Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
5 Film yang Mengungkap Realitas Perempuan Kelas Pekerja
The Diary of a Chambermaid (dok. Film Movement/The Diary of a Chambermaid)
  • The Second Mother menggambarkan dilema asisten rumah tangga yang harus meninggalkan anaknya demi mencari nafkah.

  • Frozen River menyoroti perjuangan ibu tunggal menghadapi kemiskinan dan tanggung jawab mengasuh anak.

  • The Engagement of Anna mengungkap kemunafikan majikan yang mengeksploitasi pekerja rumah tangga bergaji rendah.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Buat sebagian perempuan, bekerja bisa jadi sebuah pilihan ketimbang keharusan. Ada yang menjadikannya pengisi waktu luang, proses aktualisasi diri, atau perpanjangan tangan dari hobi. Ini yang mendasari mengapa istilah “perempuan karier” punya arti yang cukup spesifik dalam masyarakat Barat. Menurut Cambridge Dictionary, perempuan karier diartikan sebagai perempuan yang menjadikan karier atau kesuksesan dalam karier sebagai prioritas hidup mereka. Biasanya, istilah ini identik dengan perempuan kelas menengah dan atas yang secara ekonomi sudah cukup mapan.

Istilah tersebut pada masa lalu tidak bisa dipakai untuk perempuan kelas pekerja yang memang bekerja untuk bertahan hidup. Padahal, mereka eksis sampai sekarang. Bahkan, ini jadi alasan mengapa ada sebagian perempuan yang karena sudah bekerja sejak belia karena tekanan hidup, mendamba atau bercita-cita bisa dinafkahi, dan bekerja bila perlu saja. Perempuan kelas pekerja ini tak mengenal apa itu renjana (passion) dan aktualisasi diri, tersisih, serta diremehkan. Bahkan, mereka dapat opresi ganda dari banyak sisi karena sifat pekerjaan mereka.

Benarkah demikian? Coba tonton lima film realisme berlakon perempuan kelas pekerja berikut sebagai gambarannya. Ada film apa saja?

1. The Second Mother (2015)

The Second Mother (dok. Madman Films/The Second Mother)

Perempuan kelas pekerja yang tak punya pilihan untuk tidak bekerja adalah Val. Berstatus janda satu anak, Val terpaksa meninggalkan putrinya di kampung halaman untuk dirawat kerabatnya selama ia merantau di Sao Paulo untuk jadi asisten rumah tangga (ART). Belasan tahun kemudian, putrinya, Jessica, akan mengikuti tes masuk universitas. Guna menghemat ongkos, Val dapat izin dari majikannya untuk membiarkan Jessica menginap di rumah mereka selama tes. Jessica disambut baik, tetapi jiwa memberontaknya muncul setelah tahu ibunya lebih dekat dengan anak majikan ketimbang dirinya. Di sinilah, konflik, dilema, dan rasa bersalah mulai bermunculan.

  • Genre: drama, komedi

  • Pemain: Regina Casé, Camila Márdila

  • Sutradara: Anna Muylaert

2. Frozen River (2008)

Frozen River (dok. Sony Picture Classics/Frozen River)

Ray adalah perempuan kelas pekerja dalam film ini. Ia baru saja dapat musibah yang benar-benar bikin stres. Suaminya kabur membawa semua uang tabungan keluarga dan meninggalkan beban pengasuhan dua anak mereka yang masih di bawah umur kepada Ray. Hanya ada satu harta yang ditinggalkan sang suami: seonggok mobil beserta kuncinya. Itu pun Ray harus mencari berhari-hari dan berhadapan dengan sesama ibu tunggal yang butuh uang serta hendak mencuri mobil tersebut. Dari sini, Ray yang awalnya marah jadi melunak. Sama-sama cekak secara finansial, mereka justru bekerja sama menjalankan bisnis ilegal walau tahu risikonya gak main-main.

  • Genre: drama

  • Pemain: Melissa Leo, Misty Upham

  • Sutradara: Courtney Hunt

3. The Engagement of Anna (1972)

The Engagement of Anna (dok. Onassis Foundation/The Engagement of Anna)

Bukan karena renjana tentunya ketika Anna bekerja sebagai ART di rumah keluarga kelas menengah di Athena. Datang dari pedesaan, Anna adalah pekerja yang berdedikasi dan gak banyak tingkah. Ia jadi ART idaman di rumah itu sampai akhirnya mereka luluh dan ingin Anna merengkuh kebahagiaannya sendiri. Keluarga yang mempekerjakan Anna mencoba mencarikannya jodoh dan ternyata berhasil. Namun, sebuah revelasi muncul setelah mereka ingat kalau pernikahan Anna berarti juga sebuah kehilangan bagi mereka. Harus mencari di mana lagi pekerja loyal dan baik seperti Anna yang mau dibayar murah? Dasarnya munafik, kesadaran ini membuat mereka tergerak untuk menggagalkan pernikahan tersebut.

  • Genre: drama

  • Pemain: Anna Vagena, Smaro Veaki

  • Sutradara: Pantelis Voulgaris

4. The Diary of a Chambermaid (2026)

The Diary of a Chambermaid (dok. Film Movement/The Diary of a Chambermaid)

The Diary of a Chambermaid juga cerita seorang ART yang bekerja untuk keluarga kelas menengah atas Prancis. Berasal dari Rumania, Gianina harus meninggalkan dua putrinya di bawah asuhan sang nenek. Sesekali, setelah selesai bekerja, Gianina akan melepas kangen dengan menelepon keluarganya di kampung halaman. Ia tak sabar menanti Natal, momen ketika ia akhirnya bisa pulang barang sejenak. Namun, sebuah insiden justru terjadi dan mengancam rencananya.

  • Genre: drama, satire

  • Pemain: Ana Dumitrașcu, Marie Riviere

  • Sutradara: Radu Jude

5. The Girl with the Needle (2023)

The Girl with the Needle (dok. MUBI/The Girl with the Needle)

Kehabisan uang setelah suaminya hilang di medan perang, Karoline akhirnya bekerja jadi buruh di sebuah pabrik. Upahnya minim dan ia pun terpaksa menyewa apartemen kumuh seadanya. Suatu hari, saat berusaha meminta bantuan dari pabrik untuk meringankan bebannya sebagai janda perang, ia justru bertemu Jørgen, anak pemilik pabrik yang sempat memberinya harapan dan perhatian. Mereka jatuh cinta dan Karoline menemukan dirinya hamil. Namun, karena perbedaan kelas dan ketidakbecusan Jørgen, Karoline berada dalam kondisi tak ideal untuk membesarkan seorang bayi. Ia “diselamatkan” Dagmar, perempuan enigmatik yang menawarkan “jasa” untuk orang-orang yang tak sanggup membesarkan anak di tengah ekonomi Denmark yang terpuruk. Seperti apa bentuk jasa itu?

  • Genre: drama, kriminal

  • Pemain: Vic Carmen Sonne, Trine Dyrholm

  • Sutradara: Magnus von Horn

Menonton film-film ini bakal menyadarkanmu mengapa interseksionalitas dalam studi feminisme itu penting. Pada akhirnya, kita disadarkan kalau relasi kelas tidak bisa diabaikan dalam menuntut hak perempuan di berbagai ranah. Sudah nonton semua filmnya?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

EditorYudha ‎

Related Article