Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Kenapa Netizen Protes Lupita Nyong'o Perankan Helen di The Odyssey?
Lupita Nyong'o (instagram.com/lupitanyongo)
  • Film The Odyssey karya Christopher Nolan menampilkan Lupita Nyong'o sebagai Helen of Troy, yang memicu perdebatan karena dianggap tidak sesuai dengan gambaran karakter dalam mitologi Yunani.
  • Netizen dan beberapa tokoh publik menuduh Nolan memilih Lupita demi penghargaan, sementara komentar bernada rasis muncul terkait warna kulit sang aktris.
  • Lupita Nyong'o menanggapi kritik dengan tenang, menyatakan bahwa kisah ini bersifat mitologis dan ia lebih fokus pada kualitas akting serta representasi keberagaman dalam film.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

The Odyssey, film terbaru karya Christopher Nolan, resmi tayang di Indonesia sejak Rabu (15/7/2026). Film yang menceritakan perjalanan pulang Raja Ithaca, Odysseus, kembali di rumah dengan berbagai tantangan itu langsung menjadi serbuan pencinta film.

Gak cuma dibintangi Matt Damon dan Tom Holland, ada pula aktris pemenang Oscar, Lupita Nyong'o, yang bermain dalam film tersebut. The Odyssey menjadi debut Lupita di film karya Nolan.

Namun, sayangnya, keterlibatan Lupita dalam film adaptasi puisi epik Yunani Kuno karya Homer ini menuai kritik pedas dari netizen. Di film ini, Lupita memerankan Helen of Troy.

Lantas, kenapa netize protes Lupita Nyong'o perankan Helen of Troy dalam The Odyssey? Coba kita kupas tuntas melalui ulasan berikut.

1. Warna kulit Lupita Nyong'o dinilai bertolak belakang dengan karakter Helen of Troy

Lupita Nyong'o dalam The Odyssey (dok. Universal Pictures/The Odyssey)

Dalam mitologi Yunani, Helen of Troy digambarkan sebagai perempuan tercantik di dunia, bahkan sering disebut "The face that launched a thousand ships" karena pernikahannya dengan Paris dari Troya, seperti dilansir Variety. Sebenarnya, bukan ini yang membuat netizen geram dengan pemilihan Lupita sebagai Helen of Troy.

Dalam puisi The Odyssey karya Homer, karakter Helen of Troy digambarkan memiliki rambut yang indah, dan lengan yang putih. Bahkan, penyair Sappho menggambarkan Helen of Troy bermata biru. Berdasarkan hal tersebut, netizen pun berpatokan bahwa pemeran Helen of Troy seharusnya adalah aktris berkulit putih.

Dilansir USA Today, dalam bahasa Yunani Homerik, "berlengan putih" tidak selalu berarti seseorang memiliki kulit pucat. Sebaliknya, maksudnya adalah untuk menunjukkan bahwa seseorang berasal dari kelas atas dan berstatus tinggi.

Perbedaan warna kulit antara sosok Helen of Troy dan Lupita yang membuat sang aktris mendapatkan komentar rasis dari netizen.

2. Christopher Nolan dianggap "pengecut" dan cuma ingin memenangkan penghargaan

Christopher Nolan (instagram.com/imax)

Terpilihanya Lupita Nyong'o sebagai Helen of Troy dalam The Odyssey ternyata juga menarik perhatian Mark Walsh, komentator politik asal Amerika Serikat. Dilansir Variety, Walsh mengatakan, "Tidak ada satu orang pun di planet ini yang benar-benar berpikir bahwa Lupita Nyong'o adalah 'wanita tercantik di dunia'."

Walsh juga mengomentari Christopher Nolan sebagai seorang pengecut, karena memilih Lupita daripada seorang perempuan berkulit putih. Hal tersebut ternyata disetujui oleh Elon Musk, yang menambahkan bahwa Nolan memilih Lupita karena hanya ingin memenangkan penghargaan.

Di X, dulunya Twitter, ada pengguna yang menulis, "Saya setuju bahwa dia (Lupita) cantik, tetapi memilih seorang perempuan kulit hitam untuk memerankan perempuan kulit putih dalam karya sastra Eropa yang fundamental sama benarnya dengan memilih pria kulit putih untuk memerankan Shaka Zulu!". Zulu adalah pemimpin terkenal bangsa Zulu.

3. Lupita Nyong'o menanggapi komentar netizen dengan tenang

Lupita Nyong'o (instagram.com/lupitanyongo)

Kritik dan ujaran rasis terhadap Lupita Nyong'o pada akhirnya sampai ke telinga sang aktris. Dalam sebuah wawancara bersama Elle, Lupita mengatakan, "Ini (The Odyssey) adalah kisah mitologis."

Lupita mengaku mendukung niat Christopher Nolan dan versi cerita yang ia sampaikan. Lupta menambahkan, "Para pemeran kami mewakili dunia. Saya tidak menghabiskan waktu untuk memikirkan pembelaan. Kritik akan tetap ada, baik saya menanggapinya atau tidak."

Lupita memilih fokus untuk dapat memerankan Helen of Troy dengan baik daripada memikirkan ujaran rasis terkait dirinya. Hal tersebut terlihat jelas dari aktingnya di The Odyssey. Lupita mampu memainkan sosok Helen of Troy dengan anggun nan tegas.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article