Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Jadi Srikandi di PSM 2026, Raisa Soroti Isu Kekerasan pada Perempuan
potret Raisa saat dijumpai di Soundtrip Studio, Jakarta, Rabu (29/4/2026) (dok. IDN Times/Rani Asnurida)
  • Raisa Andriana berperan sebagai Srikandi dalam Pagelaran Sabang Merauke 2026 bertema Hikayat Srikandi Nusantara, setelah menjalani Latihan Akbar di Yogyakarta.
  • Ia fokus mendalami personifikasi Srikandi melalui gestur, sikap, referensi pewayangan, serta arahan koreografer, karena porsi koreografinya tidak terlalu banyak.
  • Raisa menyoroti pesan kekerasan terhadap perempuan dan kesetaraan gender dalam pertunjukan yang digelar 21–23 Agustus 2026 di Indonesia Arena, Senayan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Yogyakarta, IDN Times - Raisa Andriana lagi-lagi menghadirkan gebrakan baru. Kali ini, ia bergabung dalam pertunjukan Pagelaran Sabang Merauke 2026. Gak tanggung-tanggung, dalam pagelaran yang mengangkat tema Hikayat Srikandi Nusantara tersebut, Raisa pun hadir sebagai sosok Srikandi.

Penampilan pelantun lagu “Serba Salah” tersebut sebagai Srikandi gak perlu diragukan. Hal ini terlihat dalam Latihan Akbar Pagelaran Sabang Merauke yang berlangsung di Graha Wana Bhakti Yasa, Yogyakarta, Selasa (11/8/2026). Dalam kesempatan tersebut, Raisa tidak hanya tampil dengan kostum ikonik khas Srikandi, tetapi juga sukses bikin terpana lewat gestur yang tampak gagah dan berwibawa.

Menurut Raisa, tantangan yang dihadapinya bukan sekadar menghafalkan koreografi, tetapi ia juga harus mendalami karakter Srikandi agar dapat membangun personifikasi yang kuat di atas panggung. Dalam sesi doorstop bersama awak media, Raisa pun turut menyoroti isu kekerasan terhadap perempuan yang menjadi salah satu pesan dalam pertunjukan Pagelaran Sabang Merauke 2026.

1. Jadi Srikandi di Pagelaran Sabang Merauke 2026, Raisa akui koreografinya tak sebanyak personifikasi

potret Raisa di Latihan Akbar Pagelaran Sabang Merauke 2026, Yogyakarta, Selasa (11/8/2026) (dok. IDN Times/Rani Asnurida)

Perdana jadi Srikandi di Pagelaran Sabang Merauke, Raisa mengungkapkan, tidak mendapatkan porsi koreografi yang terlalu banyak. Kendati demikian, ia justru dituntut untuk memahami lebih banyak tentang bagaimana sosok tersebut harus hadir melalui gestur dan pembawaannya.

“Jadi aku latihan pendalaman karakter karena sebenarnya koreografinya gak banyak, tapi lebih banyak personifikasi, Srikandi itu harus kayak gimana. Geraknya, berdirinya, dan lain-lain,” kata Raisa saat ditanya IDN Times setelah Latihan Akbar Pagelaran Sabang Merauke di Yogyakarta, Selasa (11/8/2026).

Menurut Raisa, setiap gerakan hingga cara berdiri menjadi bagian penting untuk menunjukkan karakter Srikandi sebagai sosok yang mampu memimpin dan mengerahkan banyak orang.

“Sehingga bisa mengerahkan pasukan segitu banyak tuh pantas gitu,” lanjutnya.

Ibu satu anak tersebut juga mengaku sempat merasa gugup karena ini adalah pertama kalinya ia mengikuti run through atau latihan penuh dari awal hingga akhir yang disaksikan langsung oleh awak media dan KOL.

“Run through pertama kali langsung ditonton sama teman-teman media dan KOL. Sejujurnya sangat deg-degan, tapi energi penarinya benar-benar nular banget,” kata Raisa dengan nada antusias.

2. Banyak pelajari tentang Srikandi, termasuk dari tokoh dalam wayang

potret Raisa saat dijumpai di Soundtrip Studio, Jakarta, Rabu (29/4/2026) (dok. IDN Times/Rani Asnurida)

Raisa melanjutkan, untuk membangun karakter Srikandi, ia melakukan berbagai pendalaman, salah satunya dengan mempelajari bagaimana sosok Srikandi digambarkan dalam pewayangan. Di samping itu, Raisa juga mencari tahu lebih jauh tentang karakter Srikandi, termasuk perbedaannya dengan Arjuna serta tokoh-tokoh perempuan lainnya.

“Referensinya dari Srikandi itu sendiri. Dilihatin kayak dia di wayang gimana, dia biasanya gimana, terus perbedaan Srikandi sama Arjuna apa, dan dengan tokoh-tokoh wanita yang lain apa,” lanjut Raisa.

Gak cuma mencari referensi secara mandiri, Raisa juga banyak mendapat arahan dari tim koreografer selama proses latihan.

“Jadi aku banyak-banyak juga belajar dari tim koreografer,” tambahnya.

3. Lewat Srikandi, Raisa soroti isu kekerasan terhadap perempuan

potret Raisa di Latihan Akbar Pagelaran Sabang Merauke 2026, Yogyakarta, Selasa (11/8/2026) (dok. IDN Times/Rani Asnurida)

Di balik sosok Srikandi yang diperankannya, Raisa melihat ada pesan mengenai isu perempuan yang ingin disampaikan melalui Pagelaran Sabang Merauke 2026. Menurut Raisa, kemarahan Srikandi dalam pertunjukan tersebut berkaitan dengan persoalan kekerasan terhadap perempuan dan kesetaraan gender.

“Yang pasti sama, kita semua, aku rasa sama ya sama-sama marah itu dengan isu perempuan yang besok akan diangkat. Jadi kenapa Srikandi itu marah? Kenapa Srikandi itu mengumpulkan semua perempuan-perempuan itu karena isu-isu kekerasan, tentang kesetaraan pada wanita itu di Indonesia lagi parah-parahnya,” ungkap Raisa.

Oleh karena itu, Raisa berharap agar penampilan mereka di Pagelaran Sabang Merauke 2026 tidak hanya menjadi pertunjukan seni dan budaya, melainkan juga dapat membuat masyarakat semakin sadar terhadap persoalan yang masih dihadapi perempuan.

“Semoga setelah kita tampil besok, orang-orang akan lebih aware lagi dengan isu itu,” pungkas Raisa.

Adapun Pagelaran Sabang Merauke 2026 akan berlangsung pada 21–23 Agustus 2026 di Indonesia Arena, Senayan. Mengusung tema besar Hikayat Srikandi Nusantara, pagelaran tahun ini mengangkat kisah para perempuan dalam cerita rakyat Indonesia yang sarat dengan nilai keteladanan, keberanian, sekaligus kontribusi dalam kehidupan bermasyarakat. Beragam nilai tersebut akan disampaikan melalui perpaduan tari, musik, dan teater dalam satu kesatuan pertunjukan.

Curated For You

Editorial Team

Related Article