Alasan Joko Anwar Pilih Lagu Cicak di Dinding untuk Ghost in the Cell

Joko Anwar menjelaskan, lagu "Cicak-Cicak di Dinding" dipilih karena perilaku hantu dalam film Ghost in the Cell mirip seperti cicak yang melata mencari mangsa.
Ia juga bercanda lagu itu dipilih karena tak ada lagu populer tentang tokek, padahal karakter Tokek menjadi bagian penting dalam film tersebut.
Joko menegaskan hantu di Ghost in the Cell bukan sekadar elemen horor, tapi karakter yang punya tujuan dan peran penting dalam cerita.
Jakarta, IDN Times - Jelang tayang resmi di bioskop, Come and See Pictures menghadirkan trailer resmi film Ghost in the Cell. Bagian yang mencuri perhatian, video berdurasi 2 menit 32 detik itu juga diiringi nyanyian lagu "Cicak-Cicak di Dinding".
Seperti diketahui, "Cicak-Cicak di Dinding" merupakan lagu anak terkenal ciptaan A.T. Mahmud. Terdengarnya lagu tersebut dalam trailer Ghost in the Cell pun bukan tanpa alasan. Lantas, mengapa ada lagu "Cicak-Cicak di Dinding"? Ini kata Joko Anwar!
1. Lagu Cicak-Cicak di Dinding dipilih karena perilaku hantu dalam film yang mirip

Sebagai sutradara, Joko Anwar menjelaskan bahwa lagu "Cicak-Cicak di Dinding" dipilih karena mewakili perilaku hantu yang akan dihadirkan dalam film Ghost in the Cell. Menurutnya, perilaku hantu di film sangat mirip seperti lirik lagu anak tersebut.
"Cicak-Cicak di Dinding dipilih karena kelakuan dari hantunya itu seperti cicak di dinding. Sesuai dengan lirik Cicak-cicak di Dinding," kata lelaki yang akrab disapa Jokan itu saat ditemui di Jakarta, Senin (23/2/2026).
2. Jokan berkelakar tak ada lagu tentang tokek

Jokan sempat bercanda bahwa lagu itu juga dipilih karena tak ada lagu populer tentang tokek. Untuk diketahui, Tokek merupakan salah satu karakter penting dalam film ini yang diperankan Aming.
"Cicak itu kayak versi kecil dari tokek karena di film kita ada Tokek, kalau lagunya 'Tokek-Tokek di Dinding,' gak ada lagunya," kelakar Jokan sambil tertawa.
Lebih lanjut, Jokan memberikan spill tipis mengenai karakter hantu dalam film ini. Nantinya hantu film Ghost in the Cell akan melata seperti cicak untuk mencari mangsa. Ide dipilihnya lagu itu pun datang dari Jokan sendiri saat menulis cerita. Ia mengaku lagu "Cicak-Cicak di Dinding" sudah terngiang-ngiang di kepalanya.
"Cicak-Cicak di Dinding itu memang kelakuan dari ghost kita. Jadi, dia melata, mencari mangsa," sambungnya.
3. Hantu dalam film Ghost in the Cell bukan hanya elemen horror

Berbicara soal hantu, Jokan mengatakan bahwa hantu dalam Ghost in the Cell tidak seperti film horor umumnya yang hanya menjadi elemen untuk menakuti penonton. Menariknya, karakter hantu itu ternyata juga mempunyai tujuan tersendiri.
"Di sini juga hantu itu karakter. Bukan cuma elemen horor dari film kita, tapi juga karakter yang punya intent, punya tujuan," pungkasnya.
Ditulis dan disutradarai Joko Anwar, film Ghost in the Cell dibintangi Abimana Aryasatya, Bront Palarae, Danang Suryonegoro, Endy Arfian, Lukman Sardi, Mike Lucock, Yoga Pratama, Morgan Oey, Aming, Kiki Narendra, Rio Dewanto, Tora Sudiro, Arswendy Bening Swara, dan masih banyak lagi. Ghost in the Cell tayang 16 April 2026 mendatang di bioskop Indonesia.
![[QUIZ] Upin Ipin atau Boboiboy, Siapa yang Keliling Kampung Bangunin Kamu Sahur?](https://image.idntimes.com/post/20260221/img_20260221_104906_c0952312-3dd9-474b-9a1b-abfacd55f99c.jpg)

















