- Genre: horor, thriller
- Pemain: Masato Hagiwara, Koji Yakusho
- Sutradara: Kiyoshi Kurosawa
5 Film yang Soroti Fenomena Korporatisasi di Masyarakat

- Artikel ini membahas fenomena korporatisasi yang makin meresap dalam kehidupan modern, di mana segala aspek termasuk kebutuhan dasar kini dikomersialisasi dan hubungan manusia menjadi semakin transaksional.
- Lima film seperti Cure, Next Sohee, In the Company of Men, Human Resource, dan Dying to Survive dipilih karena menyoroti dampak sosial dan psikologis dari budaya kerja serta sistem ekonomi korporat.
- Lewat kisah-kisahnya, film-film tersebut mengajak penonton memahami bagaimana tekanan kapitalisme memengaruhi nilai kemanusiaan dan keseimbangan hidup di masyarakat masa kini.
Korporatisasi adalah fenomena yang makin mudah kita amati dalam tatanan masyarakat modern. Ia ditandai dengan komodifikasi dan komersialisasi barang atau jasa, bahkan kebutuhan primer, seperti layanan kesehatan, listrik, dan air. Alhasil, kita makin mewajarkan hubungan antarmanusia yang transaksional, bahkan kebahagiaan dan ketenangan pun kini dikalkulasi dengan ketersediaan materi.
Beberapa film populer berhasil menyorot fenomena itu. Sebut saja Social Network (2010), Parasite (2019) dan bahkan film lawas Blade Runner (1982) yang sudah pernah menyenggolnya. Penasaran bagaimana corporatized society dieksplor dalam karya sinematik lain? Berikut beberapa rekomendasi film soal korporatisasi di masyarakat yang bisa kamu tonton.
1. Cure (1997)

Cure adalah film Jepang yang mengitari proses investigasi kasus pembunuhan berantai di Tokyo. Lewat beberapa petunjuk dan pola, detektif Takabe berhasil menangkap terduga pelaku yang berstatus alumni mahasiswa psikologi.
Namun, selama proses penyelidikan, ia kesulitan menemukan motif utamanya. Hanya saja, target korbannya cukup spesifik, yakni orang-orang dengan status pekerjaan bergengsi dan dianggap teladan di masyarakat.
Meski tak gamblang, dalam film Cure, Kurosawa menggarisbawahi beberapa hal yang makin mudah ditemukan di Jepang. Yakni represi emosi dan ego yang ekstrem akibat tuntutan pekerjaan.
2. Next Sohee (2022)

Dalam Next Sohee, giliran Bae Doona didapuk jadi detektif bernama Yoojin yang kali ini ditugaskan mengulik kasus kematian seorang pegawai magang di sebuah perusahaan telekomunikasi. Sebab kematiannya memang bunuh diri, tetapi Yoojin masih belum bisa memahami alasan mengapa ia melakukan aksi nekat itu. Ia membuka kembali proses penyelidikan kematian tersebut dan menemukan fakta-fakta mencengangkan soal kondisi kerja sang mendiang. Next Sohee tidak bombastis, tetapi kritiknya terhadap fenomena korporatisasi dalam masyarakat amat menohok.
- Genre: drama, kriminal
- Pemain: Bae Doona, Kim Sie Eun, Sim Hee Seop
- Sutradara: Jung Ju Ri
3. In the Company of Men (1997)

Dua pegawai korporat yang burnout dan mengalami kemalangan dalam urusan percintaan mereka sepakat melakukan skema jahat. Mereka menarget rekan kerja perempuan mereka yang lebih junior dan seorang difabel. Menganggapnya sebagai target empuk untuk melampiaskan kemarahan masing-masing terhadap perempuan yang sudah melukai ego mereka, ternyata skema itu tak berjalan sesuai rencana. In the Company of Men secara gak langsung memperlihatkan bagaimana watak manusia berevolusi ketika terkontaminasi oleh ambisi khas korporat, yakni dipenuhi keinginan untuk mendominasi dan bersaing.
- Genre: drama-psikologi, komedi/satir
- Pemain: Aaron Eckhart, Matt Malloy, Stacy Edwards
- Sutradara: Neil LaBute
4. Human Resource (2025)

Fren adalah pegawai personalia (HR) di sebuah korporasi di Thailand. Pekerjaannya tak mudah, ia ditekan untuk mendapatkan pegawai di tengah gelombang pengunduran diri yang cukup masif di kantornya. Ini membuat waktunya habis untuk bekerja.
Parahnya, saat itu, ia menemukan dirinya tengah hamil muda. Namun, kesibukan dan ketiadaan dukungan dari pasangannya yang juga gila kerja membuatnya ragu untuk mempertahankan kehamilan itu.
- Genre: drama psikologi
- Pemain: Prapamonton Eiamchan, Paopetch Charoensook
- Sutradara: Nawapol Thamrongrattanarit
5. Dying to Survive (2018)

Frutrasi dengan mahalnya biaya pengobatan kanker di China, seorang pria pengidap leukemia berupaya menyelundupkan obat murah dari India. Ia mengajak beberapa pasien lain untuk mengeksekusi ide berisikonya itu.
Meski curang, ini adalah kritik pedas atas tren komersialisasi layanan kesehatan yang marak terjadi di banyak negara. Dying to Survive terinspirasi kisah nyata seorang pria bernama Lu Yong yang berkat aksinya itu menyelamatkan nyawa ribuan pasien leukemia di China.
- Genre: komedi, satir
- Pemain: Xu Zheng, Tan Zhuo, Wang Chuanjun
- Sutradara: Wen Muye
Korporatisasi memang sebuah fenomena yang susah dihapus. Ia terlanjur tertanam kuat dalam kehidupan kita sebagai penganut sistem ekonomi kapitalisme. Film memang tak bisa mengubah banyak hal semasif kebijakan publik, tetapi setidaknya kamu jadi paham mengapa hidup kita tak seperti dulu lagi.


















