Iqbaal Ramadhan Latihan Nyopet Buat Film Operasi Pesta Copet

Jakarta, IDN Times - Iqbaal Ramadhan siap menunjukkan sisi gelap yang berbeda dalam film terbarunya, Operasi Pesta Copet. Gak tanggung-tanggung, perannya sebagai Ijal menuntutnya untuk memiliki keahlian tangan yang super lincah dalam urusan mencopet.
Untuk mendapatkan keahlian ini, ia pun melakukan latihan yang sangat spesifik dan detail. Iqbaal membagikan pengalamannya belajar mencopet tersebut dalam sesi pertemuan dengan media di kawasan Blok M pada Jumat (19/6/2026). Dari melatih kekuatan jari hingga mempelajari strategi komplotan kriminal, apa saja yang Iqbaal Ramadhan lalui untuk bisa memerankan karakter Ijal?
1. Tim produksi sediakan coach untuk melatih kecepatan tangan

Ernest Prakasa selaku produser memiliki standar tinggi untuk film ini. Ia menginginkan setiap aksi pencopetan dilakukan secara nyata oleh para aktor tanpa bantuan trik penyuntingan gambar. Demi mewujudkan hal tersebut, tim produksi pun mendatangkan magician Bow Vernon untuk melatih para pemain menguasai teknik ketangkasan tangan.
“Kita kerja sama bukan sama copet tentunya, tapi sama magician Bow Vernon, pesulap. Jadi kadang kita juga baru tahu kalau pesulap panggung itu kadang kalau lagi bikin event itu ada juga gimiknya, yang penonton naik ke panggung tiba-tiba jam tangannya diambil, tiba-tiba dompetnya diambil gitu," ujar Ernest.
2. Iqbaal Ramadhan disuruh latihan menggunakan ponsel dummy

Berbeda dengan persiapan film aksi yang biasanya fokus pada latihan fisik atau bela diri, Iqbaal justru mendapatkan tantangan untuk memperkuat jari-jarinya. Di film Operasi Pesta Copet, ia memerankan Ijal yang menjadi pencopet andal. Untuk mendalami karakternya, ia diberikan ponsel tiruan atau dummy phone sebagai alat latihan sehari-hari.
“Biasanya kan kita kalau pendalaman karakter gitu ya, kayak oke Iqbaal, Kristo, nanti pulang ke rumah turunin berat badannya, belajar mukul, belajar nendang, belajar apa. Ini gak. Ini kita dikasih HP dummy, tiap hari kita disuruh gini nih (memperagakan gerakan sentakan dua jari). Supaya jarinya tuh kuat untuk mengambil HP dengan kayak mudah langsung bisa diambil. Kurang lebih kayak gitu," cerita Iqbaal Ramadhan.
3. Iqbaal Ramadhan kesulitan bangun chemistry bareng tim copet

Lewat film terbarunya, Iqbaal mempelajari banyak hal baru tentang cara kerja komplotan pencopet. Biasanya, satu tim copet terdiri atas sedikitnya tiga orang dengan peran sebagai pengalih perhatian, eksekutor yang mengambil barang, dan penadah yang menerima hasil curian. Iqbaal mengungkapkan bahwa tantangan terbesarnya adalah membangun chemistry dengan aktor lain agar proses mengoper barang curian bisa terlihat meyakinkan di depan kaemra.
"Makanya sempat ada beberapa mungkin temen-temen tahu, copet digebukin karena berasa mengambil sesuatu, tapi begitu dicek gak ada barang bukti. Karena memang barangnya udah gak di dia, udah dioper. Nah, menyatukan chemistry, belajar untuk mengalihkan, mutus (mencuri) tanpa melihat target, serta nadah tanpa ngelihat barangnya ada di mana itu ternyata sulit banget gitu," ujar Iqbaal.
Kendati mengangkat tema pencopetan, Iqbaal juga berharap film ini juga dapat menjadi pembelajaran bagi penonton agar lebih waspada terhadap aksi kejahatan serupa.
"Film ini bisa ngajarin kalau ini loh cara copet bekerja. Supaya lo tahu, begitu udah ada keanehan yang terjadi di dalam sebuah kerumunan, ya lu mendingan menghindar aja karena biasanya ada copet di situ," pungkasnya.
Dalam Operasi Pesta Copet, Iqbaal beradu akting dengan Kristo Immanuel, Zulfa Maharani, dan Kawai Labiba sebagai satu tim pencopet. Penasaran bagaimana cara keempatnya beraksi? Film garapan Edy Khemod ini dijadwalkan tayang di seluruh bioskop Indonesia mulai 27 Agustus 2026


















