5 Musisi Rock yang Karier Solonya Flop setelah Tinggalkan Band

- Banyak musisi rock meninggalkan band sukses demi kebebasan kreatif, namun sebagian besar gagal mempertahankan popularitas saat bersolo karier.
- Kisah Tom Fogerty, Patrick Stump, Dee Dee Ramone, Peter Tork, dan David Lee Roth menunjukkan bahwa perubahan arah musik sering membuat penggemar lama menjauh.
- Artikel menyoroti risiko besar di balik keputusan keluar dari band terkenal, karena identitas dan chemistry grup sulit digantikan dalam perjalanan solo.
Keluarnya seorang anggota dari band sukses sering dianggap sebagai langkah berani. Ada yang ingin kebebasan kreatif, ada juga yang merasa tak lagi cocok dengan arah musik grupnya. Namun, sejarah musik membuktikan bahwa tidak semua musisi yang bersinar di band besar bisa mempertahankan popularitasnya saat bersolo karier.
Beberapa nama besar justru mengalami penurunan drastis setelah memilih jalan sendiri. Album solo mereka kurang diminati, arah musik berubah terlalu jauh, atau penggemar lama tidak ikut mendukung. Coba kamu cek kisah mereka melalui lima musisi rock yang tinggalkan band sukses, tapi karier solonya malah flop berikut ini.
1. Tom Fogerty — Creedence Clearwater Revival

Di balik kesuksesan besar Creedence Clearwater Revival, ada dinamika rumit antara Tom Fogerty dan adiknya, John Fogerty. Meski Tom lebih dulu terjun ke musik, peran kreatif utama dipegang oleh John. Merasa kurang mendapat ruang, Tom akhirnya keluar dari band pada 1971.
Setelah bebas, ia merilis karya solo dengan harapan bisa menunjukkan jati dirinya. Namun, album dan single yang ia keluarkan tidak mampu menyamai kejayaan CCR. Penjualannya biasa saja dan perlahan namanya meredup. Kisahnya jadi contoh bahwa keluar dari bayang-bayang band besar tidak selalu menjamin kesuksesan baru.
2. Patrick Stump — Fall Out Boy

Saat Fall Out Boy mengumumkan hiatus pada 2009, banyak penggemar mengira itu hanya jeda sementara. Namun, bagi Patrick Stump, itu adalah kesempatan untuk mengeksplorasi musik yang benar-benar berbeda dari emo-rock yang membesarkan namanya. Ia memilih jalur pop dan bahkan memainkan hampir semua instrumen sendiri di album solonya, Soul Punk (2011).
Sayangnya, perubahan arah ini justru membuat penggemar lama bingung. Lagu seperti “This City” terasa jauh dari identitas Fall Out Boy dan respons pasar pun dingin. Album tersebut debut di posisi yang relatif rendah di tangga lagu. Tak lama kemudian, Fall Out Boy kembali bersatu pada 2013, dan karier Stump kembali bersinar bersama bandnya.
3. Dee Dee Ramone — Ramones

Sebagai bassist dan penulis lagu penting di Ramones, Dee Dee Ramone adalah bagian tak terpisahkan dari sejarah punk rock. Namun, pada akhir 1980-an, ia membuat keputusan mengejutkan, yakni meninggalkan Ramones untuk mencoba karier sebagai rapper dengan nama Dee Dee King.
Album rap-nya, Standing in the Spotlight (1989), mendapat kritik pedas dan tidak laku di pasaran. Banyak penggemar yang sulit menerima perubahan drastis dari punk ke hip-hop. Meski kemudian ia kembali terlibat dengan Ramones dalam kapasitas penulisan lagu, eksperimen solonya sering dianggap sebagai salah satu langkah paling kontroversial dalam sejarah rock.
4. Peter Tork — The Monkees
The Monkees mungkin dikenal sebagai band bentukan industri, tapi popularitas mereka di akhir 1960-an tidak bisa diremehkan. Peter Tork, salah satu anggotanya, akhirnya merasa tertekan dan tidak puas secara kreatif. Ia keluar dari band pada 1968, bahkan harus membayar sejumlah besar uang untuk mengakhiri kontraknya.
Setelah itu, Tork mencoba kembali ke akar musik folk yang ia cintai. Namun, proyek barunya gagal mendapatkan kontrak rekaman besar dan tidak meraih perhatian luas. Popularitasnya merosot tajam hingga akhirnya ia kembali dalam reuni The Monkees pada 1980-an.
5. David Lee Roth — Van Halen
Sebagai vokalis flamboyan Van Halen di era 1980-an, David Lee Roth adalah simbol glam rock yang penuh energi. Pada puncak popularitas band, ia memilih keluar untuk mengejar karier solo. Awalnya, beberapa rilisan solonya cukup sukses dan mendapat perhatian.
Namun, seiring waktu, momentum itu memudar. Album-album berikutnya tidak mampu mempertahankan popularitas awal, dan banyak penggemar tetap mengaitkan namanya dengan kejayaan Van Halen. Meski ia tetap dikenal sebagai ikon rock, karier solonya tak pernah benar-benar melampaui warisan band lamanya.
Keputusan meninggalkan band terkenal demi bersolo karier memang terdengar menjanjikan, tapi risikonya juga besar. Tanpa chemistry dan identitas yang sudah terbentuk, banyak musisi kesulitan mempertahankan sorotan publik. Dari lima kisah ini, menurutmu siapa yang paling disayangkan karena karier solonya tidak sesukses band asalnya?


















