Penjelasan Ending Film Backrooms Menurut Sutradara Kane Parsons

- Film Backrooms garapan Kane Parsons mengisahkan Clark yang terjebak di dunia misterius hingga kehilangan kewarasan, sementara nasib Mary dibiarkan menggantung setelah diselamatkan tim ilmuwan Async.
- Backrooms digambarkan sebagai salinan rusak dari realitas, dihuni makhluk Still Life, dan terus berkembang tanpa batas meski telah diteliti oleh perusahaan misterius Async.
- Sutradara Kane Parsons menegaskan Pirate Clark adalah versi keliru dari ingatan Backrooms tentang Clark dan memilih membiarkan ending film tetap ambigu untuk memberi ruang interpretasi penonton.
Film Backrooms produksi A24 resmi tayang di bioskop pada Rabu, 10 Juni 2026. Dibintangi Chiwetel Ejiofor dan Renate Reinsve, film ini mengadaptasi creepypasta viral "Backrooms" yang pertama kali muncul di internet pada 2019. Popularitasnya kemudian berkembang menjadi semesta horor tersendiri melalui serial web karya Kane Parsons, yang kini juga bertindak sebagai sutradara film layar lebarnya.
Menggabungkan horor, thriller psikologis, dan misteri sci-fi, Backrooms mengikuti kisah Clark, seorang pemilik toko furnitur yang perlahan terobsesi dengan dunia aneh di balik ruang penyimpanan tokonya. Namun semakin jauh ia menjelajah, semakin sulit membedakan mana kenyataan dan mana bagian dari mimpi buruk yang tak berujung. Jika kamu masih bingung dengan ending filmnya, berikut penjelasannya!
Awas, artikel ini mengandung spoiler!
1. Bagaimana nasib Mary dan Clark?

Babak akhir Backrooms menjadi semakin mengerikan ketika Mary menemukan Clark di dalam Backrooms. Namun pria yang ia cari ternyata sudah berubah jauh dari sosok yang dikenalnya. Clark terlihat kehilangan kewarasannya setelah menghabiskan waktu yang sangat lama di dalam dunia tersebut. Mary kemudian ditangkap dan dipaksa mengikuti permainan peran yang diciptakan Clark.
Dalam adegan yang terasa sangat tidak nyaman, Clark memintanya memerankan kembali momen-momen dari hubungan masa lalunya bersama sang istri. Situasi itu semakin kacau ketika muncul sosok Still Life yang berbeda dari lainnya. Makhluk tersebut adalah versi mengerikan Clark sendiri yang mengenakan kostum bajak laut. Dijuluki Pirate Clark oleh banyak penonton, sosok setinggi hampir tiga meter itu tampak seperti representasi mengerikan dari Clark yang telah dipelintir oleh Backrooms. Makhluk tersebut kemudian membunuh Clark asli di depan Mary.
Setelah berhasil melarikan diri, Mary berlari tanpa arah melewati koridor-koridor tak berujung. Tepat ketika Pirate Clark hampir menangkapnya, Mary bertemu tim ilmuwan Async yang sedang melakukan eksplorasi. Mereka membawa Mary dan makhluk tersebut kembali ke dunia nyata untuk diperiksa lebih lanjut.
Film kemudian ditutup dengan percakapan antara Mary dan Phil (Mark Duplass) dari Async. Saat Mary bertanya apa yang akan terjadi padanya setelah semua yang dialaminya, Phil mengakui bahwa bahkan Async tidak memiliki jawaban pasti. Nasib Mary sengaja dibiarkan menggantung, menjadi salah satu misteri terbesar film ini.
2. Apa itu Backrooms sebenarnya? Siapa itu Async?

