Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Gaet 20 Ribu Pembeli Tiket Asing, Apa Daya Tarik Konser Ye di Jakarta?
potret Ye (Instagram.com/rawvision.collective)
  • Konser “Ye Live in Jakarta” di SUGBK pada 24 Oktober 2026 mencatat 20.500 pembeli tiket asing, dengan Australia terbanyak, disusul Malaysia dan Singapura.
  • Jakarta menjadi satu-satunya kota Asia Tenggara dalam tur “Ye Live Concert Tour 2026” untuk album BULLY, sehingga pilihan penggemar regional untuk menonton langsung sangat terbatas.
  • Daya tarik konser juga datang dari popularitas Ye dan Globe Stage 360 derajat, dilengkapi visual, laser, piroteknik, serta layar LED tambahan di sejumlah area SUGBK.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Konser Kanye West bertajuk “Ye Live in Jakarta” yang siap digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, pada Sabtu (24/10/2026) malam berhasil menarik perhatian penggemar dari berbagai negara. Tak hanya penonton lokal, puluhan ribu penggemar internasional juga tercatat membeli tiket untuk menyaksikan penampilan rapper asal Amerika Serikat tersebut secara langsung.

Dalam sesi press conference yang berlangsung pada Kamis (22/10/2026), Marketing & Communications Lead Raw Vision Collective, Karen Tjahja mengungkapkan bahwa sebanyak 20.500 pembeli tiket berasal dari luar negeri. Australia pun menjadi negara dengan jumlah pembeli tiket asing terbanyak, lalu disusul Malaysia dan Singapura yang bersaing ketat menempati posisi berikutnya.

Jumlah tersebut tentu menunjukkan besarnya jangkauan konser Ye di pasar internasional. Bahkan, tingginya permintaan tersebut sampai membuat promotor memfasilitasi penyewaan penerbangan charter tambahan untuk membantu memenuhi kebutuhan perjalanan penggemar menuju Jakarta, lho. Lantas, apa saja daya tarik yang membuat puluhan ribu penggemar dari berbagai negara rela datang ke Jakarta demi menyaksikan konser Ye?

1. “Ye Live in Jakarta” jadi satu-satunya konser Ye di Asia Tenggara

potret Ye (Instagram.com/rawvision.collective)

Mungkin, banyak yang bertanya-tanya, apa yang membuat puluhan ribu penggemar dari luar negeri rela terbang ke Jakarta demi menyaksikan konser Ye? Apalagi, sebagian dari mereka harus menempuh perjalanan berjam-jam untuk tiba di Indonesia.

Nah, salah satu faktor yang bisa menjelaskan tingginya minat tersebut adalah posisi Jakarta yang tercatat sebagai satu-satunya kota di Asia Tenggara yang masuk dalam rangkaian tur Ye bertajuk “Ye Live Concert Tour 2026.” Adapun tur yang digelar untuk merayakan album terbaru Ye, BULLY, yang dirilis pada Maret 2026 ini sendiri sudah dimulai dari SoFi Stadium, Inglewood, California, Amerika Serikat. Setelahnya, Ye melanjutkan pertunjukannya ke sejumlah negara, termasuk Turki, Belanda, Georgia, Albania, Spanyol, Portugal, dan Kazakhstan, sebelum dijadwalkan tampil di SUGBK, Jakarta pada 24 Oktober 2026.

Oleh karena itu, penggemar yang ingin menyaksikan penampilan Ye secara langsung di kawasan Asia Tenggara memiliki pilihan lokasi yang sangat terbatas.

2. Popularitas Ye di industri musik internasional

potret Ye (Instagram.com/rawvision.collective)

Selain faktor lokasi, popularitas Ye di industri musik internasional juga menjadi daya tarik lain dari konser ini. Rapper yang sebelumnya dikenal dengan nama Kanye West tersebut telah berkarier selama lebih dari dua dekade dan dikenal melalui karya hip-hop, eksplorasi musikal, serta kiprahnya sebagai produser musik.

Pengakuan terhadap karier Ye juga terlihat dari pencapaiannya di Grammy Awards. Berdasarkan data resmi Recording Academy, Ye telah meraih 24 kemenangan dari total 76 nominasi hingga Grammy Awards 2026. Penghargaan tersebut pun mencakup berbagai kategori, mulai dari Best Rap Album untuk The College Dropout hingga Best Contemporary Christian Music Album untuk Jesus Is King.

Gak cuma sebagai rapper, Ye juga dikenal melalui kontribusinya dalam produksi musik. Ia turut menulis dan memproduseri sejumlah karya yang mendapat pengakuan di industri musik, termasuk lagu “You Don’t Know My Name” milik Alicia Keys yang memenangkan Grammy untuk kategori Best R&B Song pada 2004. Rekam jejak tersebut pun memperlihatkan kiprahnya yang tidak terbatas pada penampilan sebagai musisi saja, tetapi juga di balik proses kreatif sebuah karya.

3. Tawarkan pengalaman berbeda lewat Globe Stage

potret Ye (Instagram.com/rawvision.collective)

Daya tarik “Ye Live in Jakarta” juga tidak hanya bertumpu pada popularitas sang rapper, tetapi juga pengalaman konser yang ditawarkan. Lewat konsep Globe Stage, Ye menghadirkan panggung berbentuk bola dunia dengan desain 360 derajat yang juga digunakan dalam pertunjukannya di sejumlah negara lain. Konsep ini membuat penonton dapat menikmati penampilan dari berbagai sisi stadion, bukan hanya menghadap ke satu panggung utama seperti dalam konser pada umumnya.

Marketing & Communications Lead Raw Vision Collective, Karen Tjahja pun telah menjelaskan bahwa Globe Stage yang dibawa ke Jakarta memiliki ukuran yang sama dengan panggung Ye di negara lain. Properti panggung tersebut didatangkan langsung dari luar negeri dengan spesifikasi teknis yang melibatkan tim Ye. Dengan begitu, penonton di Indonesia dapat menyaksikan konsep produksi yang juga dihadirkan dalam rangkaian tur internasionalnya.

Pengalaman menonton konser Ye tersebut turut didukung dengan perpaduan tata cahaya, visual, laser, dan efek piroteknik yang menjadi bagian dari produksi panggung. Elemen-elemen ini juga dirancang untuk melengkapi penampilan musik sekaligus menghadirkan pertunjukan visual berskala stadion.

Untuk menyesuaikan konsep panggung dengan kondisi SUGBK, promotor bersama tim Ye juga melakukan penyesuaian tata letak dan menambahkan layar LED di sejumlah area, termasuk Festival A dan CAT 1A. Menurut pihak promotor, penambahan layar tersebut dilakukan karena karakteristik GBK yang lebih melebar dibandingkan SoFi Stadium di Los Angeles. Dengan begitu, penonton dari berbagai sudut diharapkan dapat menyaksikan penampilan Ye dengan lebih jelas.

Jadi, bagi para penggemar, menonton Ye secara langsung tentu memberikan pengalaman berbeda dibandingkan sekadar mendengarkan lagu-lagunya di layanan streaming atau menonton video musiknya. Mereka bisa bernyanyi bersama puluhan ribu penonton lain sambil melihat langsung kemegahan Globe Stage.

Pada akhirnya, perpaduan antara popularitas Ye, konsep panggung yang megah, serta terbatasnya lokasi tur di Asia Tenggara membuat konser di Jakarta menjadi kesempatan yang sayang dilewatkan bagi para penggemarnya.

Curated For You

Editorial Team

Related Article