Buat sebagian perempuan, bekerja bisa jadi sebuah pilihan ketimbang keharusan. Ada yang menjadikannya pengisi waktu luang, proses aktualisasi diri, atau perpanjangan tangan dari hobi. Ini yang mendasari mengapa istilah “perempuan karier” punya arti yang cukup spesifik dalam masyarakat Barat. Menurut Cambridge Dictionary, perempuan karier diartikan sebagai perempuan yang menjadikan karier atau kesuksesan dalam karier sebagai prioritas hidup mereka. Biasanya, istilah ini identik dengan perempuan kelas menengah dan atas yang secara ekonomi sudah cukup mapan.
Istilah tersebut pada masa lalu tidak bisa dipakai untuk perempuan kelas pekerja yang memang bekerja untuk bertahan hidup. Padahal, mereka eksis sampai sekarang. Bahkan, ini jadi alasan mengapa ada sebagian perempuan yang karena sudah bekerja sejak belia karena tekanan hidup, mendamba atau bercita-cita bisa dinafkahi, dan bekerja bila perlu saja. Perempuan kelas pekerja ini tak mengenal apa itu renjana (passion) dan aktualisasi diri, tersisih, serta diremehkan. Bahkan, mereka dapat opresi ganda dari banyak sisi karena sifat pekerjaan mereka.
Benarkah demikian? Coba tonton lima film realisme berlakon perempuan kelas pekerja berikut sebagai gambarannya. Ada film apa saja?
