5 Film Terbaik 2026 yang Mungkin Belum Kamu Tonton

- Lima film 2026 yang kurang tersorot karena distribusi terbatas tetap mendapat pujian berkat cerita, akting, dan eksekusi: I Love Boosters, Leviticus, Finding Emily, Faces of Death, serta Is God Is.
- I Love Boosters menggabungkan komedi kriminal, fesyen, dan fiksi ilmiah untuk mengkritik kesenjangan ekonomi; Leviticus mengangkat romansa remaja dalam komunitas evangelis yang diteror entitas gaib.
- Finding Emily menawarkan romcom Inggris bernuansa Gen Z, sementara Faces of Death membahas kekerasan internet secara meta dan Is God Is menyajikan balas dendam lintas thriller, komedi gelap, Southern Gothic, serta western.
Buat pencinta film, 2026 bisa dibilang jadi tahun yang sibuk. Hampir setiap bulan selalu ada film baru yang sukses mencuri perhatian, mulai dari superhero (Spider-Man: Brand New Day), horor (Obsession), sampai animasi (Toy Story 5).
Di tengah ramainya deretan film tersebut, ternyata masih ada sejumlah judul yang kurang mendapat sorotan. Bukan karena kualitasnya jelek, tapi karena distribusinya terbatas dan kalah pamor dibandingkan film-film besar. Padahal, beberapa di antaranya juga berhasil menuai pujian berkat cerita, akting, hingga eksekusinya yang memikat.
Kalau kamu ingin menambah watchlist di luar film-film yang sedang hype, lima film underrated 2026 berikut layak kamu tonton. Catat judulnya baik-baik, ya!
1. I Love Boosters

Skor Rotten Tomatoes: 92 persen
I Love Boosters jadi salah satu rilisan terunik tahun ini lewat perpaduan komedi kriminal, dunia fesyen, dan fiksi ilmiah. Film ini mengikuti tiga wanita pencuri profesional yang mencuri barang-barang mewah untuk dibagikan kembali kepada masyarakat. Misi mereka makin rumit setelah bertemu seorang pekerja pabrik yang membawa perangkat teleportasi.
I Love Boosters disutradarai oleh Boots Riley, sineas di balik Sorry to Bother You (2018). Di balik premisnya yang absurd, Riley sukses menyisipkan kritik tentang kesenjangan ekonomi, eksploitasi pekerja, dan budaya konsumtif. Semua itu juga didukung oleh penampilan kece Keke Palmer sebagai Corvette, sang pemimpin kelompok pencuri, serta Demi Moore sebagai Christie Smith, miliarder industri fesyen yang jadi lawan mereka.
2. Leviticus

Skor Rotten Tomatoes: 92 persen
Meski gak segaung film-film horor lain yang tayang tahun ini, Leviticus menghadirkan premis orisinal yang sayang untuk dilewatkan. Film asal Australia ini menampilkan romansa sesama jenis di tengah komunitas agama yang jarang diangkat dalam horor mainstream. Studionya pun gak sembarangan, yakni Causeway Films yang sebelumnya sukses lewat Talk to Me (2022) dan The Babadook (2014).
Berlatar di pemukiman Kristen evangelis yang taat, film ini mengikuti Naim (Joe Bird) dan Ryan (Stacy Clausen), dua remaja yang diam-diam saling jatuh cinta. Rasa cemburu muncul setelah Naim tahu kedekatan Ryan dengan Hunter (Jeremy Blewitt), putra pastor setempat. Atas aduan Naim, Ryan dan Hunter kemudian dipaksa menjalani "terapi" yang menjadi awal kemunculan entitas gaib yang meneror mereka.
3. Finding Emily

Skor Rotten Tomatoes: 100 persen
Film komedi romantis Inggris memang gak ada lawan, dan Finding Emily kembali membuktikannya. Film ini menghadirkan romansa hangat antara Owen (Spike Fearn), seorang musisi indie, dan mahasiswi psikologi asal Amerika bernama Emily (Angourie Rice). Keduanya bertemu setelah Owen gak sengaja mengirim email pernyataan cinta kepada gadis impiannya ke seluruh kampus akibat sebuah kesalahan.
Finding Emily menjadi angin segar bagi genre romcom yang sempat kehilangan tajinya. Film ini sukses meleburkan nuansa romcom khas era 90-an dengan dinamika kehidupan Gen Z secara pas tanpa kehilangan sisi emosionalnya. Chemistry Spike Fearn dan Angourie Rice pun terasa natural dan sukses bikin senyum-senyum sendiri!
4. Faces of Death

Skor Rotten Tomatoes: 69 persen
Gak cuma Leviticus, film horor yang juga terlewatkan dari radar penonton tahun ini adalah Faces of Death. Film ini merupakan versi re-imagining dari film cult classic kontroversial berjudul sama yang rilis pada 1978. Namun, alih-alih cuma mengandalkan adegan sadis, Faces of Death mengemasnya dengan konsep meta dan isu konten kekerasan di internet yang menarik.
Ceritanya mengikuti Margot Romero (Barbie Ferreira), moderator konten di platform video pendek yang bertugas menyaring video setiap harinya. Hidupnya berubah ketika ia menemukan serangkaian video eksekusi anonim yang menyerupai adegan dalam Faces of Death (1978). Margot yang curiga video tersebut benar-benar nyata tanpa sadar menjadi target sang pelaku, Arthur Spevak (Dacre Montgomery).
5. Is God Is

Skor Rotten Tomatoes: 97 persen
Daftar ini ditutup dengan Is God Is yang berfokus pada dua saudara kembar yang selamat dari peristiwa kebakaran saat masih kecil. Suatu hari, mereka menerima surat dari ibu kandung mereka yang selama ini dikira sudah meninggal dunia. Sang ibu meminta kedua putrinya untuk membalaskan dendam dan membunuh ayah kandung mereka yang menjadi pelaku di balik kebakaran tersebut.
Meski kurang sukses di box office, Is God Is meraih respons positif dari para kritikus. Banyak yang memuji keberaniannya mengeksplorasi genre thriller, komedi gelap, Southern Gothic, dan western dalam satu film. Kalau kamu suka kisah balas dendam yang brutal dan stylish ala film-film Quentin Tarantino, film ini wajib masuk watchlist!
Deretan film di atas membuktikan kalau tontonan berkualitas gak selalu datang dari judul-judul yang sedang viral. Dengan cerita yang segar dan eksekusi yang solid, kelima film ini sangat layak untuk masuk ke dalam daftar tontonanmu selanjutnya. Sudah memutuskan mau nonton yang mana dulu?




















