Ghost in the Cell (dok. Come and See Pictures/Ghost in the Cell)
Ghost in the Cell merupakan film horor komedi satire yang mengambil latar di Lapas Labuhan Angsana. Tempat tersebut dipenuhi narapidana yang hidup di bawah tekanan aparat korup, konflik antargeng, serta berbagai bentuk kekerasan. Situasi berubah ketika seorang narapidana baru bernama Dimas masuk ke lapas. Ia didakwa membunuh bosnya secara keji dan harus beradaptasi dengan kehidupan keras di balik jeruji besi.
Tidak lama setelah kedatangan Dimas, para penghuni penjara mulai tewas satu per satu dengan cara mengenaskan. Pelakunya ternyata merupakan sosok hantu tak kasatmata yang memburu manusia yang memiliki aura atau energi negatif paling kuat. Para narapidana dan pihak lapas akhirnya menyadari bahwa bertahan hidup bukan sekadar soal kekuatan fisik. Mereka justru harus berusaha mengubah diri menjadi lebih baik. Mulai dari berbuat baik, beribadah, hingga melakukan berbagai cara kocak untuk menjaga energi positif mereka.
Di balik aksi horor dan komedinya, Ghost in the Cell turut menyelipkan kritik sosial mengenai relasi kuasa, korupsi, kekerasan, dan kebobrokan sistem. Perpaduan tersebut menjadi bagian dari pendekatan Joko Anwar dalam menghadirkan horor yang tidak hanya mengandalkan teror, tetapi juga membawa persoalan sosial ke dalam ceritanya.
Ghost in the Cell sendiri sudah tayang di bioskop Indonesia pada 16 April 2026, dan rilis di Netflix sejak 20 Agustus 2026. Sudah nonton?