan pribadi. Dia rela berhadapan dengan para superhero demi mewujudkan ambisinya. Namun, persona dan motivasi tersebut tampaknya tidak akan kamu temui dalam film Clayface garapan James Watkins ini.
Pasalnya, Hagen dalam Clayface digambarkan sebagai sosok yang ingin membalas dendam kepada siapa pun yang telah merenggut reputasi dan kerja kerasnya. Pendekatan tersebut membuat karakter Hagen versi Clayface terasa lebih realistis dan grounded, sih. Alih-alih mengikuti kisah dari komik, Hagen versi Clayface justru lebih mirip Basil Karlo karena sama-sama berasal dari kalangan aktor yang menjadikan balas dendam sebagai motivasi untuk berbuat kejahatan.
5. Matt Hagen dalam Clayface banyak terinspirasi dari kartun Batman lawas

Matt Hagen dalam Batman: The Animated Series (dok. Fox Kids/Batman: The Animated Series) Sebagaimana yang pernah dikatakan Tom Rhys Harries dalam wawancaranya dengan Esquire, Matt Hagen versi film Clayface mengambil inspirasi dari beragam karakter Clayface sebelumnya. Salah satu inspirasi yang paling terasa berasal dari Batman: The Animated Series (1992—1995), tepatnya pada episode Feat of Clay. Sama seperti Clayface, Hagen dalam serial animasi ini diceritakan sebagai seorang aktor yang mengalami kerusakan pada wajahnya sehingga harus mencari cara untuk memulihkannya.
Bukan menjalani perawatan medis eksperimental, Hagen dalam Batman: The Animated Series memulihkan wajahnya menggunakan Renuyu, sebuah krim kimia adiktif yang dikembangkan dan dipasok oleh pengusaha korup bernama Roland Daggett. Krim tersebut tak hanya mengembalikan wajahnya, melainkan juga memberinya kemampuan untuk mengubah wajahnya menjadi wajah siapa pun yang pernah dia temui. Suatu ketika, karena Hagen menolak untuk terus bekerja sama, Dagget bersama anak buahnya memaksa Hagen menelan seluruh zat Renuyu yang mengakibatkannya berubah menjadi monster tanah liat yang dikenal sebagai Clayface.
6. Sebelum Clayface, Matt Hagen pernah muncul dalam Creature Commandos

Clayface dalam Creature Commandos (dok. HBO Max/Creature Commandos) Banyak orang mungkin mengira Clayface sebagai kemunculan perdana sang monster tanah liat dalam jagat DCU. Padahal, dia sebenarnya sudah lebih dulu memperlihatkan batang hidupnya lewat serial animasi dewasa Creature Commandos (2024). Di sini, Clayface (Alan Tudyk) disewa oleh Putri Ilana Rostovic (Maria Bakalova) guna membunuh seorang profesor yang mengetahui rencananya untuk menguasai dunia.
Lantas, apakah Clayface yang muncul dalam Creature Commandos adalah sosok yang sama dengan Clayface dalam film Clayface? Menurut penjelasan Peter Safran, salah satu petinggi DC Studios, keduanya memang merupakan Matt Hagen. Hal ini sejalan dengan penjelasannya bersama James Gunn bahwa Clayface berlatar jauh sebelum peristiwa dalam Creature Commandos dan Superman. Lalu, apakah ini berarti Hagen bakal jadi pembunuh bayaran setelah akhir film Clayface? Layak ditunggu jawabannya!
Perilisan film Clayface membuat nuansa jagat DCU semakin beragam. Apalagi, film ini menjadi debut sang monster tanah liat dalam format live action setelah sekian lama muncul dalam animasi. Mengingat statusnya sebagai musuh Batman, apakah ini pertanda bahwa sang Kesatria Kegelapan sebentar lagi akan menunjukkan wujudnya di DCU?