Sepanjang film, penonton bertanya-tanya: apa Backrooms sebenarnya? Menurut penjelasan Clark, Backrooms adalah salinan tidak sempurna dari segala sesuatu yang pernah ada. Tempat itu meniru dunia nyata, tetapi selalu ada sesuatu yang salah. Lorong-lorong terasa terlalu panjang, ruangan tampak asing meski familiar, dan manusia yang muncul di sana terlihat seperti tiruan yang cacat.
Konsep ini diperlihatkan melalui kemunculan para Still Life, makhluk menyerupai manusia yang tampak hampir normal tetapi memiliki detail-detail yang keliru. Mereka menjadi simbol bahwa Backrooms bukanlah dunia paralel biasa, melainkan semacam pantulan rusak dari realitas. Clark bahkan menyebut Backrooms sebagai "segala sesuatu yang pernah ada." Artinya, setiap tempat, benda, atau orang mungkin memiliki versi mereka sendiri di sana, hanya saja dalam bentuk yang tidak sempurna.
Di balik semua penelitian tersebut terdapat Async, perusahaan misterius yang beberapa kali muncul sepanjang film. Mereka awalnya merupakan produsen mesin MRI sebelum menemukan keberadaan Backrooms dan mengalihkan seluruh fokus perusahaan untuk mempelajarinya.
Phil menjelaskan bahwa Async telah memetakan sebagian wilayah Backrooms. Namun masalahnya, ruang tersebut terus berkembang tanpa batas. Setiap kali mereka merasa memahami strukturnya, Backrooms justru menciptakan area baru yang belum pernah ada sebelumnya. Bagi Phil, penemuan Backrooms adalah peristiwa paling penting dalam sejarah manusia. Namun film ini juga memperlihatkan sisi gelap ambisi tersebut. Semakin banyak manusia mencoba memahami Backrooms, semakin banyak pula yang tersesat di dalamnya.
3. Penjelasan ending Backrooms menurut sang sutradara

Banyak penonton bertanya-tanya mengenai makna sebenarnya dari Pirate Clark dan ending yang sengaja dibuat menggantung. Menariknya, Kane Parsons tidak ingin memberikan jawaban pasti. Saat diwawancarai Esquire (29/6/2026), Parsons mengatakan:
"Saya ingin memberi kesempatan kepada orang-orang untuk menikmati (film) tanpa terpengaruh. Saya telah mendengar beberapa orang mengambil kesimpulan dari film itu, dan saya belum memutuskan apakah sebaiknya saya menjelaskan secara verbal apa kesimpulan tersebut. Ini adalah kasus klasik, 'Menurutmu apa artinya?'"
Meski begitu, Parsons memberikan sedikit petunjuk tentang sosok Pirate Clark. Menurutnya, makhluk tersebut merupakan perpanjangan dari logika yang membentuk Backrooms itu sendiri. Pirate Clark bukan sekadar monster. Ia adalah versi Clark yang diingat secara keliru oleh Backrooms. Dalam wawancara bersama Polygon (29/6/2026), Parsons menegaskan bahwa pikiran dan keinginan Clark ikut memengaruhi bentuk Backrooms.
"Cara dia menggambarkannya hanyalah perkiraan terbaik Clark. Saya pikir itu sangat menunjukkan bahwa, terlepas dari semua pemahaman yang tampaknya dia nyatakan tentang tempat ini," ujarnya.
Pernyataan tersebut mengisyaratkan bahwa Clark mungkin tidak pernah benar-benar memahami Backrooms sepenuhnya. Semua teori yang ia sampaikan bisa saja hanya interpretasi pribadi terhadap sesuatu yang jauh lebih besar dan tidak bisa dipahami manusia. Ketika ditanya mengenai cliffhanger di akhir film, Parsons memilih bungkam.
"Sayangnya, saya tidak bisa berkomentar tentang itu. Itu sesuatu yang harus saya jaga untuk masa depan," kata Parsons.
Pernyataan itu semakin memperkuat dugaan bahwa Backrooms memang disiapkan sebagai awal dari semesta film yang lebih besar. Mengingat kesuksesan box office dan antusiasme penonton terhadap adaptasi creepypasta ini, peluang sekuel tampaknya terbuka sangat lebar. Jadi, apakah Mary benar-benar selamat? Apakah Pirate Clark masih hidup? Dan seberapa luas Backrooms sebenarnya? Untuk saat ini, semua pertanyaan itu masih menjadi misteri.


















