Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

6 Film yang Buktikan Pertemanan Toksik Tidak Pandang Gender

6 Film yang Buktikan Pertemanan Toksik Tidak Pandang Gender
Nightwatch (dok. Thura Film/Nightwatch)
  • Enam film menantang stigma bahwa pertemanan perempuan selalu toksik dan pertemanan laki-laki selalu sehat, dengan menampilkan relasi suportif maupun bermasalah lintas gender.
  • Waitress dan Career Girls menggambarkan dukungan, empati, serta koneksi antarteman perempuan saat menghadapi pernikahan sulit, perjalanan karier, dan perubahan hidup.
  • Obsession, Nightwatch, Mikey and Nicky, serta Me Without You menyoroti pengkhianatan, manipulasi, maskulinitas toksik, dan kodependensi yang merusak pertemanan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Ada angggapan bahwa pertemanan sesama perempuan itu kerap kali toksik. Ada drama saling iri, menusuk dari belakang, dan lain sebagainya. Sebaliknya, pertemanan antarlelaki dianggap lebih sehat. Apakah benar begitu adanya?

Rasanya argumen ini hanya melanggengkan perspektif seksis dan stigma gender yang sedang kita perangi sebagai manusia yang berpikir dan berevolusi. Kalau kamu salah satu yang masih memercayai anggapan tersebut, coba deh tonton 6 film tentang beragam bentuk pertemanan berikut sebagai studi kasus.

  1. 1. The Waitress (2007)

    Waitress (dok. Searchlight Pictures/Waitress)
    Waitress (dok. Searchlight Pictures/Waitress)

    The Waitress bisa membuatmu berpikir ulang soal argumen perempuan gak bisa berteman dengan sesamanya. Dalam film ini, Keri Russell memerankan Jenna, pramusaji restoran pai yang terjebak dalam pernikahan toksik dan sedang menabung untuk bisa bercerai dan pindah jauh dari si suami. Namun, di tengah rencana itu, ia justru menemukan dirinya hamil dan rencananya kabur ketahuan. Jenna pun terpaksa mengubah rencana. Ia beruntung karena dikelilingi teman-teman kerja yang suportif dan tak menghakiminya. Mayoritas dari mereka perempuan dan tahu betul caranya berempati.

    • Genre: drama, romcom
    • Pemain: Keri Russell, Adrienne Shelly
    • Sutradara: Adrienne Shelly

  2. 2. Career Girls (1997)

    Career Girls 1997
    Career Girls (dok. Janus Films/Career Girls)

    Annie dan Hannah adalah teman sekamar saat kuliah. Setelah lulus, mereka terpisah dan tak lagi berkontak. Bertahun-tahun kemudian, pada usia 30-an, mereka bertemu lagi. Sama-sama meniti karier di kota besar, mereka pun mengalami evolusi. Kini mereka lebih bijak dan bisa saling berempati terhadap masalah masing-masing. Tidak ada konflik nyata di sini, tipikal film-filmnya Mike Leigh, kita seolah sedang menyelami kehidupan nyata yang seringkali membosankan dan monoton. Namun, pesannya sama, sesama perempuan biasanya punya pengalaman yang kurang lebih sama dan rasa senasib itu jadi kunci koneksi mereka.

    • Genre: drama
    • Pemain: Katrin Cartlidge, Lynda Steadman
    • Sutradara: Mike Leigh

  3. 3. Obsession (2026)

    Obsession
    Obsession (dok. Focus Features/Obsession)

    Kalau kamu masih percaya persahabatan sesama perempuan itu selalu toksik, tonton Obsession, deh. Film yang sempat viral itu berkisah tentang 4 muda-mudi dalam satu sirkel pertemanan. Dari luar mereka tampak rukun dan asyik, tetapi diam-diam toksik. Ada yang diam-diam naksir, tetapi tak berani menyampaikan perasaannya hingga berubah jadi predator yang memanfaatkan keadaan. Di sisi lain, ada juga yang menikung dari belakang. Setelah nonton film ini, seharusnya sih kita tak lagi terjebak dalam stigma gender yang salah, ya.

    • Genre: horor-psikologi, thriller
    • Pemain: Michael Johnston, Inde Navarrette
    • Sutradara: Curry Barker

  4. 4. Nightwatch (1994)

    Nightwatch 1994
    Nightwatch (dok. Thura Film/Nightwatch)

    Protagonis film Denmark ini adalah Martin, mahasiswa hukum yang mengambil pekerjaan paruh waktu sebagai penjaga kamar jenazah di sebuah rumah sakit. Sejak mengambil pekerjaan itu, ia sering mengalami gangguan dan puncaknya difitnah melakukan sebuah kejahatan sadis. Menariknya, film ini bikin kita menebak-nebak siapa sebenarnya antagonis sejati yang perlu diwaspadai. Jens, sahabat laki-laki Martin, jadi salah satu yang sering dicurigai. Relasinya dengan Martin cukup kompleks dan termasuk toksik. Ia sering mendorong Martin melakukan tantangan-tantangan yang melawan kompas moralnya. Mereka juga gemar bergosip dengan nada misoginis.

    • Genre: noir, komedi
    • Pemain: Nikolaj Coster-Waldau, Kim Bodnia
    • Sutradara: Ole Bornedal

  5. 5. Mikey and Nicky (1976)

    Mikey and Nicky
    Mikey and Nicky (dok. Criterion/Mikey and Nicky)

    Pertemanan toksik yang melibatkan lelaki juga bisa kamu temukan dalam film klasik Mikey and Nicky. Sinema ini menyelami maskulinitas toksik lewat persahabatan dua lakonnya. Setelah mencuri dari geng kriminal, Nicky menelepon teman dekatnya, Mikey untuk minta perlindungan. Mikey berusaha maksimal mengakomodasi kebutuhan Nicky saat itu. Namun, Nicky ternyata mencurigai temannya tak benar-benar berada di pihaknya. Jadilah tarik ulur dua sobat karib ini berlanjut. Kita juga diajak melihat bagaimana kegelisahan dan ego keduanya merusak kehidupan personal mereka.

    • Genre: noir
    • Pemain: John Cassavetes, Peter Falk
    • Sutradara: John Cassavetes

  6. 6. Me Without You (2001)

    Me Without You film 2002
    Me Without You (dok. Momentum Pictures/Me Without You)

    Tidak semua pertemanan antarperempuan itu sehat juga, kok. Dalam Me Without You, kamu akan meneropong persahabatan toksik Holly dan Marina yang sudah bergulir selama beberapa dekade. Kenal sejak kecil, mereka ternyata terindikasi mengalami kodependensi. Holly butuh Marina yang lebih asertif dan ekstrover untuk mengimbangi kepribadiannya yang introver dan pendiam. Marina butuh Holly sebagai pendengar dan suporter terbaiknya. Namun, lama kelamaan kodependensi ini berubah fatal. Terutama saat Marina mulai menyabotase kehidupan Holly dan membuatnya terus berada di bawah bayang-bayangnya.

    • Genre: tragikomedi, drama
    • Pemain: Michelle Williams, Anna Friel
    • Sutradara: Sandra Goldbacher

    Harapannya dengan nonton keenam film tentang persahabatan tadi, kamu tak lagi melihat pertemanan dari stigma gender. Tidak semua pertemanan perempuan toksik dan tidak semua pertemanan antarlelaki sehat seperti yang dipercaya sebagian orang. Pertemanan yang melibatkan dua gender sekaligus pun bisa pula mengalami masalah. Intinya, ini soal kepribadian masing-masing individu dan cara mereka berinteraksi dengan orang lain dalam sirkel mereka. Setuju?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More