Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

5 Karakter Femme Fatale Paling Ikonik di Film 1970-an

5 Karakter Femme Fatale Paling Ikonik di Film 1970-an
Play Misty for Me (dok. Universal Pictures/Play Misty for Me)
  • Film 1970-an menghadirkan femme fatale lebih beragam: bukan hanya penggoda berbahaya, tetapi juga korban trauma, perempuan mandiri, dan rekan setara tokoh laki-laki.
  • Evelyn Mulwray, Evelyn Draper, dan Bree Daniels menunjukkan spektrum berbeda, dari korban kekerasan keluarga, penguntit obsesif, hingga pekerja seks yang terlibat kasus kriminal.
  • Agent XXX tampil sebagai mitra James Bond yang kompeten, sementara Lili Von Shtupp memparodikan stereotip femme fatale lewat gaya menggoda yang teatrikal dan komedi.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Karakter femme fatale sudah lama menjadi bagian penting dalam film noir dan thriller. Biasanya, sosok ini digambarkan sebagai perempuan misterius, memikat, sekaligus berbahaya yang mampu membuat karakter laki-laki terseret ke dalam masalah.

Uniknya, film-film era 1970-an mulai menghadirkan pendekatan yang lebih beragam terhadap karakter tersebut. Tidak semua femme fatale pada dekade ini benar-benar menjadi sosok antagonis. Beberapa justru korban keadaan, sementara lainnya tampil sebagai karakter yang punya kemampuan dan keberanian untuk berdiri sejajar dengan tokoh laki-laki.

Dari drama kriminal hingga komedi satir, berikut lima karakter femme fatale paling ikonik yang muncul dalam film tahun 1970-an. Pesona mereka benar-benar gak ada lawan, sih!

  1. 1. Evelyn Mulwray – Chinatown (1974)

    Chinatown
    Chinatown (dok. Paramount Pictures/Chinatown)

    Evelyn Mulwray (Faye Dunaway) awalnya terlihat seperti sosok perempuan misterius yang membuat detektif swasta Jake Gittes tertarik sekaligus penasaran. Kehadirannya membuat Gittes semakin tenggelam dalam kasus yang penuh rahasia dan konflik keluarga. Namun, semakin jauh cerita berkembang, semakin jelas bahwa Evelyn sebenarnya menyimpan trauma yang sangat berat.

    Ia merupakan korban pelecehan seksual yang dilakukan oleh ayahnya sendiri, Noah Cross, dan memiliki hubungan keluarga yang sangat tragis dengan putrinya, Katherine. Hal tersebut membuat Evelyn berbeda dari gambaran femme fatale pada umumnya. Alih-alih menjadi perempuan yang sengaja menjebak laki-laki hingga hancur, ia justru berusaha melindungi Katherine dari situasi yang mengerikan.

  2. 2. Evelyn Draper – Play Misty for Me (1971)

    Play Misty for Me
    Play Misty for Me (dok. Universal Pictures/Play Misty for Me)

    Jessica Walter memberikan salah satu penampilan paling mengesankan dalam Play Misty for Me sebagai Evelyn Draper. Karakter ini merupakan penggemar obsesif yang mulai membuntuti Dave Garver, seorang penyiar radio yang diperankan oleh Clint Eastwood. Evelyn membangun hubungan emosional sepihak dengan Dave hanya karena sering mendengar suaranya di radio.

    Obsesi tersebut perlahan berubah menjadi sesuatu yang jauh lebih mengganggu ketika ia tidak mampu menerima kenyataan bahwa Dave tidak memiliki perasaan yang sama. Film ini menarik karena membalikkan gambaran umum tentang penguntit dalam cerita thriller. Biasanya, karakter perempuan yang menjadi korban stalking ditempatkan sebagai pusat cerita, tetapi kali ini justru perempuan yang menjadi sumber ancaman.

  3. 3. Bree Daniels – Klute (1971)

    Klute
    Klute (dok. Warner Bros./Klute)

    Bree Daniels adalah seorang pekerja seks di New York yang terlibat dalam penyelidikan bersama detektif John Klute setelah salah satu kliennya diduga berkaitan dengan kasus orang hilang dan pembunuhan. Berbeda dari stereotip perempuan penggoda yang sering muncul dalam film noir, Bree justru menjadi pihak yang berada dalam bahaya.

    Ia memiliki kepribadian mandiri dan cukup terbuka dalam membicarakan pekerjaannya, membuat karakternya terasa lebih manusiawi. Peran tersebut membawa Jane Fonda meraih Oscar pertamanya sebagai Aktris Terbaik. Klute juga menjadi bagian pertama dari trilogi film bertema paranoia garapan Alan J. Pakula, yang kemudian dilanjutkan dengan The Parallax View dan All the President's Men.

  4. 4. Agent XXX – The Spy Who Loved Me (1977)

    The Spy Who Loved Me
    The Spy Who Loved Me (dok. MGM/The Spy Who Loved Me)

    Dalam dunia James Bond, pasangan perempuan sang agen rahasia biasanya tidak selalu memiliki kemampuan yang setara dengannya. Namun, Agent XXX atau Anya Amasova yang diperankan Barbara Bach menjadi salah satu pengecualian menarik. Ia merupakan agen KGB yang kemudian harus bekerja sama dengan James Bond untuk menghentikan rencana Karl Stromberg yang ingin menggunakan senjata dahsyat untuk memicu perang dunia.

    Kemampuan Anya dalam bertarung dan menjalankan misi membuatnya terasa lebih seperti rekan Bond daripada sekadar love interest. Keduanya juga memiliki chemistry yang membuat hubungan mereka menjadi bagian penting dari film. Anya tidak hanya mampu mengikuti aksi Bond, tetapi juga memiliki sisi sensual dan berbahaya yang membuat dinamika mereka semakin menarik.

  5. 5. Lili Von Shtupp – Blazing Saddles (1974)

    Blazing Saddles
    Blazing Saddles (dok. Warner Bros./Blazing Saddles)

    Madeline Kahn menghadirkan versi femme fatale yang jauh lebih kocak lewat karakter Lili Von Shtupp dalam Blazing Saddles. Film arahan Mel Brooks tersebut sebenarnya merupakan parodi terhadap genre Western, tetapi juga gemar mengolok-olok berbagai klise dari film Hollywood. Lili adalah seorang perempuan penggoda asal Jerman yang dimanfaatkan oleh Hedley Lamarr untuk mendekati Sheriff Bart dan mengacaukan rencananya.

    Namun, bukannya tampil sebagai sosok femme fatale yang serius, karakter ini justru dibuat berlebihan dan sengaja konyol. Kahn memainkan karakter tersebut dengan aksen yang dibuat dramatis serta gaya menggoda yang sengaja dibuat terlalu teatrikal. Salah satu adegan paling terkenal adalah ketika Lili menyanyikan "I'm Tired", yang menjadi parodi terhadap penampilan Marlene Dietrich dalam film Stage Fright.

    Karakter-karakter femme fatale dalam film 1970-an menunjukkan bahwa perempuan misterius dan memikat tidak harus selalu mengikuti formula lama. Dari kelima karakter tersebut, siapa yang menurutmu paling ikonik?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More