Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Kuasa Gelap 2 Sengaja Pilih Wajah Baru untuk Peran Kerasukan, Kenapa?

4 min read
Kuasa Gelap 2 Sengaja Pilih Wajah Baru untuk Peran Kerasukan, Kenapa?
press conference film Kuasa Gelap 2 di Gandaria City, Senin (28/9/2026) (dok. IDN Times/Rani Asnurida)
Share Article

Jakarta, IDN Times - Kuasa Gelap: Perjanjian Darah atau Kuasa Gelap 2 kembali menghadirkan teror eksorsisme lewat kisah Romo Rendra dan Romo Thomas yang menghadapi kasus kerasukan baru. Dalam film ini, Venly Arauna pun dipercaya memerankan Daniel, anak muda yang menjadi korban perjanjian darah dan harus berhadapan dengan entitas jahat yang merasuki tubuhnya.

Pemilihan Venly Arauna sebagai Daniel pun menarik perhatian. Pasalnya, di tengah banyaknya aktor yang sudah dikenal luas, Kuasa Gelap 2 justru menghadirkan aktor muda yang belum terlalu familiar untuk memerankan karakter yang menjadi pusat teror dalam film.

Terkait hal tersebut, produser Robert Ronny pun menegaskan bahwa pemilihan Venly bukan keputusan yang diambil secara sembarangan. Sejak awal, tim produksi memang sudah memiliki pertimbangan khusus dalam mencari pemeran karakter kerasukan. Lantas, apa alasan di balik keputusan tersebut dan apa yang membuat Venly akhirnya terpilih sebagai Daniel?

  1. 1. Sengaja menghadirkan wajah baru agar level teror meningkat

    Sejumlah pemeran dan kru film Kuasa Gelap 2 menghadiri konferensi pers di Gandaria City pada Senin, 28 September 2026.
    press conference film Kuasa Gelap 2 di Gandaria City, Senin (28/9/2026) (dok. IDN Times/Rani Asnurida)

    Di hadapan awak media yang hadir pada saat itu, Robert Ronny menjelaskan bahwa pemilihan aktor untuk karakter yang mengalami kerasukan memang menjadi perhatian khusus sejak awal. Ia sengaja mencari aktor yang belum terlalu dikenal luas oleh penonton untuk membangun rasa takut yang lebih meyakinkan.

    Menurutnya, wajah yang sudah familiar di layar bisa membuat penonton tetap teringat pada sosok aktor itu sendiri saat melihat adegan kerasukan, sehingga rasa takut yang muncul berpotensi berkurang. Sebaliknya, wajah yang belum terlalu familiar dapat membuat penonton lebih mudah larut dalam cerita dan percaya bahwa karakter tersebut benar-benar sedang berada dalam situasi berbahaya. Dengan begitu, teror yang dirasakan pun bisa terasa lebih nyata.

    “Untuk meyakinkan penonton, believability-nya itu harus pemain baru. Kalau dia orang terkenal, misalnya, ‘Oh, yang kerasukan si ini.’ Penonton ga merasa bahaya atau ketakutannya itu kurang real karena kita tahu, nih orang terkenal. But if you see someone unknown, atau belum banyak orang tahu, terus bisa berakting yang meyakinkan, itu menurut saya akan meningkatkan level terornya,” kata Robert Ronny dalam sesi press conference di Gandaria City, Senin (28/9/2026).

  2. 2. Ungkap awalnya Venly Arauna bukan kandidat utama

    Konferensi pers film Kuasa Gelap 2 di Gandaria City pada Senin, 28 September 2026 bersama para pihak terkait.
    press conference film Kuasa Gelap 2 di Gandaria City, Senin (28/9/2026) (dok. IDN Times/Rani Asnurida)

    Menurut sang produser, strategi tersebut sudah diterapkan sejak film pertama. Saat mencari pemeran Kayla, ia memang mempertimbangkan sosok yang belum terlalu familiar bagi penonton. Pendekatan serupa pun kembali diterapkan ketika tim produksi mencari pemeran Daniel di Kuasa Gelap 2.

    Namun, berbeda dari film pertama, kali ini Robert Ronny meminta sutradara Rizal Mantovani untuk mencari aktor laki-laki. Proses tersebut pun menjadi tantangan tersendiri karena tidak mudah menemukan sosok yang mampu memerankan karakter kerasukan sekaligus menghadirkan penampilan yang menyeramkan.

    “Bahkan Rizal juga ngomong waktu itu, ‘Susah, anak laki dibikin jadi serem kerasukan.’ Tapi saya ngotot waktu itu, kan yang pertama sudah perempuan, jadi yang kedua harus laki-laki,” lanjut Robert.

    Venly Arauna sendiri ternyata bukan pilihan utama sejak awal. Robert mengaku sudah memiliki sejumlah nama dalam daftar kandidat. Namun, pengalaman bekerja sama dengan Venly dalam film Tuhan, Benarkah Kau Mendengarku? membuat Robert mempertimbangkannya. Ketika Venly ikut dalam proses casting, Robert dan Rizal justru melihat sesuatu yang menarik dari penampilannya.

    Meski belum sepenuhnya sesuai dengan gambaran awal, performa Venly dinilai memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai karakter Daniel. Di sisi lain, Venly pun sampai harus menjalani proses casting hingga tiga kali sebelum akhirnya terpilih.

    “Saya dan Rizal langsung ngomong, ‘Kenapa yang justru menarik adalah Venly.’ Mungkin belum seperti yang kita bayangkan semuanya tapi ada something about his performance yang kita rasa bisa nih anak. Kita casting Venly sampai tiga kali untuk meyakinkan. Akhirnya hari terakhir, kandidatnya ada tiga orang dan kita pilih Venly.”

  3. 3. Percaya diri diterima casting, Venly Arauna sampai tolak proyek lain

    Suasana konferensi pers film Kuasa Gelap 2 yang berlangsung di Gandaria City pada Senin, 28 September 2026.
    press conference film Kuasa Gelap 2 di Gandaria City, Senin (28/9/2026) (dok. IDN Times/Rani Asnurida)

    Di balik proses panjang tersebut, Robert Ronny juga mengapresiasi kepercayaan diri Venly. Ia menceritakan, saat mulai mengikuti casting untuk Kuasa Gelap 2, Venly bahkan berani menolak sejumlah tawaran pekerjaan lain karena yakin akan mendapatkan peran Daniel.

    Menurut Robert, keputusan Venly Arauna saat itu sangat berisiko karena ia belum mendapat kepastian akan terpilih. Jika gagal dalam casting, ia bisa saja tidak memiliki pekerjaan selama beberapa bulan.

    “Dia itu percaya diri banget, waktu dia mulai dipanggil casting, dia langsung nolak tawaran-tawaran yang lain. Kosong beberapa bulan. ‘Eh, lo kan belum terpilih.’ Kalo gak kepilih lo nganggur beberapa bulan. ‘Gak apa-apa saya percaya dengan itu.’”

    Kuasa Gelap: Perjanjian Darah tayang di bioskop mulai 8 Oktober 2026. Selain Venly Arauna yang berperan sebagai Daniel, film ini juga menghadirkan kembali Lukman Sardi sebagai Romo Rendra dan Jerome Kurnia sebagai Romo Thomas.

Share Article
Editorial Team

Ambang Batas Jelang Pemilu 2029

Related Articles

See More