Ke Mana Perginya Orangtua Masha di Kartun Masha and The Bear?

- Karakter manusia yang paling sering muncul hanyalah Masha, sementara karakter lain jarang hadir dalam cerita.
- Tidak ada bukti keluarga terdekat selain sepupu Masha, sehingga Bear dan hewan-hewan hutan menggantikan peran orang dewasa.
- Pihak studio animasi menjelaskan bahwa absennya orangtua Masha bukan karena tidak ada, melainkan untuk fokus pada keseharian Masha dan Bear.
Masha and The Bear berhasil menjadi salah satu serial animasi yang difavoritkan anak-anak berkat perpaduan grafis animasi 3D yang halus, karakter-karakter lucu dan menggemaskan, serta alur cerita yang begitu imajinatif dan lekat dengan masa kecil. Meski jumlah tokohnya tidak terlalu banyak dan cerita lebih sering berpusat pada karakter Masha, Bear, serta beberapa kawan hewan lainnya, nyatanya serial ini tetap terasa seru dan gak membosankan untuk diikuti sampai akhir.
Di balik kepopulerannya, muncul pula rasa penasaran di benak sebagian penonton, terutama soal keberadaan orang tua Masha. Mengapa sosok mereka tidak pernah diperlihatkan sama sekali? Apakah Masha sebenarnya anak yatim piatu? Namun, kalau memang demikian, rasanya aneh bila Masha dibiarkan tinggal sendirian di rumahnya tanpa pengawasan orang dewasa, alih-alih diasuh kerabat dekat atau ditempatkan di panti asuhan. Nah, untuk menjawab kebingungan tersebut, berikut penjelasan singkat mengenai latar belakang karakter Masha serta apakah ia punya orangtua atau tidak.
1. Di serialnya, karakter manusia yang paling sering diperlihatkan hanyalah Masha

Kita kesampingkan dulu sebentar pertanyaan soal di mana sebenarnya keberadaan orangtua Masha. Bahkan, kalau kamu menyaksikan ulang episode Masha and The Bear dari musim pertama hingga terbaru, nyatanya bukan cuma figur orangtua Masha saja yang tak pernah dimunculkan. Karakter manusia lain selain Masha pun terbilang sangat jarang hadir. Mayoritas episode justru berfokus pada interaksi Masha dengan Bear serta hewan-hewan di sekitarnya, seolah dunia manusia memang bukan pusat cerita dalam serial ini.
Kalaupun ada manusia lain yang muncul, jumlahnya bisa dihitung dengan jari dan biasanya hanya tampil sesekali. Beberapa di antaranya, yaitu Dasha, sepupu Masha yang berasal dari kota, sosok Sinterklas yang hadir di episode-episode spesial Natal, hingga karakter unik berupa doppelganger Masha yang datang dari latar tempat dan era berbeda, seperti Masha Eskimo yang hidup di wilayah kutub, sampai Cave Masha yang digambarkan sebagai leluhur Masha di zaman prasejarah.
2. Tidak ada bukti keluarga terdekat yang dimiliki Masha

Pada poin sebelumnya sempat disinggung soal beberapa karakter manusia yang pernah muncul di serial Masha and The Bear, salah satunya adalah Dasha. Hingga sejauh ini, Dasha memang tercatat sebagai satu-satunya kerabat dekat Masha yang pernah diperkenalkan secara jelas oleh pihak animator. Ia disebut sebagai sepupu Masha yang berasal dari kota. Entah apakah Masha sebenarnya masih memiliki keluarga dekat lain atau tidak. Namun, selain Dasha, tidak ada figur keluarga lain yang pernah diperlihatkan atau disebutkan secara eksplisit dalam cerita.
Meski begitu, absennya sosok orang dewasa atau anak seumuran Masha tidak serta-merta membuat karakter bocah perempuan ini jadi benar-benar sendirian dan kesepian. Kenyataannya, Bear dan para hewan hutan yang hadir di serial ini justru kerap mengambil peran sebagai pengganti figur manusia bagi Masha. Bear digambarkan sebagai sosok pelindung, penyedia makanan dan camilan, sekaligus pihak yang selalu berusaha mengabulkan segala keinginan Masha. Sementara itu, hewan-hewan lain di hutan juga berperan sebagai teman bermainnya, walaupun di beberapa momen mereka kerap terlihat takut, kewalahan, atau bahkan menghindari Masha karena tingkahnya yang terlalu aktif.
3. Penjelasan dari pihak studio animasi mengenai keberadaan orangtua Masha

Sudah sejak lama, keberadaan orangtua Masha kerap memicu tanda tanya di kalangan penonton. Sebab, biarpun dalam kebanyakan kartun anak-anak karakter orangtua cukup jarang disorot, tetap saja rasanya janggal sekali bila Masha digambarkan hanya tinggal sendirian di rumah kuningnya tanpa kehadiran satu pun anggota keluarga lain yang menemani. Apalagi, dari banyaknya episode, tak ada satupun scene yang pernah memperlihatkan adanya sosok manusia lain yang tinggal di rumah Masha, selain anak kecil bertudung itu.
Nah, berdasarkan fun fact yang pernah diunggah akun resmi Masha and The Bear di platform media sosial Rusia, VK, pihak studio menjelaskan bahwa absennya orangtua Masha dari serial ini bukanlah karena mereka tidak ada atau keduanya telah meninggal dunia. Melainkan, pihak di balik produksi animasi ini merasa kalau karakter orangtua dianggap tidak terlalu penting untuk konteks cerita yang sepenuhnya berfokus pada keseharian Masha dalam berpetualang serta berinteraksi dengan Bear dan para hewan di hutan.
Selain itu, pihak di balik kartun ini juga memilih memberi ruang bagi penonton untuk berimajinasi sendiri, mengenai alasan orangtua Masha tak pernah tampil di frame. Mungkin saja ibu dan ayah Masha sedang sibuk bekerja, berada di ruangan lain, asyik menonton TV, atau sekadar membiarkan Masha bermain sendiri seperti halnya tipikal orangtua di dunia nyata ketika sedang hectic dengan urusan pribadi mereka dan tak ingin diganggu. Kalau menurutmu sendiri bagaimana?
Nah, ternyata alasan sosok orangtua Masha tidak pernah terlihat di serialnya, bukan disebabkan Masha adalah anak yatim piatu yang tidak memiliki orangtua sama sekali, apalagi berkaitan dengan teori konspirasi populer di mana kisah Masha didasarkan atas kejadian seorang anak perempuan di Rusia yang tewas dimangsa beruang, padahal informasi tersebut telah dikonfirmasi hoaks. Nyatanya, pihak pembuat animasi di balik ini telah memberikan penjelasan yang cukup logis dan sederhana, bahwa mereka memutuskan tidak menampilkan karakter orangtua semata-mata murni karena pilihan kreatif agar ceritanya lebih terfokus pada dua karakter utama, yaitu Masha dan Bear. Semoga setelah membaca artikel ini, rasa penasaranmu selama ini dapat terjawab, ya!



















