Jadi Hajime Kondoh, Denny Sumargo Kesulitan Belajar Bahasa Jepang

Denny Sumargo awalnya enggan kembali berakting dan sempat menawarkan peran Hajime Kondoh kepada aktor lain, tetapi akhirnya luluh menerima tawaran memerankan karakter tersebut.
Demi karakter Hajime, Densu mempertahankan dialog berbahasa Jepang dengan berlatih bersama Hiroaki Kato. Ia mengaku kesulitan membuat pengucapannya terdengar tidak kaku.
Hiroaki Kato serta Fanny Kondoh menilai Densu berhasil menghadirkan sosok Hajime. Film Baby Udon garapan Fajar Bustomi dijadwalkan tayang di bioskop Indonesia pada September 2026.
Jakarta, IDN Times – Denny Sumargo membahas tantangan saat memerankan karakter Hajime Kondoh dalam film Baby Udon. Aktor yang disapa Densu itu ternyata harus mempelajari bahasa Jepang demi menghidupkan sosok mendiang suami kreator konten Fanny Kondoh tersebut di layar lebar.
Di balik proses tersebut, Densu mengaku kesulitan mempelajari bahasa Jepang agar dialog yang diucapkannya terdengar natural. Beruntung, ia mendapatkan bantuan secara langsung dari penyanyi sekaligus aktor Hiroaki Kato hingga mendapatkan pujian dari Fanny.
1. Meski perankan Hajime Kondoh, Denny Sumargo sebenarnya tak ingin main film lagi

Sebelum terpilih memerankan Hajime, Densu mengaku sebenarnya sudah tidak lagi memiliki keinginan bermain film sebagai aktor. Ia bahkan sudah mencoba menawarkan peran tersebut kepada beberapa aktor, karena ingin lebih fokus pada hal lain. Namun, upayanya menghubungi aktor lain untuk menawarkan peran utama film ini tidak membuahkan hasil.
"Jujur, saya tuh udah gak pengin main film. Jadi, saya pengin fokus ke hal lain karena menurut saya, mungkin kalau saya main film, sedikitlah film yang akan saya mainkan. Di awal ya, 'Koko saja.' 'Bentar, gue tawarin dulu si Ono.' Gue WA nih si Ono, ternyata waktu gak bisa. Gue WA si Ini, gak dibalas," cerita Densu dalam press conference film Baby Udon di Jakarta, Senin (3/8/2026).
Ia sendiri tak menampik sulit menemukan aktor yang tepat, karena sosok yang berperan sebagai Hajime harus memiliki perawakan orang Asia dan mampu berbahasa Jepang. Akhirnya, hati Densu luluh dan setuju mengambil peran tersebut setelah diminta pihak produksi.
"Begitu susahnya karena look-nya itu paling gak ada Asian look ya, dan pasti susah lah dia harus berbahasa Jepang. Akhirnya, ditodong gue. 'Gak sign, kita semua cancel. Jadi produksi ini semua berhenti.' Tangan gue begini (gemetar) saja. 'Bismillah,' gue tanda tangan. Gue baru inget, gue Kristen ya. Eh, gak apa-apa karena artinya sama. Di situlah awalnya, ya," imbuhnya.
2. Densu kesulitan saat mempelajari bahasa Jepang demi perannya di film ini

Tantangan sebenarnya justru datang setelah Densu menerima peran tersebut. Sebagai produser, Densu sejak awal menginginkan karakter Hajime Kondoh dalam film Baby Udon tetap berbicara bahasa Jepang, meski tinggal di Indonesia.
Untungnya, Densu dibantu langsung oleh Hiroaki Kato yang bahkan datang ke rumahnya untuk mengajarkan bahasa Jepang. Dari situlah, ia pun tak menampik menghadapi kesulitan saat mempelajari bahasa Jepang.
"Bahasa Jepang itu kan di lidah kita tuh gak nyaman. Gue akuin waktu gue latihan itu, gue sangat kesulitan. Sebenarnya gue waktu itu bukan fokus ke bahasa Jepang-nya, tapi gimana caranya si bahasa ini bisa keluar dari lidah gue dengan tidak kaku," katanya.
Pria 44 tahun itu tidak lupa menyampaikan rasa terima kasihnya pada Hiro yang telah membantu mengajarinya bahasa Jepang. Densu mengaku, Hiro dengan tulus membantunya, meski sebenarnya mengajarkan bahasa Jepang bukan tugas Hiro.
"Hiro-san, terima kasih banyak, ya. Hari ini aku harus mengucapkan terima kasih karena dia tuh bukan kewajiban dia sebenarnya. Kami gak mempekerjakannya sebagai pelatih, tapi dia membantu dari hati. Makanya gue apresiasi banget. Dia datang ke rumah, ngajarin gue. Sebegitu dia kepengin film ini, dia terlibat di dalamnya. Padahal itu di luar jobdesk dia," ucap Densu.
3. Hiroaki Kato dan Fanny Kondoh seperti melihat sosok Hajime dalam diri Densu

Proses Densu saat mempersiapkan karakter Hajime turut mendapatkan apresiasi dari Hiro. Menurutnya, kemampuan Densu berbahasa Jepang memang berkembang seiring proses latihan, tapi yang paling membuatnya terkesan adalah bagaimana Densu berhasil menghadirkan karakter Hajime.
"Apa yang membuat saya sangat-sangat kaget dan terharu adalah semakin lama belajar, semakin dapatlah. Lancar pasti, tapi semakin dapat feel-nya Hajime-san itu ada di dalam dia gitu. Aku kan tahu ya karena saya sering makan bareng, ngobrol bareng sama Hajime-san sendiri. Jadi terasa beneran ada Hajime-san di dalam Ko Densu," kata Hiro.
Pujian serupa juga datang dari istri mendiang Hajime Kondoh, Fanny Kondoh. Walau awalnya sempat merasa ragu dengan terpilihnya Densu sebagai pemeran Hajime, Fanny mengaku pandangannya berubah setelah mendampingi proses produksi film.
"Kalau orang mikir, 'Eh Densu gak cocok, gak cocok,' awalnya saya setuju dengan kalian, tapi ketika saya mendampingi proses pembuatan film, saya takut jatuh cinta sama Densu karena ketika kamera itu nyala, dan Hajime sudah berperan di situ, saya melihat jiwa suami saya tuh ada di Densu," ucapnya.
Selain Denny Sumargo, film Baby Udon juga diperankan Caitlin Halderman, Vonny Anggraini, Naufal Samudra, Putri Ayudya, hingga Hiroaki Kato. Disutradarai Fajar Bustomi, Baby Udon dijadwalkan tayang mulai tanggal 3 September 2026 di bioskop Indonesia.





















