Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
5 Judul Buku Favorit Dolly Parton untuk Temani Waktu Luang
Dolly Parton (instagram.com/dollyparton)
  • Dolly Parton dikenal gemar membaca dan mendorong literasi anak; pilihan bukunya banyak mengangkat keluarga, perjuangan hidup, serta latar masyarakat Amerika.
  • Favoritnya mencakup The Count of Monte Cristo, Oral History, dan Big Stone Gap, dengan tema ketidakadilan, kehidupan keluarga Appalachia, serta rahasia yang mengubah hidup perempuan kota kecil.
  • Ia juga menyukai The Grapes of Wrath, yang telah dibacanya tiga kali, serta Water for Elephants; keduanya menyoroti kesulitan ekonomi, keluarga, dan kehidupan sirkus.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Dolly Parton bukan hanya dikenal sebagai penyanyi dan penulis lagu legendaris, tetapi juga sebagai sosok yang punya kecintaan besar terhadap buku. Kegemarannya membaca bahkan sejalan dengan berbagai upayanya untuk mendorong anak-anak untuk lebih dekat dengan dunia literasi. Karena itu, tidak mengherankan jika daftar bacaan favorit Dolly mencakup karya klasik.

Menariknya, pilihan buku Dolly Parton terasa cukup beragam, tetapi ada satu benang merah yang menghubungkan semuanya. Banyak buku yang ia sukai berbicara tentang keluarga dan perjuangan hidup. Kalau sedang mencari bacaan yang punya cerita kuat sekaligus meninggalkan kesan, lima judul buku favorit Dolly Parton untuk temani waktu luang berikut ini menarik untuk disimak.

1. The Count of Monte Cristo – Alexandre Dumas

The Count of Monte Cristo (waterstones.com)

Novel karya Alexandre Dumas ini pertama kali diterbitkan secara berseri dari 1844 hingga 1846 dan mengambil latar Prancis pada masa Restorasi Bourbon. Ceritanya mengikuti Edmond Dantès, seorang pria yang harus menjalani hukuman penjara akibat tuduhan yang tidak adil. Setelah berhasil melarikan diri, hidupnya berubah dan ia mulai menyusun rencana untuk membalas orang-orang yang telah menghancurkan kehidupannya.

Namun, novel ini sebenarnya tidak hanya mengandalkan aksi balas dendam. Dumas juga mengajak pembaca mempertanyakan batas antara keadilan dan pembalasan ketika seseorang memiliki kesempatan untuk menghukum orang-orang yang pernah menyakitinya. Tidak heran jika The Count of Monte Cristo terus diadaptasi ke berbagai media dan masih dianggap sebagai salah satu novel klasik yang menarik untuk dibaca kembali.

2. Oral History – Lee Smith

Oral history (leesmith.com)

Dolly Parton pernah menyebut Lee Smith sebagai salah satu penulis Southern favoritnya, dan Oral History menjadi salah satu karya yang secara khusus ia rekomendasikan. Novel yang terbit pada 1983 ini memiliki kedekatan tersendiri dengan kehidupan masyarakat di wilayah Appalachia. Ceritanya berpusat pada keluarga Cantrell dan disampaikan melalui beberapa sudut pandang berbeda.

Alasan buku ini terasa personal bagi Dolly juga cukup mudah dipahami. Ia tumbuh di Tennessee, kawasan yang memiliki kedekatan budaya dengan wilayah Appalachia yang menjadi latar cerita. Melalui kehidupan keluarga Cantrell, Lee Smith menggambarkan masyarakat Selatan Amerika dengan segala kesulitan sekaligus kehangatannya.

3. Big Stone Gap – Adriana Trigiani

Big Stone Gap (adrianatrigiani.com)

Dolly Parton juga menyukai karya Adriana Trigiani, penulis yang memiliki latar belakang dari kawasan Selatan Amerika. Salah satu buku yang ia sukai adalah Big Stone Gap, yang berpusat pada Ave Maria Mulligan, seorang perempuan berusia 35 tahun yang menjalani kehidupan cukup tenang di sebuah kota kecil di pegunungan Blue Ridge. Rutinitas Ave Maria tiba-tiba berubah setelah sebuah rahasia besar terungkap.

Dari titik tersebut, kehidupan yang selama ini ia kenal mulai mengalami perubahan yang tidak pernah ia bayangkan. Latar kota kecil di kawasan pegunungan membuat ceritanya terasa hangat dan akrab, sementara berbagai rahasia keluarga memberikan konflik yang membuat pembaca ingin terus mengikuti perjalanan Ave Maria.

4. The Grapes of Wrath – John Steinbeck

The Grapes of Wrath (penguinrandomhouse.com)

Dolly Parton juga memasukkan The Grapes of Wrath karya John Steinbeck ke dalam daftar buku yang sangat ia sukai. Bahkan, ia mengaku telah membaca novel klasik yang terbit pada 1939 tersebut sebanyak tiga kali. Ceritanya mengikuti keluarga Joad yang terusir dari tanah pertanian mereka di Oklahoma akibat kondisi ekonomi dan bencana Dust Bowl.

Mereka kemudian melakukan perjalanan menuju California dengan harapan mendapatkan pekerjaan dan kehidupan yang lebih baik. Di balik perjalanan panjang keluarga tersebut, Steinbeck menghadirkan gambaran keras mengenai kemiskinan. Hubungan antaranggota keluarga Joad juga menjadi salah satu kekuatan utama novel ini.

5. Water for Elephants – Sarah Gruen

Water for Elephants (saragruen.com)

Novel karya Sarah Gruen ini berlatar di Amerika pada masa Great Depression dan mengikuti Jacob, seorang pemuda keturunan Polandia yang menjadi yatim piatu setelah keluarganya meninggal. Dalam kondisi serba sulit, Jacob kemudian bergabung dengan sebuah sirkus keliling dan mendapat pekerjaan merawat hewan-hewan di sana.

Kehidupannya yang awalnya sederhana pun berubah ketika ia bertemu Marlena, salah satu bintang pertunjukan sirkus. Hubungan Jacob dan Marlena kemudian menjadi semakin rumit karena Marlena sudah menikah dengan August, manajer sirkus yang dikenal kejam dan temperamental.

Di tengah kehidupan sirkus yang penuh warna, keduanya harus menghadapi perasaan terlarang sekaligus berbagai situasi berbahaya yang mengancam keselamatan mereka.

Dari kisah balas dendam Alexandre Dumas hingga kisah perjuangan keluarga dalam karya Steinbeck, semua judul buku favorit Dolly Parton untuk temani waktu luang menawarkan pengalaman membaca yang cukup beragam. Kira-kira dari empat buku yang sudah tercantum ini, mana yang paling ingin kamu baca terlebih dahulu?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article