Kenapa Kamera IMAX Jarang Digunakan dalam Pembuatan Film?

- Kamera IMAX 70mm jarang dipakai karena biaya produksi tinggi, pengoperasiannya sulit, dan suaranya sangat bising hingga dapat mengganggu performa aktor saat syuting.
- Christopher Nolan disebut sebagai satu-satunya sutradara yang memakai IMAX 70mm untuk seluruh produksi film, sementara Ryan Coogler dan Denis Villeneuve hanya menggunakannya pada sebagian adegan.
- IMAX 70mm menawarkan pengalaman visual imersif, kejernihan, dan tekstur khas film seluloid, selaras dengan preferensi Nolan terhadap format layar besar seperti David Lean.
Film Christopher Nolan yang berjudul The Odyssey (2026), meraup keuntungan yang fantastis di box office seluruh dunia. Film ini bahkan masih diperbincangkan sejak pertama kali dirilis. Yap, dengan CinemaScore A, kemungkinan besar The Odyssey akan menjadi salah satu film blockbuster Nolan yang sangat sukses.
Christopher Nolan sendiri adalah sutradara paling berpengaruh di dunia. Setiap film yang dibuat Nolan dijamin sukses secara komersial dan pasti menjadi kandidat penghargaan seperti Oscar. Setelah membangun basis fans yang besar lewat trilogi film Batman-nya, Nolan terkenal memang suka mengambil risiko. Jika boleh dibilang, ia punya bakat sastra seperti sutradara lawas David Lean, yang membuktikan dirinya dengan drama-drama spektakuler seperti The Bridge on the River Kwai (1957) dan Lawrence of Arabia (1962).
Bisakah semua sutradara memakai kamera IMAX 70mm? Sayangnya, tantangannya banyak. Butuh keterampilan, biaya yang besar, dan yang paling unik, suaranya yang berisik. Hambatan-hambatan ini membuat banyak pembuat film berbakat hanya coba-coba memakai kamera IMAX 70mm, ketimbang serius membuat film dengan kamera tersebut.
1. Pembuatan film dengan kamera IMAX 70mm butuh biaya mahal dan suaranya bising

Dalam sebuah artikel Variety baru-baru ini, sebuah sumber dari IMAX mengakui biaya yang sangat besar untuk memfilmkan seluruh film dengan kamera IMAX 70mm. Anggaran The Odyssey sendiri mecapai 250 juta dolar AS atau setara dengan Rp4,52 triliun. Ditambah lagi, Christopher Nolan kesulitan menggunakan kamera IMAX yang berisik, yang dianggapnya seperti suara mesin pemotong rumput. Namun, Christopher Nolan dan IMAX punya cara kreatif untuk mengurangi kebisingan tersebut, tetapi tetap saja kebisingan yang menantang performa para aktornya, seperti Matt Damon, menyamakan suaranya seperti mesin pengolah makanan yang berada di depan wajahnya.
2. Christopher Nolan adalah sutradara pertama yang menggunakan kamera IMAX 70mm untuk keseluruhan produksinya

Sejauh ini, belum ada seorang pun selain Christopher Nolan yang berani mengatasi kendala pengambilan gambar dengan IMAX 70mm. Hal ini bisa dimengerti, sih, mengingat kebisingan dan sulitnya mengoperasikan kamera tersebut. Namun, Ryan Coogler dan Denis Villeneuve berhasil mengambil sebagian film mereka, Sinners dan Dune menggunakan IMAX 70mm. Yap, hanya sebagian.
Di samping itu, Villeneuve lebih menyukai kamera IMAX digital untuk pengambilan gambar di gurun. Itu sebabnya, kamu bisa menikmati film Dune: Part Three yang akan datang dalam format IMAX digital. Ada pula pembuat film yang mengambil gambar film untuk ditingkatkan skalanya ke IMAX. Tapi tetap saja, satu-satunya sutradara yang sepenuhnya menggunakan kamera tersebut untuk seluruh produksi adalah Christopher Nolan.
3. Christopher Nolan punya selera yang sama dengan David Lean

Christopher Nolan suka dengan format yang sangat besar, seperti sutradara film lawas David Lean. Contohnya saat Lean memfilmkan Lawrence of Arabia dengan kamera Super Panavision 70mm, film ini pun membuat siapa saja terpukau jika menontonnya di bioskop. Nolan juga sama, tapi kali ini ia memilih film seluloid favoritnya, IMAX 70mm. Kamera-kamera ini menawarkan pengalaman mendalam, kejernihan, dan tekstur yang gak tertandingi.
Meskipun begitu, sebagian besar pembuat film saat ini gak punya keberanian. Apalagi keterampilan untuk bermain di bidang yang langka ini. Para sutradara senior seperti Steven Spielberg, Martin Scorsese, dan Francis Ford Coppola juga gak punya banyak energi dan effort yang besar untuk menandingi dinamika visual ini. Christopher Nolan memang patut diacungi jempol. Sudah nonton belum film The Odyssey?




















