5 Karakter Anime yang Mengalami Krisis Identitas, Siapa Saja?

- Krisis identitas dalam anime digambarkan lewat karakter yang kehilangan pemahaman tentang siapa diri mereka sebenarnya.
- Pengalaman traumatis, perubahan ekstrem, dan tekanan sosial menjadi pemicu utama krisis identitas para karakter.
- Kisah mereka menunjukkan bagaimana krisis identitas kerap berujung pada krisis eksistensial yang lebih mendalam.
Krisis identitas dan krisis eksistensial sejatinya hanya dipisahkan oleh perbedaan yang tipis. Orang dengan krisis identitas cenderung tidak mengenal diri sendiri dan mempertanyakan siapa mereka yang sebenarnya. Sementara itu, orang dengan krisis eksistensial cenderung tidak mengetahui tujuan hidup dan terus mempertanyakan untuk apa mereka hidup.
Meski memiliki perbedaan, krisis identitas biasanya menjadi gerbang untuk krisis eksistensial. Orang yang mempertanyakan siapa diri mereka akan jatuh pada pertanyaan tentang untuk apa mereka hidup. Dalam semesta anime, ada beberapa karakter yang memperlihatkan bagaimana rasanya memiliki krisis identitas.
1. Twice (My Hero Academia)

Sebelum bergabung dengan Liga Penjahat, Twice memiliki kehidupan normal sebagai pekerja biasa. Hingga suatu hari, Twice secara tidak sengaja menabrak seorang karyawan dari pelanggan setia bos Twice. Karena orang tersebut memutuskan hubungan bisnisnya dengan bos Twice, pemilik nama asli Jin Bubaigawara ini akhirnya dipecat.
Sebagai pengangguran, Twice mulai mengalami depresi karena kesepian. Twice kemudian menggunakan Quirk miliknya, Double, untuk menemaninya. Namun, seiring berjalannya waktu, Twice terus menggandakan tubuhnya sehingga membuat mentalnya semakin tidak stabil.
Ketika Twice mulai kehilangan kendali, Twice akhirnya mengalami krisis identitas. Twice terus menggandakan tubuhnya sampai dirinya sudah tidak tahu siapa Jin yang asli. Twice terus berpikir bahwa mungkin dirinya juga hanyalah salah satu salinan dari tubuh Twice.
Meski tidak sembuh sepenuhnya, mental Twice mulai lebih stabil setelah bergabung dengan Liga Penjahat. Di sana, Twice bertemu dengan orang-orang yang mau mengerti tentang kondisinya. Twice tidak pernah merasa kesepian lagi karena Liga Penjahat selalu ada di sisinya.
2. Ken Kaneki (Tokyo Ghoul)

Ken Kaneki pada awalnya hanyalah seorang mahasiswa biasa yang sangat terobsesi pada buku. Namun, hidupnya berubah setelah dirinya terlibat dalam kecelakaan bersama Ghoul bernama Rize Kamishiro. Meski Kaneki berhasil selamat, sekarang dirinya sudah diubah menjadi manusia setengah Ghoul.
Kaneki mulai mengalami krisis identitas karena dirinya tidak diterima oleh dua dunia. Kaneki tidak bisa menjadi manusia karena Ghoul tidak memakan makanan manusia. Di sisi lain, Kaneki juga tidak ingin menjadi monster yang harus membunuh seseorang untuk mendapatkan makanan.
Hidup di dua dunia membuat Kaneki tidak lagi mengenal dirinya sendiri. Kaneki terus mempertanyakan apakah dirinya masih seorang manusia atau sudah berubah menjadi Ghoul. Meski Kaneki selalu berusaha untuk mempertahankan sisi manusianya, ada kalanya ketika Kaneki harus menjadi Ghoul untuk bertahan hidup.
3. Lain Iwakura (Serial Experiments Lain)

Lain Iwakura pada awalnya hanyalah seorang gadis canggung biasa. Hingga suatu hari, Lain mendapatkan surel dari temannya yang sudah meninggal. Tanpa disangka, surel tersebut menyeret Lain ke Wired, yang sekarang kita sebut sebagai internet.
Selama berada di Wired, Lain mulai membangun kepribadian lain yang membuatnya mengalami krisis identitas. Secara perlahan, Lain mulai tidak mengenal dirinya sendiri. Keberadaan Wired membuat Lain mempertanyakan apakah dirinya adalah manusia, entitas digital, atau sekadar data.
4. Mima Kirigoe (Perfect Blue)

Sebelumnya, Mima Kirigoe adalah seorang idol yang cukup terkenal. Namun, di tengah kariernya sebagai idol, Mima memutuskan untuk keluar dari grupnya dan memulai karier sebagai seorang aktris. Tanpa disangka, keputusan tersebut mengubah hidup Mima untuk selamanya.
Bagaimanapun, Mima tetap tidak bisa melepas citranya sebagai seorang idol. Sementara itu, Mima juga masih belum dapat menerima dunia barunya sebagai seorang aktris. Hal ini membuat Mima mengalami krisis identitas karena sudah tidak tahu lagi siapa Mima yang asli.
5. Shinji Ikari (Neon Genesis Evangelion)

Shinji Ikari merupakan contoh bagaimana depresi bisa membuat seseorang mengalami krisis identitas dan bagaimana krisis identitas bisa menyeret seseorang pada krisis eksistensial. Sejak ibunya, Yui Ikari, meninggal, Shinji sudah ditinggalkan oleh ayahnya, Gendo Ikari. Namun, ketika dirinya remaja, Gendo tiba-tiba memberikan Shinji beban yang berat dengan menjadikan Shinji sebagai pilot Evangelion.
Akibatnya, Shinji terus bergelut dengan pikiran tentang siapa dirinya dan untuk apa dirinya hidup. Shinji mempertanyakan apakah dirinya masih cukup berharga untuk disebut manusia atau dirinya hanyalah sebuah alat. Menjadi pilot Evangelion membuat Shinji sadar bahwa dirinya hanya diterima karena dibutuhkan.
Kelima karakter anime di atas membuktikan bahwa krisis identitas bisa berasal dari mana saja, entah karena ditolak oleh masyarakat, trauma mendalam, hingga hanya dianggap ada karena dibutuhkan. Jadi, bagaimana menurutmu tentang kelima karakter di atas? Tulis di kolom komentar, ya!


















