Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
4 Film Terbaik Karya Craig Gillespie selain Supergirl
Supergirl (dok. DC Studios/Supergirl)
  • Craig Gillespie dipercaya menyutradarai film Supergirl (2026) setelah sukses dengan berbagai karya berkarakter dan mendapat pujian kritikus.
  • Empat film terbaiknya meliputi Lars and the Real Girl, I, Tonya, Cruella, dan Dumb Money yang menampilkan gaya penceritaan unik serta karakter kompleks.
  • Konsistensi Gillespie dalam menghidupkan kisah manusiawi dan visual stylish membuatnya dianggap tepat memimpin proyek besar di semesta DC Studios.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Menjadi salah satu rilisan DC Studios yang paling ditunggu, Supergirl akhirnya menyapa para pencinta superhero di Tanah Air pada Rabu (24/6/2026). Film yang dibintangi Milly Alcock tersebut mencuri perhatian berkat karakterisasi Supergirl yang lebih kelam dan pemberontak dibandingkan dengan sang sepupu, Superman (David Corenswet), yang lebih dulu debut di film DC Universe (DCU) kreasi James Gunn, Superman (2025).

Di balik layar, ada nama Craig Gillespie yang dipercaya mengarahkan film tersebut. Pilihan ini tentu bukan tanpa alasan, mengingat sebelum Supergirl, Gillespie telah dikenal lewat sederet karya yang sukses menuai pujian dari kritikus maupun penonton berkat ceritanya yang unik dan berkarakter.

Nah, kalau kamu penasaran seperti apa portofolio sang sineas sebelum terjun ke semesta DC, berikut empat film garapan Craig Gillespie yang wajib masuk watchlist. Dijamin gak kalah seru dari Supergirl!

1. Lars and the Real Girl (2007)

adegan dalam film Lars and the Real Girl (dok. Metro-Goldwyn-Mayer/Lars and the Real Girl)

Sembilan belas tahun sebelum menggarap Supergirl, Craig Gillespie pernah menyutradarai sebuah film yang kini berstatus cult classic berjudul Lars and the Real Girl. Film drama komedi ini menyoroti kehidupan Lars Lindstrom (Ryan Gosling), pria introver dengan trauma yang mendadak memperkenalkan boneka silikon seukuran manusia sebagai kekasihnya. Alih-alih mengeksploitasi kondisi Lars demi memancing tawa, Gillespie justru membungkus cerita kreasi Nancy Oliver ini dengan penuh empati, kehangatan, dan rasa hormat terhadap isu kesehatan mental.

Pendekatan tersebut sukses menuai pujian dari kritikus sekaligus mengantarkan Lars and the Real Girl meraih nominasi Best Original Screenplay di Academy Awards. Penampilan Ryan Gosling juga menjadi salah satu aspek yang paling banyak mendapat apresiasi. Di bawah arahan Gillespie, sang aktor berhasil memerankan Lars yang canggung, tetap bikin penonton peduli terhadap pergulatan batin yang ia alami sepanjang cerita.

2. I, Tonya (2017)

adegan dalam film I, Tonya (dok. NEON/I, Tonya)

Bicara soal karya Craig Gillespie, tentu filmnya yang satu ini pantang untuk dilewatkan. I, Tonya menyoroti perjalanan hidup Tonya Harding (Margot Robbie), atlet seluncur indah terkenal asal Amerika yang terjerat salah satu skandal olahraga paling kontroversial. Dari masa kecil Tonya yang keras di bawah asuhan ibunya (Allison Janney) yang abusif, pernikahan toksik yang ia jalani, hingga penyerangan terhadap rivalnya, Nancy Kerrigan, semuanya dikemas unik oleh Gillespie lewat gaya wawancara dokumenter palsu (mockumentary).

Bukan sekadar gimmick, lewat konsep tersebut, Gillespie berhasil mengubah tragedi kriminal nyata menjadi tontonan yang segar dan penuh satire. Sutradara asal Australia ini juga memperlihatkan sisi manusiawi dari sosok Tonya yang selama bertahun-tahun menjadi sasaran hujatan media. Berkat tangan dinginnya tersebut, I, Tonya banjir pujian kritikus, mengantongi rating 90 persen di Rotten Tomatoes, serta mengantarkan Allison Janney meraih Oscar untuk kategori Best Supporting Actress.

3. Cruella (2021)

adegan dalam film Cruella (dok. Walt Disney Pictures/Cruella)

Pada 2021 silam, Craig Gillespie dipercaya Disney untuk menggarap Cruella, film live-action yang mengisahkan asal-usul villain paling ikonik dalam semesta 101 Dalmatians. Film ini kembali membuktikan kepiawaian Gillespie dalam memotret karakter perempuan yang kompleks setelah I, Tonya, yang juga menjadi salah satu alasan mengapa ia ditunjuk untuk mengarahkan Supergirl. Hasilnya, Cruella menjadi origin story yang berani, stylish, sekaligus berbeda dari film Disney kebanyakan.

Berlatar London era 1970-an, ceritanya berfokus pada Estella (Emma Stone), gadis yatim piatu yang memiliki bakat luar biasa dalam bidang desain busana. Setelah bekerja untuk desainer ternama Baroness von Hellman (Emma Thompson), Estella menemukan rahasia kelam yang menghubungkan masa lalunya dengan sosok sang Baroness. Temuan tersebut memicu lahirnya alter ego Estella bernama Cruella, yang kemudian melancarkan aksi balas dendam spektakuler sambil berusaha menguasai industri fesyen London.

4. Dumb Money (2023)

adegan dalam film Dumb Money (dok. Columbia Pictures/Dumb Money)

Film arahan Craig Gillespie lainnya yang juga gak kalah seru buat kamu tonton adalah Dumb Money. Berbeda dari karya-karyanya yang banyak berkutat pada kisah personal karakter, kali ini Gillespie mengangkat fenomena saham GameStop yang sempat mengguncang dunia finansial pada 2021. Semua bermula ketika Keith Gill (Paul Dano), kreator konten keuangan, nekat menggelontorkan seluruh tabungannya ke saham perusahaan yang dianggap nyaris bangkrut tersebut hingga memicu gejolak besar di Wall Street.

Alih-alih bikin pusing dengan istilah finansial yang rumit, Gillespie menyajikan Dumb Money dengan tempo yang cepat, energik, dan sangat kekinian. Kamu bakal diajak melihat bagaimana kekuatan komunitas internet dan solidaritas para investor kecil mampu menggoyang dominasi pemain-pemain besar di dunia keuangan. Apalagi selain Paul Dano, film ini juga dihiasi oleh deretan aktor yang aktingnya gak perlu diragukan lagi, mulai dari Shailene Woodley, Sebastian Stan, America Ferrera, hingga Seth Rogen.

Melihat empat film di atas, gak sulit memahami kenapa Craig Gillespie akhirnya dipercaya menakhodai Supergirl. Dari drama yang hangat, biopik satire, kisah villain ikonik, sampai drama finansial yang seru, ia selalu punya cara unik menghidupkan cerita hingga membekas di benak penonton. Jadi, dari empat film di atas, mana yang pengin kamu tonton lebih dulu, nih?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team

Related Article