Peran Psikologi Forensik dalam membantu proses hukum dan peradilan terjadi sejak proses penyelidikan (Upaya mengetahui ada atau tidaknya suatu tindak kriminal, termasuk menentukan apakah perlu dilakukan usaha penyidikan untuk menemukan korban dan pelaku) dan penyidikan (Upaya mencari bukti untuk menentukan tersangka pelaku kejahatan).
Setidaknya terdapat dua proses yang diampu oleh seorang ahli Psikologi dalam tahapan tersebut. Yaitu pembuatan profil kriminal (Criminal profiling) dan autopsi psikologis (Psychological autopsy). Nah, tampaknya drama Korea Selatan berbau Thriller beberapa waktu ini lebih condong kepada Criminal profiling, ya.
Seorang criminal profiler menggunakan sudut pandang pelaku kriminal. Dia akan menyimpulkan ciri-ciri deskriptif dari pelaku kejahatan yang belum atau tidak teridentifikasi menggunakan prinsip-prinsip ilmu psikologi dan perilaku manusia secara sistematis, berdasarkan bukti empiris dan melakukan evaluasi obyektif.
Hal ini bertujuan untuk membantu penegak hukum supaya secara akurat memprediksi perilaku kriminal termasuk korban sasaran berikutnya, mengidentifikasi dan mendukung proses penangkapan, serta memfasilitasi cara berinteraksi dengan tersangka kelak.
Seorang profiler bukannya menentukan siapa tersangka secara mutlak. Akan tetapi lebih kepada mengerucutkan siapa saja yang berpotensi menjadi tersangka.
Jadi, di antara profiler berikut ini, mana nih yang sepak terjangnya paling nendang?
