Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Joko Anwar Spill Alasan Pilih Aktor Top Bintangi Ghost in the Cell
Joko Anwar saat doorstop usai press conference film Ghost in the Cell di Jakarta, Senin (23/2/2026) (IDN Times/Juan Dwi)
  • Joko Anwar menjelaskan pemilihan aktor top di film Ghost in the Cell bukan hanya karena popularitas, tapi melihat kesesuaian kemampuan mereka dengan karakter yang diciptakan.

  • Film ini tetap menghadirkan sekitar 20 persen pemain baru, termasuk Magistus Miftah yang terpilih melalui audisi online dan berhasil menyingkirkan ratusan peserta lain.

  • Ghost in the Cell menjadi proyek dengan ensemble cast terbesar Joko Anwar, melibatkan banyak aktor ternama yang masing-masing memiliki peran penting dalam alur cerita.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Sutradara Joko Anwar kembali menghadirkan karya terbarunya lewat film Ghost in the Cell. Menariknya, film ini turut dibintangi oleh banyak aktor pria ternama di Indonesia.

Terpilihnya mereka bukan hanya karena faktor terkenal saja. Selain dibintangi aktor top, film ini juga tetap menghadirkan nama baru yang akan meramaikan ceritanya. Berikut penjelasan Joko Anwar soal pilih aktor top bintangi Ghost in the Cell!

1. Para aktor dipilih bukan sekadar dari popularitas, tapi juga melihat kemampuan mereka

Joko Anwar bersama para cast Ghost in the Cell saat doorstop usai press conference Ghost in the Cell di Jakarta, Senin (23/2/2026) (IDN Times/Juan Dwi)

Pria yang akrab disapa Jokan ini menjelaskan, terpilihnya para aktor top dalam film ini tidak hanya dari faktor terkenalnya saja. Ternyata, Jokan juga melihat seberapa cocok para aktor tersebut dapat memerankan karakter yang ia ciptakan dalam film Ghost in the Cell.

"Jadi sebenarnya aku sama teman-teman di Come and See kalau pilih pemain itu bukan hanya karena mereka 'gak kaleng-kaleng'. Kita pilih mereka karena paling sesuai dengan karakter. Jadi, kalau kita bikin film dari skrip udah jadi, udah ada charactership-nya, dan kita lihat yang kira-kira bisa memerankan karakter ini siapa," ujarnya dalam press conference di Jakarta, Senin (23/2/2026).

2. Jokan sebut tetap ada pemain baru di film Ghost in the Cell

Joko Anwar bersama para cast dan crew Ghost in the Cell saat press conference di Jakarta, Senin (23/2/2026) (IDN Times/Juan Dwi)

Meski menghadirkan sederet nama top yang sudah populer di Indonesia, Jokan menegaskan bahwa film Ghost in the Cell tetap menghadirkan nama pemain baru ke dalam cerita. Hal itu sesuai dengan komitmen yang selama ini dipegang teguh oleh Jokan.

"Kita juga punya komitmen, setiap film yang kita buat itu harus 20 persen orang baru. Jadi, walaupun ini nama-nama yang sudah sangat familier di perfilman Indonesia, tetap ada 20 persen pemain baru, termasuk Miftah, yang baru kita dapatkan dari audition lewat online," ucap Jokan.

Lebih lanjut, Jokan juga bercerita bahwa Magistus Miftah merupakan pemain baru yang ditemukan timnya saat audisi secara online. Kabarnya, Miftah berhasil mengalahkan ratusan orang untuk bisa menunjukkan aktingnya dalam film garapan Jokan.

"Miftah ini menyisihkan 411 peserta lain yang mengirimkan video. Seperti yang tadi sudah dibilang bahwa Miftah adalah seorang guru tari tadinya, dan dia juga adalah seorang pembaca tarot," sambung Jokan.

3. Ghost in the Cell menjadi film dengan ensemble cast terbesar yang digarap Joko Anwar

Joko Anwar dalam sesi doorstop usai press conference film Ghost in the Cell, Senin (23/2/2026) (IDN Times/Juan Dwi)

Untuk diketahui, film Ghost in the Cell memang menghadirkan banyak aktor sebagai pemainnya. Mulai dari Abimana Aryasatya, Bront Palarae, Lukman Sardi, Yoga Pratama, Kiki Narendra, Rio Dewanto, Arswendy Bening Swara, Endy Arfian, Danang Suryonegoro, Morgan Oey, Aming, sampai Tora Sudiro.

Fakta menariknya, Ghost in the Cell menjadi film dengan ensemble cast terbesar yang pernah digarap Joko Anwar. Apalagi, semua pemeran yang tampil dalam film berlatar penjara ini juga memiliki peran penting pada cerita.

"Aku udah beberapa kali bikin film, tapi ini adalah film yang ensemble cast terbesar. Jadi, cast-nya itu ensemble, semuanya berperan dengan sangat penting. Kalau misalnya ada satu karakter yang dikeluarkan dari film, ceritanya gak jalan. Jadi, mereka semua ada fungsinya," jelas Jokan.

Ghost in the Cell tayang di bioskop pada 16 April 2026 mendatang. Jelang perilisan di Indonesia, film ini sudah sempat tayang di Berlin International Film Festival (Berlinale) 2026 dan telah merilis trailer resmi.

Editorial Team